USAHA PERIKANAN

Potensi Budidaya Udang di Pulau Nias Perlu Dijajaki

0
163
Petambak udang, Efendi Zebua (kanan), menjawab pertanyaan pengunjung tambak, antara lain Ketua Umum BPP-PKN Christian Zebua (kiri), Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nias Barat Dalizaro Waruwu (berkacamata), Jumat (19/1/2019).

JAKARTA, KABAR NIAS — Kepulauan Nias dengan dikelilingi laut yang luas berpotensi besar di bidang perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Budidaya udang vaname salah satu yang bisa dilakukan oleh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun swasta, di Pulau Nias dengan melalui beberapa tahapan.

Hal ini disampaikan oleh petambak udang asal Nias, Efendi Zebua, Jumat (19/1/2018), di tambak miliknya di wilayah Banten, saat menerima rombongan Orahua Tötönafö Diaspora Nias, pengurus Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari Nias Barat dan Nias Utara.

“Budidaya udang vaname bisa diujicobakan di Pulau Nias. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, antara lain penyiapan lahan di pinggir laut, kemudian mengukur tingkat keasaman (pH) dan kadar garam air laut. Kemudian baru mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan, seperti listrik, kipas air, terpal, bibit udang atau benur, pakan,” ujar Efendi saat mempresentasikan rencana bisnis pembudidayaan udang vaname di Hotel Ibis, Serpong, Tangerang, Jumat malam.

Menurut Efendi, udang vaname tergolong jenis yang banyak dicari oleh dunia internasional. Jika dilakukan secara baik dan profesional, pembudidayaan udang vaname cukup mendatangkan hasil bagi petambaknya.

Untuk diketahui, kelompok diaspora Nias Orahua Tötönafö, yang aktif berdiskusi dalam grup WhatsApp, bekerja sama dengan BPP-PKN, memfasilitasi kunjungan para kepala dinas kelautan dan perikanan se-kepulauan Nias ke tambak milik Efendi Zebua. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai studi banding dan memetik pengalaman dari kesuksesan petambak Efendi Zebua.

Kepala dinas yang ikut berkunjung di tambak udang milik Efendi ini diharapkan melakukan terobosan dengan merencanakan program yang bisa segera dieksekusi di daerah masing-masing.

“Harapan kita para kepala dinas yang ikut bisa segera melakukan terobosan. Jika Bapak Efendi berhasil di negeri orang, kita di Nias juga pasti bisa, apalagi didukung oleh kepala daerah. Kita pasti berhasil. Bapak Efendi telah siap menjadi konsultan,” ujar Christian Zebua, Ketua Umum BPP-PKN.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua mengaku sangat senang bisa diberi kesempatan untuk berkunjung di tambak udang milik diaspora Nias ini.

“Ini pengalaman sangat berharga buat kami. Kami akan mencoba merencanakan untuk dilaksanakan di Nias Utara. Tambak udang ini cocok sekali diimplementasikan di Pulau Nias. Kami berharap Pak Efendi bersedia menerima tim dari Nias Utara untuk magang di tambak miliknya beberapa lama dan berkenan menjadi konsultan bagi kami,” ujar Sabar Jaya.

Hal yang sama disampaikan oleh Dalizaro Waruwu, Kepala DKP Nias Barat. Ia melihat tambak udang milik Efendi Zebua ini bisa menjadi contoh yang bisa diimplementasikan di Nias Barat.

Lahan tambak dengan seluas 6 hektar milik Efendi Zebua, seorang diaspora Nias.

Tokoh diaspora Nias, Fönali Lahagu, yang ikut dalam rombongan, mendorong pemerintah daerah di Kepulauan Nias melakukan berbagai program di dua bidang unggulan Kepulauan Nias, yakni sektor pariwisata dan perikanan.

“Dua unggulan ini perlu digerakkan lewat berbagai program-program yang bisa menambah PAD dan juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tim penyusun cetak biru pembangunan kepulauan Nias 25 tahun ke depan akan mengeksplorasikan dua sektor ini,” ujar Fönali.

Hal yang sama disampaikan Otniel Lizaro Waruwu, diaspora Nias yang tinggal di Jakarta. “Prospek usaha tambak udang ini sangat baik. Bisa diterapkan di Pulau Nias dengan karena pantainya panjang. Memang memerlukan survei. Dengan demikian, investor akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.

Program pembudidayaan udang ini perlu dilakukan sebaik-baiknya agar tidak gagal. Pengalaman selama ini, program di pemerintahan daerah terkesan hanya berorientasi pada bagaimana menyalurkan dan menghabiskan anggaran tanpa peduli apakah program itu bermanfaat bagi masyarakat dalam waktu jangka panjang.

“Ke depan perlu perencanaan matang, mulai dengan penentuan output, outcome, dan dampak yang ingin dicapai. Dari awal perlu diketahui apa saja bentuk aktivitas yang dilakukan untuk mencapai berbagai hasil akhir. Yang tidak kalah penting, sejak awal juga perlu pelibatan stakeholder. Jangan sampai di tengah jalan ada masalah dan gagal hanya karena ada pemangku kepentingan yang merasa tidak dilibatkan,” ujar Agus Paterson Sarumaha, salah seorang diaspora Nias yang juga seorang konsultan sejumlah perusahaan.

Berita Terkait

Nias Utara Serius Kelola Sektor Perikanan dan Kelautan BOGOR, KABAR NIAS — Pemerintah Kabupaten Nias Utara terus menggenjot pembangunan dan pengelolaan sektor kelautan secara serius. Salah satunya dengan m...
Wakil Kepulauan Nias Perlu Bersiap Ikuti Kontes Putera-Puter... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Tidak pernah dilibatkan dan diajak dalam pemilihan Putera-Puteri Bahari Indonesia yang diluncurkan sejak 2012, pada pelaksa...
Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, Pemkot Gunungsitoli Bagi... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pertanian Dan Kelautan Kota Gunungsitoli menyerahkan 57 perahu berukuran 0,5 gro...