RAT KE-23 KOPERASI TOKOSA

KSU Tokosa Antarkan Ratusan Anggotanya Jadi Sarjana

0
131
Suasana RAT 2017 KSU Tokosa, Sabtu (17/3/2018).

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Salah satu instrumen mencapai kesejahteraan masyarakat di Pulau Nias adalah dengan menjalankan kegiatan koperasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para anggota, baik kebutuhan pokok maupun untuk pendidikan. Peran koperasi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kepulauan Nias perlu terus didorong terutama dalam membantu pembiayaan pendidikan serta peningkatan gizi keluarga.

Hal itu mengemuka pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-23 Koperasi Serba Usaha (KSU) Tokosa, yang digelar di Gedung Gereja Fanörötödö BNKP Kota Gunungsitoli, Jalan WR Supratman No 6, Kota Gunungsitoli, Sabtu (17/3/2018).

“Koperasi Tokosa ini awalnya dibentuk karena kegelisahan keluarga, utamanya orangtua saya, bahwa banyak saudara kami di kampung yang tidak bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi karena ketiadaan biaya. Untuk itu, berawal dari melakukan arisan-arisan keluarga, lalu ada ide membuat koperasi ini. Hingga sekarang, sudah ratusan anak dari anggota bisa meraih gelar sarjana lewat Koperasi Tokosa,” ujar Otniel Lizaro Waruwu, salah seorang inisiator atau pendiri KSU Tokosa, kepada Kabar Nias, Sabtu.

Selain itu, KSU Tokosa juga menjalankan misi sosial dengan terus hadir di setiap ada anggota yang kemalangan, sakit, atau bahkan menikah. Hal ini makin mengikat hubungan kekeluargaan sesama anggota.

“Sistem koperasi ini sangat membantu dan anggota tidak terbebani seperti halnya jika meminjam di bank. Bunga di koperasi kecil. Bahkan, anggota yang sering meminjam akan mendapatkan pembagian SHU lebih banyak. Keluarga-keluarga di Pulau Nias ini kita dorong untuk mereplikasi koperasi sehingga IPM kita bisa terdongkrak naik,” kata Otniel. Ada empat indikator dari IPM adalah angka harapan hidup, angka melek huruf, lama sekolah, serta pengeluaran per kapita.

Kekuasaan Tertinggi

Dijelaskan Ketua Pengurus KSU Tokosa Fauluaro Waruwu, rapat anggota tahunan merupakan kekuasaan tertinggi dalam sistem koperasi sehingga para anggota yang menentukan bagaimana jalannya koperasi lewat RAT pada tahun berikutnya.

“Di samping menerima berupa SHU, para anggota juga diminta memberi saran, pendapat, karena yang tertinggi di koperasi ini adalah RAT. Hasil dari RAT ini menjadi pedoman bagi pengurus menjalankan tugas selama 2018. Apa yang terbaik dilakukan di 2017 kita lanjutkan. Kami mohon kepada Bapak/Ibu anggota, jangan malu untuk memberi saran karena koperasi ini kepunyaan kita bersama,” kata Fauluaro didampingi Sekretaris Tareli Gulö dan Bendahara Benaria Gulö.

“KSU Tokosa sudah 23 tahun, yang utama di sana, semua anggota dan pengurus, punya rasa memiliki, ada rasa tanggung jawab, ada rasa kekompakan. Ini yang utama kita bina, kita pelihara di koperasi kita ini sehingga bisa berjalan. Berjaya terus KSU Tokosa ini. Ini harapan kita,” tambah Faulu’aro.

Dalam kesempatan itu, hadir mewakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Mariana Harefa, Amd, Kepala Seksi Koperasi. Menurut Mariana, modal utama dalam koperasi adalah kekuatan sendiri, kerja keras, dan usaha anggota-anggota sehingga koperasi seperti itu tidak mudah terguncang bahkan dapat bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya.

