BENCANA KEBAKARAN

Menyedihkan! Kebakaran Rumah di Tumöri Tewaskan Dua Nenek

1
155
Api melalap habis rumah di Tumöri, Jumat (5/1/2017).

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Diduga karena hubungan pendek arus listrik, rumah milik Ama Delta Zebua (55), warga Desa Tumöri, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, ludes dilalap api, Jumat (5/1/2018) sekitar pukul 17.00. Dua nenek tewas dalam insiden mengenaskan ini, yaitu Samilö’ö Telaumbanua (98) dan Sadiami Zebua (65), ibu dan kakak kandung pemilik rumah.

Delnita Zebua (20), anak Ama Delta menuturkan, saat kejadian, dirinya dan kedua korban tengah berada di dalam rumah. Sebelum peristiwa naas tersebut, Delnita mendengar suara ledakan yang bersamaan dengan penyalaan aliran listrik PLN yang sebelumnya dipadamkan selama lebih kurang 24 jam di daerah itu.

Tanpa mengaruh curiga, Delnita kemudian melanjutkan pekerjaannya memasak di dapur. Dia mengetahui kebakaran setelah pengendara sepeda motor berhenti di depan rumahnya dan berteriak memberitahukan bahwa ada api yang saat itu sudah membesar dan melalap rumahnya.

“Kami bertiga di dalam rumah, saya, tante, dan nenek. Nenek saya berada di kamarnya karena sudah satu tahun terakhir beliau tak bisa keluar kamar. Usianya sudah lanjut. Sementara tante saya sedang berada di ruangan lain. Saya sedang memasak di dapur,” tutur Delnita.

Melihat api yang sudah membesar itu, Delnita langsung keluar dan berteriak meminta tolong kepada tetangga.

Rumah yang berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu tersebut membuat api dengan cepat melalap hingga ludes terbakar. Seluruh harta benda dan dokumen penting ikut terbakar karena tak bisa diselamatkan.

“Nenek dan tante tidak sempat diselamatkan. Begitu juga barang-barang dan dokumen penting yang ada dalam rumah habis terbakar. Saya hanya punya pakaian yang melekat di badan ini, selain itu tak ada,” kata Delnita.

Peti jenazah korban kebakaran disemayamkan di rumah keluarga dekat rumah yang terbakar, Jumat (5/1/2018).

Penelusuran Kabar Nias, korban Samilö’ö tewas seketika di lokasi kebakaran. Sementara korban Sadiami tewas di perjalanan menuju RSUD Gunungsitoli karena mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Ia ikut terbakar saat sedang berusaha mendobrak pintu kamar ibunya (Sadiami) untuk diselamatkan.

Menurut beberapa saksi, mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kota Gunungsitoli tiba di lokasi kebakaran sekitar satu jam setelah kebakaran terjadi sehingga rumah yang terbakar ini tidak sempat diselamatkan. Penduduk setempat tak bisa berbuat banyak karena api yang cepat membesar.

Kedua jenazah korban disemayamkan di rumah saudara perempuan Ama Delta yang terletak bersebelahan dengan rumah korban. Hingga Sabtu dini hari, masih belum ada bantuan berupa materi yang disalurkan kepada para korban. Garis polisi sudah terpasang di sekeliling rumah yang terbakar.