Sowa’a Laoli: Guru Harus Aplikasikan Hasil “Workshop” di Tempat Kerja

0
189
Peserta workshop. Foto Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengimbau semua guru yang mengikuti workshop, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Gunungsitoli, tidak hanya sekadar mengejar sertifikat melainkan harus mampu mengimplementasikan di tempat kerja. Apalagi Pemerintah Kota Gunungsitoli saat ini tengah menerapkan program rayonisasi.

Hal ini disampaikan Sowa’a saat menyampaikan arahan dan bimbingannya ketika membuka secara resmi workshop tersebut, di Hall Cenderawasih Kompleks Tabita, Kota Gunungsitoli, Jumat (29/7/2016). Ia mengingatkan agar proses belajar siswa di lokal setiap harus dipastikan berjalan dengan baik.

“Pengalaman selama ini, setiap ada workshop, yang dikejar hanya sertifikat. Penerapan ilmunya nanti. Kali ini harus mampu mengimplementasikan di tempat kerja. Workshop ini juga disaksikan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli,” kata Sowa’a.

Menurut Sowa’a, membangun kehidupan masyarakat tidak hanya dilihat dari segi pembangunan insfrastruktur. Juga dari segi peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan sehingga dapat bersaing hingga tingkat nasional. Saat ini, program rayonisasi tengah berjalan di setiap sekolah demi menumbuhkan rasa percaya masyarakat selain di Kecamatan Gunungsitoli.

“Rayonisasi demi pemerataan hak setiap warga Kota Gunungsitoli mendapatkan pendidikan. Sekolah yang di desa dan kecamatan harus sama kualitasnya yang ada di Kota Gunungsitoli,” kata Sowa’a.

Peserta Antusias

Peserta yang mendaftar pada workshop yang diselenggarakan selama dua hari itu (29-30/7/2016) cukup antusias. Semula panitia hanya menargetkan jumlah peserta untuk 200 orang. Namun, yang sudah tercatat sebanyak 387 orang dan pengamatan Kabar Nias, hingga acara berlangsung masih ada yang baru mendaftarkan diri.

“Kami tidak menduga peserta yang mendaftar melampaui target kami panitia. Peserta sudah tercatat sebanyak 387 orang. Semula target hanya 200 orang,” kata Gilbert Zebua, salah seorang panitia.

Sementara Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli Kariaman Zebua mengatakan, pelaksanaan workshop tersebut bagian dari perayaan ulang tahun ke-43 KNPI yang jatuh pada 23 Juli 2016. Menurut Kariaman, pemuda harus turut berdedikasi membangun Kota Gunungsitoli yang nyaman dan berdaya saing.

Adapun tema workshop dimaksud yaitu “Ayo Kerja, Majukan Pendidikan yang Berkarakter, Inovatif, Nyaman, dan Berdaya Saing”. Sementara yang menjadi narasumber adalah Kapolres Nias AKBP Bazawatö Zebua, SH., MH dengan membawakan makalah “Sistem Peradilan Pidana Anak”, Dr. Sadieli Telaumbanua, M.Pd sebagai dosen kopertis wilayah I Sumatera Utara dengan topik “Pendidikan Berwawasan Lingkungan (Pengembangan Tata Kelola Mewujudkan Sekolah Adiwiyata)”, Drs. Sinar Bornok Sinurat dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut dengan judul “Pembelajaran Berbasis Karakter, Inovatif, dan Kompetitif”, serta Marinus Gea, Se. M.Ak sebagai ketua ormas HIMNI atau anggota DPR RI asal Banten dengan topik pariwisata. [knc02w]