KECELAKAAN LAUT

Basarnas Nias: Sudima Lase Kemungkinan Terbawa Arus Laut

0
1616
Basarnas mencari Sudima Lase, Kamis (23/7/2015) siang. —Foto: Onlyhu Ndraha

LAHEWA, KABAR NIAS – Korban hilang, Sudima Lase (40), ibu rumah tangga, penduduk Desa Ombölata Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, di Pulau Te’u, Desa Hiligawölö, kompleks perkebunan kelapa di Toyolawa, Rabu (22/7/2015) pukul 21.00, diduga terbawa arus laut saat menarik jaring sendirian.

Hal ini diungkapkan Komandan Regu Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos Nias Noverman Agrius Löi, yang memimpin pencarian korban di lokasi kejadian, kepada Kabar Nias, Kamis (23/7/2015). Hingga Kamis sore, pencarian Sudima masih belum membuahkan hasil.

“Kemungkinan korban terbawa arus laut,” ujar Noverman saat istirahat siang (Baca Pencari Siput Laut Hilang di Pulau Te’u, Toyolawa).

Menurut Noverman, setelah berkoordinasi dengan suami korban, Buala Harefa, yang bersangkutan saat melihat jaring yang telah dipasang di selat antara Pulau Te’u dan Tanjung Toyolawa sendirian, tanpa menggunakan perahu. Pemasangan jaring itu dengan menyisir pantai pada kedalaman setinggi bahu.

“Itukan sudah malam, korban tanpa menggunakan penerang. Mungkin dia diterpa ombak lalu terbawa arus. Apalagi korban sendirian,” kata Noverman.

Selama 3 hari ke depan, Basarnas Nias akan melakukan pencarian korban dengan menurunkan tim penyelam dan jika tidak ditemukan akan ditambah waktu selama 4 hari lagi.

Selain Basarnas, pencarian korban juga dibantu oleh pihak Polsek Lahewa, BPBD Nias Utara, dan Tagana Dinas Sosial Nias Utara serta masyarakat sekitar.

Kepada Kabar Nias Buala menyampaikan bahwa pada Rabu malam, mereka bertujuh dari Desa Ombölata berangkat ke Pulau Te’u yang berjarak sekitar 200 meter dari Pantai Toyolawa menggunakan perahu pada pukul 15.00. Pulau ini termasuk wilayah Desa Hiligawölö, tetangga Desa Ombölata.

“Kami terpisah. Saya memasang jaring, istri saya bersama dua anak saya menyisir pantai mencari siput laut. Setelah beberapa lama, saya kembali ke tenda. Kemudian kedua anak saya juga kembali ke tenda tanpa disertai istri saya. Saya langsung shock dan bergegas mencari istri saya. Karena tidak ketemu, saya langsung menghubungi saudara saya, Ama Reni,” ujar ayah 5 anak itu.

Untuk diketahui, Pulau Te’u (Pulau Tikus) muncul di sekitar tanjung Toyo lawa pasca gempa bumi yang melanda Pulau Nias (28/3/2015) yang lalu. Masyarakat sekitar menyebutnya nama itu karena di pulau itu banyak ditemukan tikus. Menurut Kepala Desa Ombolata Yanuari Lase, pulau itu memiliki diameter panjang sekitar 600 meter dengan lebar sekitar 100 meter. [knc02w]