“Saya minta kepada pengurus KSU Tokosa dapat tetap menunaikan kewajiban sebagai pengurus dan anggota, kembangkan koperasi sesuai potensi yang dimiliki, manfaatkan peluang-peluang ekonomi, terutama hal-hal yang menjadi kebutuhan para anggota dan tetap menyampaikan laporan perkembangan koperasi secara rutin sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Mariana.

Hingga saat ini, KSU Tokosa memiliki modal sebanyak Rp 3,5 miliar dengan jumlah anggota aktif 343 orang. Pada RAT ini dewan pengurus dan dewan pengawas yang baru terpilih dilantik langsung oleh Kepala Seksi Koperasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Mariana Harefa.

Dukungan Pembentukan Provinsi

Dalam kesempatan RAT tersebut, anggota KSU Tokosa sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Nias, mendeklarasikan dukungannya terhadap upaya perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang sedang diupayakan oleh kelima pemerintahan kabupaten/kota.

Ketua Pengurus KSU Tokosa Fauluaro Waruwu menyerahkan Deklarasi KSU Tokosa untuk mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Sabtu (17/3/2018).

Deklarasi itu dibacakan oleh Ketua KSU Tokosa Fauluaro Waruwu di hadapan anggota KSU Tokosa dan Ketua Umum Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) Mayjen TNI (Purn) Drs Christian Zebua, MM, yang menerima langsung deklarasi itu.

“Sebagai bagian dari integrasi masyarakat Kepulauan Nias, kami anggota KSU Tokosa memberikan dukungan penuh kepada Forkada Kepulauan Nias melalui lembaga yang dibentuk untuk segera menyukseskan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Kami juga menyuarakan agar pemerintah pusat segera memberikan status daerah otonomi baru bagi Nias, yaitu Provinsi Kepulauan Nias,” kata Fauluaro.

Christian Zebua dalam sambutannya menyatakan bahwa KSU Tokosa ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat di Kepulauan Nias. “Sebagai bagian dari orang Nias, saya sangat bangga dan mengapresiasi apa yang sudah berhasil dilakukan oleh Koperasi Tokosa, terutama yang sudah menyumbang di bidang pendidikan para anggotanya. Hanya lewat pendidikanlah kita semua ini bisa bersaing dengan daerah lain. Kepada adik-adik yang masih remaja anggota KSU Tokosa, kejarlah pendidikan setinggi-tingginya. Tak masalah kita dari kampung. Terus belajar. KSU Tokosa akan membantu biaya. Selain itu, modal kita yang lain yang perlu kita pegang, yaitu takut akan Tuhan, kerja keras, dan disiplin,” ujar mantan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Papua, itu.

Christian juga membeberkan berbagai langkah yang sudah, sedang, dan akan dilakukan oleh BPP-PKN untuk mencapai visi bersama, yaitu terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias sehingga masyarakat Nias bisa sejahtera, maju, dan mandiri sejajar dengan masyarakat lain di daerah lain.

“BPP-PKN berterima kasih dukungan semua elemen masyarakat. Deklarasi ini akan menjadi penguat untuk kita ajukan kepada Pak Presiden Jokowi bahwa kebutuhan menjadi provinsi itu bukanlah kepentingan elite atau kelompok tertentu. Ini benar-benar datang dari akar rumput,” kata Christian.

Berita Terkait

Pertaruhan Lima Tahun untuk Sebuah Reputasi Oleh Fikar Damai S. Gea Babak baru kepemimpinan daerah di Kepulauan Nias akan segera dimulai. Mari kita lupakan betapa panasnya suhu Pilkada serent...
Kualitas Koperasi Harus Ditingkatkan di Kabupaten Nias HILISERANGKAI, KABAR NIAS – Agar menjadi sokoguru dalam memajukan perekonomian nasional, koperasi harus berkualitas dan mampu berperan dalam perekonom...