BENCANA BANJIR

Normalisasi Terbengkalai, Sungai Sohoya Meluap Lagi

0
228
Sejumlah warga Desa Sohoya melewati jalan yang digenangi luapan air Sungai Sohoya, Senin (17/10/2016) pagi. —Foto: Kabarnias.com/OnlyhuNdraha

BAWÖLATO, KABAR NIAS — Hujan yang turun terus-menerus sejak Minggu (16/10/2016) dini hari hingga pukul 15.00 mengakibatkan Sungai Idanömola dan Sungai Sohoya di Kecamatan Bawölato meluap. Warga di empat desa di wilayah itu terdampak banjir. Seyogianya Pemerintah Kabupaten Nias segera membereskan normalisasi kedua sungai ini yang sudah terhenti pada Agustus 2016.

Pengamatan Kabar Nias pada Senin pagi, akibat luapan Sungai Sohoya, kegiatan masyarakat termasuk kegiatan belajar-mengajar di beberapa sekolah terganggu. Ketinggian air banjir di beberapa titik sekitar 90 sentimeter.

Sejumlah sekolah, seperti SD Negeri Onolimbu, SMP Negeri 6 Bawölato, SD Negeri Sohoya, dan SD Negeri Mo’ene praktis tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar karena sekolah mereka tergenang luapan sungai. Sudah dipastikan, lantai sekolah dipenuhi endapan lumpur.

Gedung SD Negeri No 078472 Sohoya tergenang air luapan Sungai Sohoya, Senin (17/10/2016) pagi. —Foto: Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha
Gedung SD Negeri No 078472 Sohoya tergenang air luapan Sungai Sohoya, Senin (17/10/2016) pagi. —Foto: Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha

“Kemungkinan SMP Negeri 2 Bawölato, yang letaknya tidak jauh dari sini, juga terkena dampak banjir,” ujar seorang warga kepada Kabar Nias.

Masyarakat terlihat tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi luapan banjir ini. Warga sebagian terlihat memanfaatkan air membersihkan perabot rumah mereka, sebagian lagi duduk di atas meja di depan rumah mereka. Beberapa warga mengaku belum bisa memasak karena dapur mereka masih tergenang air.

Lanjutkan Normalisasi                         

Pelebaran dan pengerukan sebenarnya sudah dicanangkan oleh pemerintah. Akan tetapi, program tersebut mangkrak karena ada beberapa warga yang menghalangi dengan meminta ganti rugi atas tanaman mereka yang terdampak akibat normalisasi.

Baca juga:

Menurut informasi, pelaksana proyek normalisasi tidak mengindahkan permintaan warga dan memilih tidak melanjutkan proses pengerukan dan pelebaran penampang sungai. Proyek normalisasi sudah berjalan sekitar 45 persen. Namun, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Nias belum juga melakukan tindakan apa-apa.

Seyogianya, Pemerintahan Kabupaten Nias bisa memfasilitasi dengan duduk bersama warga untuk sama-sama mencari solusi agar kegiatan normalisasi diselesaikan. Dengan demikian, warga di Desa Si’öfa Ewali, Sohoya, Botohaenga, dan Lagasi Mahe bisa segera terbebas dari banjir.  [knc02w]

Berita Terkait

Desa Lagasi Mahe dan Si’öfa Ewali Terendam Banjir BAWÖLATO, KABAR NIAS — Hujan yang terus-menerus turun sejak Sabtu tengah malam hingga Minggu (13/9/2015) subuh mengakibatkan Idanö (Sungai) Mola melua...
Bupati Nias Barat Minta Kadis Sosial Cek Korban Banjir JAKARTA, KABAR NIAS — Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö meminta Kepala Dinas Sosial Temazisökhi Halawa untuk mengecek keberadaan satu rumah di...
Bupati Nias: Banjir di Bawölato Belum Masuk Kategori Bencana... BAWÖLATO, KABAR NIAS – Pemerintah Kabupaten Nias menyatakan banjir yang melanda dua desa di Bawölato belum tergolong kategori bencana sehingga korban ...
Sungai Gidö Si’ite Juga Meluap GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Desa Hetalu, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Rabu (16/9/2015) pagi, juga terendam banjir dengan ketinggia...
Banjir di Bawölato Belum Surut Warga Mesti Waspada BAWÖLATO, KABAR NIAS – Meski hujan sudah berhenti sejak Kamis (17/9/2015), tetapi kondisi banjir belum surut. Agar tidak terjadi banjir lagi, Pemerint...