PILKADA DAMAI

KPU Gunungsitoli: Calon dan Tim Jangan Kampanye Hitam

0
1511

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Calon wali kota/wakil wali kota dan anggota tim peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 diminta tidak melakukan kampanye hitam serta menjelek-jelekkan lawan selama kampanye dan masa sosialisasi.

Hal ini disampaiakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli Sökhi’atulö Harefa saat membuka acara deklarasi kampanye damai sekaligus penandatanganan pakta integritas pasangan calon di Lapangan Merdeka, Kota Gunungsitoli, Kamis (27/8/2015).

“Mulai hari ini tahapan kampanye sudah dimulai, sampaikan visi-misi serta program kerja secara ideologis dan edukatif tanpa melakukan black campaign atau kampanye hitam. Hari ini diawali dengan kampanye damai kedua pasangan calon dengan mengelilingi Kota Gunugsitoli,” ujar Sökhi’atulö.

Kampanye, menurut Sökhi’atulö, merupakan kesempatan calon untuk sosialisasi di masyarakat dan harus taat pada aturan. Masyarakat Kota Gunungsitoli sudah cerdas dan mampu menentukan pilihannya.

“Rapat terbuka, terbatas, dan tertutup sudah dapat dilaksanakan. Dialog, debat kandidat akan segera dijadwalkan,” ujarnya.

Untuk itu, berdasarkan aturan, khususnya iklan di media massa, calon baru dapat beriklan dua minggu sebelum pemilihan. “Saya tegaskan kepada calon, kampanye melalui media massa atau beriklan di media massa, baik elektronik maupun surat kabar, masih belum bisa. Nanti 14 hari sebelum pemilihan 9 Desember 2015 baru dapat menggunakan media massa,” ujar Sökhi’atulö.

Kepada Kabar Nias, Sökhi’atulö mengatakan, kedua pasangan calon telah menyerahkan laporan dana kampanye sesuai tahapan. “Kemarin, kedua pasangan telah menyerahkan laporan dana kampanye. Pasangan Makmur nomor urut 1 sebesar Rp 25.000.000 dan pasangan Laso nomor urut 2 sebesar Rp 55.100.000. KPU telah mengumumkan dan masyarakat bisa melihat di papan pengumuman KPU,” ujarnya.

Masyarakat Berbudaya

Anggota Panwaslih Kota Gunungsitoli, Budi Alamsyah Telaumbanua, menyatakan salut dan kagum atas acara deklarasi kampanye damai serta penandatanganan pakta integritas. “Kemarin baru selesai pelaksanaan penandatanganan pakta integritas di Polres Nias, hari ini KPU juga melaksanakan, semoga hal ini benar-benar terwujud,” katanya.

Pasangan MAKMUR dan LASO saat konvoi di Kota Gunungsitoli, Kamis (27/8/2015). Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.
Pasangan LASO saat konvoi di Kota Gunungsitoli, Kamis (27/8/2015). —Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.

Sementara Kepala Bagian OPS Polres Nias Delami Syaleh mengatakan, pihaknya bersama TNI telah siap mengamankan pelaksanaan pilkada serentak. Juga mengucapkan terima kasih atas bantuan anggaran yang telah diberikan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

“Polda Sumatera Utara memberi perhatian khusus pengamanan pilkada di Nias dan Gunungsitoli. Saya sudah hampir dua tahun bekerja di sini, masyarakatnya ramah dan baik. Memiliki budaya dan kekerabatan yang tinggi,” ujar Delima.

Menurut Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö, kedua calon memulai perlombaan dalam mengambil hati masyarakat untuk memilih yang terbaik. Biasanya yang selalu ribut di lapangan para pendukung dan tim sukses. Baiknya, masyarakat Kota Gunungsitoli menunjukkan diri sebagai warga yang berbudaya dan tidak melakukan kampanye hitam.

“Masyarakat Gunungsitoli masyarakat yang berbudaya. Jangan hanya gara-gara Pemerintah Kota Gunungsitoli memberi anggaran pengamanan pilkada, polisi baru bekerja. Itu sudah tugas polisi untuk mengamankan walau tanpa anggaran dari pemerintah,” ujar Aroni yang disambut tepuk tangan dari peserta konvoi. [knc02w]

Berita Terkait

Hari Pertama, Belum Ada yang Mendaftar di KPU Kota Gunungsit... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Hari pertama pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Minggu (26/7/2015), KPU Kota Gunungsitoli belum ...
Semua Pasangan Calon Janjikan Kesejahteraan Rakyat GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Dengan dimoderatori mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara, Turunan Gulö, ketiga pasangan calon peserta Pilkad...
Polres Nias Selatan Deklarasikan Pilkada Damai TELUKDALAM, KABAR NIAS — Untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dalam rangka pemilihan kepala/wakil kepala daerah ...