OTONOMI DAERAH

Papua Dukung Perjuangan Provinsi Kepulauan Nias

0
85
Ketua Umum BPP-PKN Mayjen TNI (Purn) Drs Christian Zebua, MM, berfoto bersama Willem Frans Ansanay dkk, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

JAKARTA, KABAR NIAS — Masyarakat Papua menyampaikan dukungannya atas perjuangan masyarakat Nias yang merindukan dibukakan moratorium oleh pemerintah pusat agar Kepulauan Nias menjadi provinsi. Hal itu disampaikan oleh salah satu Wakil Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Pusat asal Papua Willem Frans Ansanay, Jumat (12/1/2018).

“Kami memberikan spirit kepada saudara-saudara kami dari Nias yang sedang berjuang di bawah kepemimpinan Pak Christian Zebua sebagai orangtua kami juga dari Papua, semoga Nias menjadi provinsi sesuai dengan usulan Peraturan Pemerintah Nomor 78 yang sudah ada atau perubahan PP itu ke depan Nias dengan Papua bersama-sama dengan daerah lain akan mendapatkan apa yang diperjuangkan,” ujar Willem kepada Christian Zebua, Ketua Umum Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), Jumat (12/1/2018) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Willem mengharapkan masyarakat Nias agar tidak putus asa dan terus berjuang. “Jangan kecewa, kami Papua sudah dijanjikan tidak ada moratorium. Kami juga berdoa Nias akan menjadi provinsi,” kata Willem.

Willem menceritakan pertemuan dirinya bersama tim Bara JP dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (12/1/2018) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa moratorium khusus Papua, karena berada di perbatasan, akan ditiadakan.

“Puji Tuhan, dari pertemuan 15 perwakilan Bara JP dengan Presiden, kemarin, saya mengingatkan Bapak Presiden kembali bagaimana tentang pemekaran Provinsi Papua. Presiden menyatakan, untuk Papua moratorium ditiadakan. Dengan demikian, Papua menunggu proses yang dikaji oleh pemerintahan pusat. Akan tetapi, kami juga tim Bara JP dan tokoh-tokoh masyarakat Papua juga akan mengkaji bagaimana konkret landasan hukumnya, juga budaya yang ada di Papua, sehingga sinergi. Presiden mengambil sikap dengan permohonan kami lewat pembuatan keppres,” kata Willem.

Seperti disampaikan Willem, dalam kesempatan pertemuan dengan Bara JP, saat memberikan pengarahan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan dimulai dari pinggir dan bukan lagi Jawa sentris. Pembangunan dijalankan dengan konsep Indonesia sentris.

“Memang untuk daerah-daerah lain tidak disinggung dalam pertemuan itu, hanya Papua yang disampaikan seperti itu (peniadaan moratorium). Tetapi, menurut saya, di dalam pertemuan Presiden dengan Bara JP, saat memberikan pengarahan dan menyemangati semua anggota Bara JP dari seluruh Indonesia, disampaikan bahwa konsep membangun Indonesia itu adalah Indonesia sentris, tidak bisa lagi hanya bangun-bangun Jawa. Dengan konsep Nawacita, yakni membangun dari desa ke kota, dari pinggiran ke kota. Dengan demikian, saudara-saudara kami dari Nias harus tetap bersemangat tetap menyiapkan diri,” ujar Willem kepada Christian Zebua, mantan Pangdam XVII/Cenderawasih, Papua .

Menyatu dengan Orang Papua

Willem dalam pertemuan itu mengaku senang bisa bertemu lagi dengan Christian Zebua. “Sebab beliau ini, bukan hanya orang Nias, melainkan juga orang Papua. Karena Bapak pernah menjabat sebagai Pangdam di sana dan sudah sangat menyatu dengan kami orang-orang Papua.

Christian menyampaikan apresiasi dan sukacita atas kabar baik yang disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat Papua. Bagi Christian, Papua adalah juga keluarganya karena pernah bertugas lama di daerah paling timur Indonesia itu.

Bahwa keinginan pemekaran Provinsi Papua ini  sudah sangat lama prosesnya. dan sebelum pertemuan kemarin masih di tataran moratorium.

“Sebagai sesama anak negeri yang hidup di daerah terluar (perbatasan), tertinggal, terdepan, dan terpencil, sama dengan Papua, kami masyarakat Nias senang mendengar Bapak Presiden Jokowi meniadakan moratorium untuk Papua. Ini kabar baik sehingga saudara-saudara kami di Papua semakin sejahtera,” ujar Christian.

Dalam kesempatan itu, Christian mengusulkan untuk membentuk Forum Komunitas Daerah Tertinggal, dan meminta dukungan dari masyarakat Papua.

“Pada prinsipnya kami selalu siap (dengan forum komunitas daerah tertinggal). Keberadaan kami dari Papua tidak hanya milik Papua, tetapi milik semua rakyat Indonesia. Kita harus bersatu membangun negeri kita. Kapan diundang, kami siap. Kami juga akan mengerahkan stakeholder kami untuk teman-teman bersama dengan Nias. untuk maju dengan hal-hal yang diperjuangkan. Tuhan Yesus memberkati Nias,” kata Willem.

Berita Terkait

Rektor IKIP: APB 2015 Belum Diserahkan ke Yaperti Nias GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli mengakui bahwa hingga kini masih belum menyerahkan Anggaran Penda...
Pilkades di Kabupaten Nias Tunggu Peraturan Daerah ONONAMŐLŐ, KABAR NIAS – Pelaksanaan pemilihan umum kepala desa (pilkades) di Kabupaten Nias tidak bisa dilaksanakan pada 2015. Hal itu karena perubaha...
Persyaratan Kepulauan Nias Menjadi Provinsi Sudah Lengkap JAKARTA, KABAR NIAS — Syarat kepulauan Nias menjadi provinsi sudah lengkap dan tinggal menunggu kearifan dan kemauan politik dari pemerintah pusat ser...
“Simbi”, Tanda Penghormatan Tulus Orang Nias Oleh Apolonius Lase Bila pernah ke rumah adat Nias, baik di selatan maupun di utara, Anda akan melihat pajangan rahang bawah babi dalam berbagai u...
Pasangan “Aine” Mendaftar di KPU Nias Barat LAHÖMI, KABAR NIAS – Pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati Nias Barat periode 2016-2021 yang diberi julukan pasangan "Aine”, yaitu Adrian...