PELURU NYASAR

Anggota Sat Lantas Polres Nias Kena Dor Pistol Temannya Sendiri

1
3789

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Seorang anggota Sat Lantas Polres Nias yang tengah berada di ruang tunggu Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli tertembak peluru di bagian betis sebelah kanan. Peluru itu terlepas dari pistol milik temannya sendiri, Sabtu (6/8/2016) sekitar pukul 10.00. Anggota Sat Lantas tersebut kini mendapat perawatan medis di RSUD Gunungsitoli.

Menurut beberapa saksi mata, kejadian peluru nyasar itu terjadi saat kedua anggota Sat Lantas Polres Nias tersebut tengah duduk-duduk di kursi ruang tunggu UGD RSUD Gunungsitoli. Tiba-tiba saja, terdengar bunyi letusan. Seketika anggota polisi lainnya, HN, merintih kesakitan.

“Tadi itu terdengar bunyi keras. Kami kira ledakan bom. Lalu ada yang teriak, ‘ada polisi tertembak’ dan kami pun menghampiri di depan UGD ini. Polisi sama polisi,” kata salah seorang pegawai RSUD Gunungsitoli yang meminta namanya tidak perlu ditulis.

Tak lama berselang, dr. Adieli Zega yang lagi bertugas di UGD kepada Kabar Nias mengatakan, kejadian itu bermula saat dua anggota polisi sedang berada di ruang tunggu RSUD. Keduanya sedang bertugas terkait kasus kecelakaan di jalan raya di mana kaki korbannya diamputasi. Dari informasi yang dihimpun dr Adieli, seorang anggota polisi yang lagi duduk tengah membersihkan pistol yang dibawanya.

“Tak lama kemudian terdengar sebuah ledakan. Sebuah peluru terlepas dari pistol tersebut dan mengenai betis seorang polisi. Polisi yang terkena peluru itu langsung mendapat pertolongan medis,” ujar dr Adieli.

Menurut dr Adieli, peluru itu menembus betis HN. “Luka tembakan ada dua di bagian otot betis sebelah kanan. Kan satu lubang saat peluru masuk dan satu lubang saat keluar,” ujar Adieli sambil menunjuk kaki betisnya sebelah kanan.

Dilarang Diliput

Beberapa wartawan yang mendengar kejadian itu langsung mendatangi ruang UGD RSUD Gunungsitoli. Akan tetapi, beberapa anggota polisi yang mengaku dari Propam Polres Nias, yang berjaga di depan ruang tunggu UGD, tidak mengizinkan para wartawan masuk. Mereka pun tidak bersedia memberikan keterangan terkait insiden penembakan tersebut.

“Tidak boleh masuk dan meliput dalam ruangan,” ujar anggota Propam Polres Nias, Wijaya, kepada wartawan.

Anggota Polres Nias lainnya yang berada di RSUD Gunungsitoli juga memilih tidak bersedia memberikan informasi terkait kejadian itu. Mereka meminta agar wartawan mengonfirmasi kepada atasan mereka saja.

“Saya tidak tahu kalau ada penembakan. Nanti ada pimpinan yang berhak bicara,” ujar salah seorang anggota polisi bernama Sonahami Lase. Namun, dia membenarkan jika ada polisi yang lagi bertugas di RSUD Gunungsitoli dalam rangka penanganan korban kecelakaan yang tengah dioperasi. Saat ditanya siapa identitas anggota polisi yang melepaskan tembakan itu, Sonahami tidak bersedia menjawab.

Pengamatan Kabar Nias, di bawah kursi yang berada di luar ruang UGD masih terdapat bercak darah yang sudah dibersihkan. Sabtu sore, anggota Polres Nias yang berjaga sekitar 10 orang. Untuk menghindari wartawan, akhirnya korban HN dipindahkan ke ruang resusitasi UGD.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan resmi dari pihak Polres Nias terkait motif penembakan tersebut. [knc02w]

  • Markus Laia

    wah hati2 pak pol…ini dikasih tguran keras, bahkan bisa jadi dipecat