PERGURUAN TINGGI

Kini Prodi Manajemen S-1 STIE Pembnas Nias Terakreditasi B

0
2526
Ketua STIE Pembnas Nias Fatolosa Hulu, SE,.MM. —Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI UTARA, KABAR NIAS — Program studi Manajemen S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Nasional (STIE Pembnas) Nias akhirnya mendapatkan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Alumni STIE Pembanas yang berstatus PNS meminta agar gelar mereka disinkronkan.

“Akreditasi B untuk prodi Manajemen S-1 STIE Pembnas Nias ditetapkan BAN PT di Jakarta, 7 Januari 2016 Nomor: 120/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2015 tentang nilai dan peringkat akreditasi program studi pada program sarjana,” demikian disampaikan Ketua STIE Pembnas Nias Fatolosa Hulu, SE,. MM kepada Kabar Nias di ruang kerjanya, Senin (11/1/2016).

Menurut Fatolosa, dari salinan penetapan yang diperolehnya, Prodi Manajemen S-1 STIE Pembnas Nias mendapat nilai 303. Dengan nilai itu, STIE berhak mendapatkan akreditasi B.

“Ini semua berkat kerja sama semua pihak. Kami sangat bersyukur. Nilai ini berlaku hingga lima tahun ke depan,” ujarnya. (Baca: Akreditasi B STIE Pembnas Nias Menunggu Rekomendasi BAN PT)

Kepada Kabar Nias, Fatolosa menjelaskan, selama enam bulan proses reakreditasi ke BAN-PT dalam menyusun Borang—instrumen akreditasi yang berupa formulir yang berisikan data dan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi dan menilai mutu suatu program studi atau institusi perguruan tinggi, berbagai tantangan dihadapi baik dari dalam maupun dari luar STIE itu sendiri.

“Namun, Yayasan Perguruan Tinggi Nias juga turut memperhatikan dengan menyetujui anggaran yang mencapai Rp 200 juta selama proses pengusulan hingga keluarnya nilai,” ujarnya tanpa merinci kegunaan uang tersebut.

Menurut dia, syarat mendapatkan akreditasi B adalah menyusun borang yang sesuai data lapangan yang kemudian tim asesor BAN-PT menilai langsung ke kampus STIE. Data tersebut meliputi data mahasiswa, dosen tetap S-2 minimal enam orang, kepegawaian, fasilitas kampus, dan organisasi mahasiswa (internal dan eksternal).

Fatolosa mengakui masih banyak kelemahan di kampus yang dipimpinnya, terutama fasilitas dan sumber daya dosen. Ia berjanji akan terus mengupayakan agar kampus yang sudah berdiri sejak 1982 itu menjadi solusi mengatasi kurangnya sumber daya manusia di Pulau Nias.

Untuk diketahui, STIE Nias membuka tiga prodi, yaitu Manajemen S-1, Akuntansi D-3, Perusahaan D-3. Namun, karena tidak ada yang mahasiswa mendaftar, Prodi Perusahaan D-3 ditutup. Adapun Prodi Akuntansi D-3 masih akreditasi C.

Namun, Perusahaan D3 telah ditutup tahun ini karena mahasiswanya tidak ada dan mahasiswa yg lama ditransfer ke Manajemen S1 dan Akuntasi

Surat Edaran Menpan dan RB

Surat Edaran Menteri PAN dan RB Nomor 04 Tahun 2013 tentang pemberian tugas belajar dan izin belajar bagi PNS Pasal 3 poin g yang mewajibkan PNS yang melanjutkan studi harus di kampus jurusan yang sudah terakreditasi B.

Dengan adanya surat edaran ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak memberikan izin pemakaian gelar sarjana bagi alumni STIE yang sudah bekerja di Kota Gunungsitoli—PNS, lulusan tahun 2014 dan 2015—walau sudah mendapat surat izin belajar sebelumnya.

Diakui Fatolosa, dampak dari surat edaeran itu, minat mahasiswa untuk mendaftar ke STIE Pembnas Nias pun menurun. Tahun 2014, mahasiswa baru 550 orang dan tahun 2015 hanya 230 orang.

Berdasar pada surat edaran itu, dua tahun terakhir ini Wali Kota Gunungsitoli tidak memberikan izin penyesuaian gelar bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang menamatkan sarjana di STIE Pembnas Nias karna masih Akreditasi C.

Salah seorang PNS yang bekerja di Gunungsitoli, yang sudah lulus dua tahun yang lalu dari STIE Pembnas Nias, yang meminta namanya dirahasiakan, kepada Kabar Nias mengatakan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Gunungsitoli tidak menyesuaikan pemakaian gelar dengan adanya larangan dari wali kota. Mereka berharap dengan akreditasi B ini, Wali Kota Gunungsitoli dapat memberikan izin pemakaian gelar.

“Beberapa kami yang lulus, sudah mengusulkan di BKD agar gelar sarjana kami dapat disesuaikan. Namun, sampai sekarang belum ditanggapi karena STIE Pembnas Nias masih Akreditasi C,” ujar sumber Kabar Nias itu.

Di tempat yang berbeda, Presiden Mahasiswa STIE Pembnas Nias Junirawati Zebua mengapresiasi kinerja pimpinan perguruan tinggi itu. Namun, dia berharap tidak terlena mendapatkan Akreditas B.

“Akreditasi inikan administrasi di atas kertas saja. Yang diharapkan itu, mahasiswa dan dosen benar-benar berkualitas. Sivitas Akademika STIE Pembnas Nias harus segera memperbaiki infrastruktur dan kualitas pendidikan. Sehingga setiap mahasiswa lulusan di STIE dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh,” ujar Junirawati. [knc02w]

Berita Terkait

Fatolosa Hulu Terpilih Kembali sebagai Ketua STIE Pembnas Ni... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Fatolosa Hulu, SE, MM, kembali terpilih sebagai Ketua STIE Pembnas Nias masa Jabatan 2017-2021 pada pemilihan yang dilaksan...
Bupati Nias Minta STIE Pembnas Tingkatkan Mutu GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, STIE Pembnas Nias dituntut mengembangkan profesionalitas serta men...
STIE Pembnas Nias Butuh Kampus Permanen GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Memiliki kampus yang permanen adalah kebutuhan mendesak STIE Pembnas Nias setelah sejak 2008 hingga 2015 harus berpindah-pi...
Yaperti Nias Berjanji Lengkapi Sarana Perkuliahan di IKIP Gu... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Tuntutan mahasiswa direspons oleh Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias dan Rektorat Institut Keguruan dan Ilmu Pendidika...
Junirawati Zebua, Perempuan Pertama Jabat Presiden Mahasiswa... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Junirawati Zebua (22) terpilih menjadi Presiden Mahasiswa STIE Pembnas Nias 2015/2016—menggantikan presiden sebelumnya, Has...