DEBAT PUBLIK II PILGUBSU

Djarot/Sihar: Ketimpangan IPM di Kepulauan Nias Harus Segera Diatasi

0
85
Sumber foto: NewsCorner

MEDAN, KABAR NIAS — Dalam memperkecil ketimpangan antara barat, tengah, dan timur, pengelolaan APBD harus diefisienkan, terutama dengan menambah alokasi APBD ke daerah yang IPM rendah, seperti Kepulauan Nias. Pasangan Djarot-Sihar berjanji akan ada perlakuan khusus bagi daerah seperti Kepulauan Nias.

Demikian disampaikan oleh pasangan Djarot-Sihar saat berlangsungnya debat publik calon gubernur-calon wakil gubernurt Sumatera Utara, Sabtu (12/5/2018).

“Kami akan, pertama, efisiensi dalam operasional APBD, mengurangi kebocoran dalam biaya investasi, dan kemudian akan melibatkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BUMD, dan juga parttnership antara swasta dan pemerintah. Dengan demikian pengalokasian dana akan kita berikan pada daerah yang sangat membutuhkannya, seperti Nias. Mereka memang mempunyai IPM yang rendah, dan gini rasionya yang lebih rendah dan akan memberikan percepatan bagi Nias. Dan Nias ini pun akan menjadi jangkar perekonomian bagi regional di Barat,” ujar Sihar Sitorus, calon wakil gubernur Sumatera Utara.

Ditambahkan Djarot dalam paparan programnya jika terpilih jadi Gubernur Sumatera Utara, ketimpangan yang ada di Sumatera Utara, bukan hanya masalah infrastruktur, melainkan juga ketimpangan dari sisi akses ekonomi dan tingkat pendapatan. “Kalau kita lihat data, maka IPM yang paling rendah ada di Kepulauan Nias,” kata Djarot. Menurut dia, harus ada penangangan khusus bagi Nias ini.

Djarot mengatakan, untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan yang dikerjakan oleh Djoss adalah akan membantu warga miskin  dan yang kurang beruntung supaya otaknya pintar.

“Kami akan luncurkan Kartu Sumut Pintar. Saudara-saudaraku jangan sampai tidak sekolah biaya akan kami tanggung. Djoss juga akan membikin Kartu Sumut Sehat. Kalau sakit ke rumah sakit kami yang akan membayar melalui Kartu Sumut Sehat dan BPJS anggarannya akan diambil dari APBD,” ujarnya.

Djarot juga berjanji akan memberikan bantuan beasiswa Rp 12 juta per tahun kepada warga Sumut dari keluarga miskin yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Selain itu, kata Djarot, mereka juga akan membikin warga Sumut kenyang tidak kelaparan dengan meluncurkan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera. Sementara untuk transportasi yang rusak ada sekitar 500 km jalan raya, Djarot berjanji, akan menyelesaikannya dalam waktu dua tahun.

Sementara itu, pasangan Eramas, khusus penanganan stunting, mengatakan, telah menyiapkan petugas kesehatan siaga, ambulans siaga, sehingga kebutuhan masyarakat akan kesehatan bisa diatasi.

“Untuk istilah stunting ini, yang baru saya tahu, saya akan hafal dan ingat terus. Jika sudah jadi gubernur, saya akan mengatasinya dengan program-programnya sudah kami susun,” kata Edy Rahmayadi.

Edy juga menegaskan pentingnya menjaga warisan-warisan sejarah di Sumatera Utara sehingga peninggalan sejarah itu bisa menjadi sumber pengetahuan bagi anak-cucu ke depan. Terkait pendidikan, Eramas juga menitikberatkan pendidikan tidak saja pada pendidikan formal, tetapi juga buat pendidikan nonformal.

Berita Terkait

Daya Tarik Kemeja Putih bagi Para Kontestan Pilkada Coba perhatikan, pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di kepulauan Nias, sejauh ini, yang mendaftarkan diri ke KPU hampir semua ...
Kampanye Akbar HD-Sanolo Dihadiri Sekitar 20.000 Pendukung TELUKDALAM, KABAR NIAS — Kampanye akbar pasangan calon Hilarius Duha-Sazanolo Ndruru (HD-Sanolo) nomor urut 3 dihadiri sekitar 20.000 pendukung dan si...
3 Pasangan Calon Mendaftar di KPU Nias Utara LOTU, KABAR NIAS – Pada hari ketiga pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Nias Utara, Selasa (28/7/2015), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias U...
Akhirnya, Yulham Resmi Jadi Peserta Pilkada di Kota Gunungsi... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Setelah dua kali ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli, akhirnya pasangan calon wali kota-calon wakil wali ...
PNS dalam Pusaran Politik Lokal Oleh Fotarisman Zaluchu Seorang teman yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di salah satu instansi di Pulau Ni...