ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Marinus Gea: Himni Menolak Politik Uang

0
801
Ketua Umum Himni Marinus Gea berfoto bersama pengurus Himni lainnya, Firman Harefa dan Dermawati Harefa. —Foto: Dokumentasi Marinus Gea

JAKARTA, KABAR NIAS — Untuk mencapai perubahan bisa terjadi di Pulau Nias, semua elemen masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2015 diharapkan agar tidak memilih karena dibayar oleh pasangan calon.

“Masyarakat Nias harus memilih dengan cerdas. Jangan mau suaranya dibeli. Masyarakat Nias harus menyukseskan pilkada ini dengan memberikan suara di TPS karena memilih pemimpin yang mampu membangun bukan pasangan calon yang mampu membayar,” ujar Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias (Himni) kepada Kabar Nias, Kamis (3/12/2015).

Marinus menegaskan, organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya, Himni, senantiasa mendorong dan meminta masyarakat, khususnya di Kepulauan Nias, agar pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang memiliki visi membangun.

“Himni dengan tegas menolak politik uang,” ujar anggota DPR daerah pemilihan Banten dari Fraksi PDI-P ini.

Menurut Marinus, pilkada ini adalah momentum penting guna menentukan pemimpin bangsa, termasuk di Kepulauan Nias. “Untuk itu, sekali lagi, hendaknya masyarakat Nias menggunakan hak pilihnya dan jangan memilih karena dibayar oleh pasangan tertentu, tetapi memilih karena sosok pasangan tersebut memiliki integritas dan mampu membangun daerah,” ujarnya.

Pemimpin itu, kata Marinus, harus hadir melayani bukan dilayani, mau turun ke masyarakat, hadir untuk menyelesaikan masalah bukan menjadi bagian dari masalah. [knc01r]

BAGIKAN
Berita sebelumyaDPRD Nias Setujui Perda Pengangkatan GBD
Berita berikutnyaTerkait DPT Fiktif, Panwaslih Nias Barat Keluarkan Rekomendasi
Apolonius Lase
Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, "Kamus Li Niha (Nias Indonesia)" telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com