KETENAGKERJAAN

150 Orang dari Nias Barat Direkrut untuk Bekerja di Malaysia

0
55
Yaredi Gulö. —Foto: Kabarnias.com/Aminudin Hia

LAHÖMI, KABAR NIAS – Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, dan Koperasi Kabupaten Nias Barat memfasilitasi perekrutan calon TKI untuk diperkerjakan di Malaysia. Adapun calon TKI yang direkrut tahap kedua ini seluruhnya berjumlah 150 orang, terdiri dari 100 orang yang diperkerjakan di Perusahaan Kilang Pen Apparel Sdn Bhd Pineng Malaysia, dan 50 orang yang di Bangunan Cengkam Kota SDN BHD Seremban Malaysia dengan masa kontrak kerja dua tahun dan mendapatkan gaji mulai dari Rp 3.200.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan dan Koperasi Kabupaten Nias Barat Yaredi Gulö kepada Kabar Nias, Rabu (1/2/2017), yang turut didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja Asaria Harefa, di ruang kerjanya di Onolimbu, Lahömi.

Disampaikan Yaredi, penyaluran tenaga kerja ini dilakukan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja, PT Adhi Makmur Oenggoel Insani (PT AMOI), yang beralamat di Jalan T Iman Bonjol No 10 (Simpang Medan) Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dengan narahubung Rius Hia (081397165998).

Informasi yang didapatkan Kabar Nias, syarat untuk TKI yang diperkerjakan di perusahaan kilang Pen Apparel Sdn Bhd Pineng, Malaysia, adalah perempuan tinggi badan 148 sentimeter; umur 18-30 tahun; berpendidikan minimal tamat SMP.

Sementara TKI yang diperkerjakan di Bangunan Cengkam Kota SDN BHD Seremban Malaysia, laki-laki tinggi badan 150 cm; umur 18-35 tahun; dan berpendidikan minimal tamat SD.

Ditambahkan Yaredi, perekrutan calon TKI ini telah melalui tahapan seleksi administrasi, tes kesehatan, dan wawancara yang dilakukan oleh tim penyalur tenaga kerja PT AMOI yang dilaksanakan pada 15 Februari 2017.

Selain itu, jika calon tenaga kerja ini mengalami musibah atau kecelakaan akibat pekerjaan dan bukan karena kehendak sendiri, kata Yaredi, akan ditanggung BPJS. Kemudian TKI ini telah disiapkan mess untuk tempat tinggal.

Kabar Nias belum berhasil menghubungi pihak PT AMOI terkait apakah penyaluran tenaga kerja ini juga telah dilaporkan kepada BPN2TKI. [knc07w]