INFRASTRUKTUR

Truk Pengangkut Batako Jatuh di Jembatan Darurat Saonö

0
21
Truk pengangkut batako jatuh di Jembatan Saonö yang rusak parah, Sabtu (12/5/2018). —Foto Firman Daeli

LAHÖMI, KABAR NIAS,COM – Sebuah truk pengangkut batako bernomor Polisi BB 8023 U jatuh terbalik di jembatan darurat Saonö, Lahömi di Desa Tigaserangkai, Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat. Kejadian naas ini terjadi pukul 13.30, Sabtu (12/5/2018). Tidak ada korban jiwa. Seorang kernet mengalami luka. Akibatnya peristiwa tersebut arus lalu lintas terganggu.

Jembatan Saonö merupakan akses vital penunjang perekonomian masyarakat sekitar. Jembatan ini berjarak sekitar 3 kilometer dari Kantor Bupati Nias Barat menghubungkan jalan dari Kecamatan Kecamatan Lahömi dengan Kecamatan Sirombu. Selain itu juga sebagai akses jalan dari Nias Barat menuju Kabupaten Nias Selatan sehingga banyak pihak berharap kepada Pemerintah Kabupaten Nias Barat, khusus Dinas PUPR, untuk segera melanjutkan pembangunan pengganti jembatan yang permanen serta membangun jembatan darurat yang standar demi keselamatan pengguna jalan.

“Truk ini membawa batako dan jalan satu-satunya harus melalui jembatan darurat ini. Naas, truk tersebut pun jatuh karena jembatan yang terbuat dari batang kelapa itu kemungkinan patah dan lepas dari posisinya akibat kelebihan beban sehingga truk menjadi terguling dan jatuh,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi, Sabtu.

Terbengkalai

Jembatan darurat Saonö yang rusak parah ini dikerjakan oleh kontraktor/rekanan PT Tombang dengan Konsultan Perencanaan CV. Manunggal Ria Melta Dev. Konslultant, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017.

Sejumlah pihak menilai, pengawasan dalam pengerjaan proyek jembatan Saonö dari instansi terkait tidak berjalan sama sekali. Hal ini terbukti dari pengerjaan jembatan itu yang terkesan asal jadi. Jembatan itu kini mangkrak. Untuk kelancaraan lalu lintas, pengembang hanya membuat jembatan darurat seadanya.

Seperti diberitakan Kabar Nias sebelumnya, terkait terbengkalainya pembangunan jembatan ini, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan aparat hukum mengusut potensi adanya kerugian negara yang timbul. Masyarakat menilai, pagu anggarannya yang besar tidak sebanding dengan pembangunan fisik yang sudah terlaksana. (Baca: Warga Pertanyakan Pengerjaan Jembatan Saonö di Lahömi)

Di tempat berbeda, Ketua LSM Trategis Nias Barat Tuhogö Maruhawa menyesalkan pelaksanaan pembangunan jembatan pengganti Saonö karena tidak berjalan dengan baik dan terkesan ada persoalan yang rumit. Padahal, anggaran biaya pembangunan jembatan tersebut cukup besar.

“Apa sih persoalannya? Kenapa pembangunan jembatan itu terbengkalai dan tidak dilanjutkan? Semestinya Dinas PU tidak berdiam diri, tidak  pasif dan atau terus menunggu apalagi kalau melempar tanggung jawab sebagai dinas teknis. Kita meminta supaya ada kesinergian untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan, jangan menunggu kejadian berikutnya,” ungkapnya.

Warga Nias Barat ini menuntut pemerintah harus berani menindak atau memberi sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. “Kalau tidak ada ketegasan terhadap mereka, ke depan para pengembang itu akan merajalela. Oleh karena itu, pemerintah harus berani menindak atau memberikan sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Truk yang terperosok menghalangi kelancaran arus lalu lintas warga dan kendaraan, Sabtu (12/5/2018). —Foto: Firman Daeli

Hal yang sama juga disuarakan salah aktivis dan tokoh pemuda Nias Barat, Firman Daeli. Ia berharap pelaksanaan pembangunan Jembatan Saonö tahap II segera dilanjutkan mengingat akses tersebut merupakan urat nadi mengangkut kebutuhan masyarakat dan hasil pertanian seperti karet dan hasil alam lainnya.

“Robohnya jembatan ini merupakan kegagalan dalam penerapan standar keselamatan. Harus ada pihak yang bertanggung jawab. Lalu untuk saat ini yang perlu segera dipikirkan pembangunan jembatan darurat agar urat nadi perekonomian cepat pulih,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, mobil truk yang terjebak dalam Jembatan rusak itu belum diangkat karena kekurangan alat derek. Penanganannya dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat belum diketahui seperti apa bentuknya. Saat Kabar Nias mencoba melakukan konfirmasi kepada Bupati Nias Barat melalui telepon seluler tidak dapat dihubungi dan Kadis PUPR Kabupaten Nias Barat tidak ada jawaban atau sedang sibuk. [knc07w]

Berita Terkait

Mahasiswa Nias Barat Kehendaki Bupati yang Antikorupsi GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Masyarakat Nias Barat membutuhkan pemerintahan yang serius memikirkan kesejahteraan masyarakat serta pemerintahan yang memi...
Warga Tagih Janji Pemkab Nias Barat Perbaiki Jalan Bawadasi LAHOMI, KABAR NIAS — Ruas Jalan Bawadasi yang menghubungkan ibu kota Kabupaten Nias Barat dengan Kantor Camat Lahömi rusak parah di beberapa tempat. S...
37 Personel Polisi Amankan Kantor KPU Nias Barat LAHÖMI, KABAR NIAS – Sebanyak 37 personel Polri dikerahkan guna mengamankan Kantor KPU Nias Barat yang akan menggelar pendaftaran bakal calon kepala d...
Dijaga 12 Personel Polisi, Rekapitulasi Suara di Lahömi Aman... LAHÖMI, KABAR NIAS — Pelaksanaan penghitungan surat suara pilkada di tingkat Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat, Sabtu (12/12), di Aula Kantor Cam...
Pemkab Nias Barat Kurangi Anggaran Program Pro-Rakyat? Oleh Postinus Gulö, SS., M.Hum Menyampaikan kritik mesti dengan niat tulus. Kritik mesti didukung oleh data yang akurat untuk membuka pikiran pemba...