Dr Ria Telaumbanua: Ikatan Perempuan Nias Perlu Dibentuk

2
1273
dr Ria Novida Telaumbanua —Foto: Dokumentasi Pribadi

PEMATANG SIANTAR, KABAR NIAS — Didasari oleh keprihatinan atas kondisi perempuan Nias di perantauan yang kurang diperhatikan dan termajinalkan, dr Ria Novida Telaumbanua, Direktur Umum RSUD Djasamen Saragih, Pematang Siantar, akan membentuk Ikatan Perempuan Nias, yang akan dimulai dari Pematang Siantar, Simalungun, Sumatera Utara.

“Besok (Selasa, 11/8/2015) ada pertemuan di kantorku untuk membentuk Ikatan Perempuan Nias. Aku mengundang beberapa perempuan pemerhati ono niha guna merencanakan pembentukan LSM ini. Ada banyak perempuan tidak bersekolah dari Nias masuk ke Siantar. Hidup mereka sangat miris. Perempuan-perempuan Nias di perantauan saatnya harus ada yang memperhatikan,” ujar ibu dari Samuel Starlight, Suzanne Sarah, Stefan Solagratio, itu, Senin malam.

Menurut penyuka tanaman anggrek ini, seharusnya anak-anak perempuan yang keluar dari Nias harus diberi modal keterampilan supaya mereka bukan menjadi warga kelas dua di perantauan dan dianggap rendah. “Perempuan Nias di perantauan banyak yang dianggap sepele dan kadang hanya dianggap sampah, direndahkan, karena tidak memiliki keterampilan,” ujar dokter kelahiran Pematang Siantar, 23 November 1961, itu.

Istri dari EW Simanjuntak (52) ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami saudara-saudaranya dari Nias sehingga, di sela-sela waktunya yang sangat sempit, ia menyempatkan untuk melakukan sesuatu untuk perempuan-perempuan Nias di perantauan, yang ia mulai dulu di Pematang Siantar.

“Siapa lagi yang akan memperhatikan nasib para anak perempuan Nias yang ada di perantauan. Perempuan itu tiang keluarga. Di Siantar, banyak perempuan menjadi penenun ulos, tetapi mereka tidak mendapatkan hak-haknya, khususnya di bidang kesehatan,” kata lulusan Magister Epidemiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU), ini.

Untuk itu, kata dr Ria, pada pertemuan di kantornya itu akan mempertemukan perempuan pendeta, dokter, ibu-ibu yang peduli pada nasib perempuan Nias. “Kami akan bertemu dan membicarakan soal rencana pembentukan Ikatan Perempuan Nias ini. Hasilnya nanti akan saya infokan, ya,”  kata dr Ria yang juga lulusan Master of Hospital Administration Modern Institute of Management and Business Medan-American Institute of Management Studies USA, itu kepada Kabar Nias.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat, dr Ria akan segera meluncurkan rubrik bertajuk “Pojok Sehat dr Ria” di Kabar Nias. Rubrik ini akan menyediakan ruang konsultasi bagi pembaca Kabar Nias untuk bertanya tentang berbagai masalah kesehatan. Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada dr Ria melalui dengan mengisi formulir di sini. [knc01r]

BAGIKAN
Berita sebelumyaPerda Perlindungan Anak Perlu Segera Dibuat
Berita berikutnyaPojok Sehat: Apakah Air Tajin Bisa Menjadi Pengganti Susu Bayi?
Apolonius Lase
Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, "Kamus Li Niha (Nias Indonesia)" telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com
  • Apolonius Lase

    Semoga menjadi inspirasi di tempat lain. Saran saya, IPN yang di Siantar dijadikan induk secara nasional atau internasional. Hapuskan dulu di pikiran baru berbuat jika sudah ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Selama kendala yang dialami, sebuah falulusa tidak berjalan karena terbelenggu penyakit struktural. Itu baik, tetapi lebih baik lagi jika yang diutamakan itu adalah hasilnya.

  • tika

    Semoga rencana baik ini dapat terlaksana. Diterima dan didukung oleh banyak orang, bukan hanya oleh perempuan, namun juga oleh laki-laki