KOMUNITAS

Alumni Nias di Yogyakarta Kumpul Lagi, 26-27 November

0
512

 

JW-iconOleh Nefos Daeli
E-mail: nefosdaeli@cbn.net.id


YOGYAKARTA — Alumni Nias di Yogyakarta yang berhimpun dalam organisasi Ikatan Keluarga Nias (IKN) Yogyakarta menyelenggarakan Reuni Sosial-Kekeluargaan pada 26-27 November 2016. Reuni ini dimaksudkan untuk membangun kesinergian inter-alumni dengan mahasiswa Nias yang masih menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi. Sinergitas ini diarahkan untuk membangun ”kampung halaman” di Kepulauan Nias melalui pembangunan di berbagai sektor, khususnya pariwisata dan perikanan, dan sekaligus membangun jejaring antar-komunitas warga Nias.

Dari catatan organisasi, orang Nias yang datang ke Yogyakarta belajar di PT di Yogyakarta dimulai sekitar pada tahun 1960-an, baik yang diutus oleh gereja maupun dengan biaya sendiri. Setiap tahun, mahasiwa Nias terus bertambah belajar di sejumlah PT. Sekarang ini, jumlah mahasiswa Nias di Yogyakarta berjumlah sekitar 700-an orang, datang dari kabupaten dan kota se Kepulauan Nias. Untuk menghimpun dan memberdayakan warga Nias sebanyak ini, yang sebagian besar adalah mahasiswa, secara organisasi tidak hanya melalui IKN Yogyakarta, tetapi juga dengan organisasi mahasiswa Nias di setiap PT. IKN dan organisasi mahasiswa membangun sinergi bersama.

Sekarang ini para alumni bekerja dan membina karier profesional di sejumlah daerah. Sebagian di antaranya kembali ke Nias, mengabdi sebagai PNS, dan menempati posisi strategis pengambilan kebijakan daerah. Sebagian lagi di daerah lain, seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di Nusantara.

Reuni sosial-kekeluargaan dilaksanakan pada tanggal 26-27 November 2016 di Wisma LPP Hotel Garden. Jumlah peserta yang hadir diharapkan 150 orang, ditambah mahasiswa dan keluarga Nias di Yogyakarta. Materi yang dibicarakan, di samping konsep pemikiran pembangunan pariwisata dan perikanan di Kepulauan Nias, tetapi juga membicarakan langkah-langkah mengorganisasikan para alumni yang tersebar di sejumlah tempat dan profesi, yang kini menyebar, baik di dalam maupun di luar negari; baik di Nias maupun di perantauan.

Hal manarik lain yang dibicarakan dalam pertemuan sosial-kekeluargaan ini adalah sharing antar-Alumni dan Transformasi nilai-nilai selama tinggal dan belajar di Yogyakarta. Yogyakarta “kaya” dengan banyak nilai. Wilayah ini sebagai salah satu pusat budaya Jawa dan perjumpaan dengan mahasiswa dari berbagai etnis dan budaya di Nusantara, dan juga luar negeri, banyak memengaruhi keberadaan para alumni sekarang ini. Pada pertemuan ini, nilai-nilai ini digali bersama dan ditransformasikan kepada mahasiswa Nias yang menimba ilmu di Yogyakarta.

Hal menarik lainnya adalah pemahaman tentang Yogyakarta pada masa pendidikan para alumni ini dahulu. Yogyakarta dimaksud bukan hanya Kota Yogyakarta dalam pengertian administrasi pemerintahan dan teritorial, tetapi Yogyakarta dalam pengertian yang lebih luas, atau tepatnya Yogyakarta dan sekitarnya, meliputi daerah-daerah lain di Jawa Tengah, antara lain Magelang, Salatiga, Semarang, dan Solo.

Dalam pertemuan rutin yang diorganisasikan IKN Yogyakarta pada waktu itu, mahasiswa dan keluarga yang tinggal di daerah-daerah ini juga datang dan ikut-serta. Jumlah komunitas Nias di Yogyakarta lebih banyak dibandingkan daerah lain. Kerinduan untuk berjumpa dan berinteraksi dengan banyak warga Nias, dengan menggunakan bahasa daerah, menjadi salah satu pendorong, hadir pada pertemuan-pertemuan. Jika ingin hadir, silakan kontak di WA: 0813-1708-9434. (***)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSimon dan Oren Kini Menatap Papua…
Berita berikutnyaMenggugat Keagamaan dalam Keindonesiaan Kita
Firman Nefos Daeli

Lahir di Sirombu, Nias Barat. Menyelesaikan pendidikan sebagian besar di Yogyakarta, terakhir lulus Magister Manajemen Rumah Sakit, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, UGM Yogyakarta. Di samping pendidikan formal, penulis juga berminat dan peduli terhadap fenomena sosial, ekonomi, baik nasional maupun lokal di Kepulauan Nias. Sekarang tinggal di Solo, Jawa Tengah.