KRISIS LISTRIK

TNI Bantu Pengadaan Listrik di Pulau Nias

0
1044
Danrem 023 Kawal Samudra Kolonel infantri Fachri, Manajer Distribusi PL Wilayah Sumut Lasiran (baju putih) dan Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli Hadirat Gea saat meninjau llokasi pembangkit listrik di Gunungsitoli Idanoi, Rabu (6/4/2016). —Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI IDANOI, KABAR NIAS — Krisis listrik di Pulau Nias mendapatkan respons dari berbagai pihak, termasuk pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang mengerahkan pesawat Hercules untuk mengangkut mesin diesel berkapasitas 7 megawatt, Kamis (7/4/2016).

Hal itu disampaikan Danrem 023 Kawal Samudra Kolonel Infrantri Fachri saat datang mengecek langsung PLTD di Idanoi, yang berhenti beroperasi, Rabu (6/4/2016).

“Panglima TNI dan Polri akan membantu menangani masalah ini. Mempercepat pengiriman genset dari Jakarta berkapasitas 7 MW melalui Hercules. Yang diprioritaskan itu obyek vital. Dari Aceh Sabtu sampai di Nias, yaitu 12 MW,” kata Fachri yang didampingi oleh anggota DPRD Kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea, dan Manajer Distribusi Wilayah Sumatera Utara Lasiran.

Mesin yang diangkut Hercules itu dipastikan Fachri tiba Kamis pagi di Bandara Binaka. Sementara lokasi penempatannya diserahkan kepada PLN. “Seharusnya sore ini tiba, tetapi karena Bandara Binaka hanya beroperasi sampai pukul 18.00, makanya ditunda dan esok pagi pasti tiba,” ujarnya Rabu.

Menurut Fachri, kejadian yang sedang terjadi di Nias ini harus diambil hikmatnya. Saat ini pemerintah pusat tengah memberikan perhatian serius atas pemadaman listrik di Pulau Nias.

“Media massa harus menyampaikan kepada masyakarat bahwa pemerintah tidak diam menangani masalah ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama semua masalah ini teratasi,” ujar Fachri.

Kompensasi

Pemadaman pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Cabang Nias yang sudah mencapai 8 hari—sejak Jumat (1/4/2016) malam, Manajer Distribusi Wilayah Sumatera Utara Lasiran menyampaikan permintaan maaf bagi seluruh masyarakat Nias dan bagi pelanggan akan diberi kompensansi.

Lasiran menyampaikan hal itu saat temu pers di lokasi pembangkit Gunungsitoli Idanoi, Rabu.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Nias atas pemadaman ini. Ini di luar dugaan. Pemadaman ini ada karena mesin sewa kami penyedia tidak mau melanjutkan kontrak. Kalau PLN Nias tidak memiliki utang, tetapi dikaitkan di tempat lain. Seakan Nias dijadikan sandera,” ujar Lasiran.

“Pemadaman ini akan kami beri dispensasi sebesar 10 persen biaya rekening biaya beban. Ini secara otomatis dilakukan. Sementara meteran pulsa akan dikompensasi pada pembelian pulsa,” kata Lasiran.

Pemadaman sepihak ini, kata Lasiran, PLN Sumut memiliki tunggakan sebesar Rp 90 miliar ke American Power Rental (APR) melalui PT Prasti Wahyu di Tanjung Morawa dan Kualanamu, totalnya 75 MW. Karena tidak diperpanjang, APR dengan sepihak memadamkan listrik di Pulau Nias.

Akibat pemutusan sepihak itu, saat ini Pulau Nias mengalami krisis listrik sebesar 74,07 persen atau sekitar 20 megawatt (MW) dari total beban puncak yang mencapai 24 MW.

Menangulangi krisis listrik di Nias, PLN terus mengadakan genset dari luar Nias. Di Kota Gunungsitoli dibutuhkan 17 MW. Yang tersedia 3 MW dan mesin berkapasitas 7 MW akan segera tiba yang akan diangkut pesawat Hercules. Adapun mesin paralelnya tengah dikirim dari Aceh dan kemungkinan Jumat ini tiba di Nias.

“Dengan kehadiran mesin itu akan daya sekitar 22 MW. “Paling terlambat, Sabtu, di Gunungsitoli lampu listrik sudah mulai normal dan minggu depan semua di Nias sudah normal,” ujar Lasiran

Sejak 3 April 2016, pihak PLN telah menyediakan genset 17 unit dan mengirim 15 orang teknisi untuk menyuplai arus di beberapa kantor pemerintah dan rumah sakit. Biaya bahan bakar yang dibutuhkan semua ditanggung oleh PLN. [knc02w]