CUACA BURUK

Desa Lagasi Mahe dan Si’öfa Ewali Terendam Banjir

0
953
Jalan di Desa Lagasi Mahe, Bawolato, Kabupaten Nias, terendam banjir, Minggu (13/9/2015). --Foto: Onlyhu Ndraha

BAWÖLATO, KABAR NIAS — Hujan yang terus-menerus turun sejak Sabtu tengah malam hingga Minggu (13/9/2015) subuh mengakibatkan Idanö (Sungai) Mola meluap dan merendam dua desa, yaitu Desa Lagasi Mahe dan Si’öfa Ewali, di Kecamatan Bawölato, Kabupaten Nias, hingga ketinggian sekitar 1 meter.

Kepala Desa Lagasi Mahe Rozama Lawölö (38), kepada Kabar Nias, menyampaikan bahwa banjir datang pada Minggu dini hari sekitar pukul 05.00 dan menimpa 40 keluarga dari 221 keluarga di wilayah desanya. Tidak ada korban dalam bencana banjir kali ini.

“Setiap musim hujan Idanö Mola selalu mengakibatkan banjir di desa kami. Untuk kali ini warga belum perlu dievakuasi,” ujar Rozama kepada Kabar Nias yang berada di lokasi, Minggu siang.

Pengamatan Kabar Nias, akses menuju Desa Si’öfa Ewali putus. Ibadah di gereja BNKP Bawalia dan di Gereja Katolik Si’öfa Ewali ditiadakan. Para penduduk terlihat berusaha membersihkan rumah mereka dari lumpur karena air luapan banjir sudah mulai surut dan hari sudah mulai cerah.

“Hari ini ibadah di gereja BNKP Bawalia ditiadakan karena banjir ini. Para jemaat pada sibuk membersihkan rumah mereka,” ujar Rozama.

Sekretaris Camat Bawölato Töröziduhu Ndruru, yang juga sudah berada di lokasi banjir, mengatakan, musibah banjir ini sudah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias. “Kami tetap memantau kondisi banjir ini, siapa tahu ada hujan susulan dan kami tetap mengoordinasikan perkembangan kepada Pemkab,” demikian Töröziduhu.

Pantauan Kabar Nias, lantai gereja BNKP Bawalia terlihat tergenang air. SMP Negeri II Bawölato juga terlihat terendam hingga 20 sentimeter. Tak terkecuali Puskesmas Bawalia juga ikut terendam.

Truk Terperosok

Meskipun mulai surut, di beberapa tempat, terutama pada jalan akses menuju Desa Si’öfa Ewali, genangan air masih tinggi.

Sebuah truk yang membawa sekitar 50 warga terperosok dan mogok dalam banjir setelah nekat menerobos genangan banjir dengan tujuan Bawalia karena ada acara di tempat itu. Lokasi truk terperosok sekitar 20 meter dari SMP Negeri II Bawölato.

Saat Kabar Nias menayangkan berita ini, warga sekitar sedang bahu-membahu membantu warga yang diangkut oleh truk naas tersebut. Sejumlah warga mengatakan, jika tidak ada hujan susulan, diperkirakan, banjir di desa mereka akan benar-benar surut hingga sore nanti.

Töröziduhu meminta kepada warga agar tetap waspada dan saling berkoordinasi satu sama lain, termasuk kepada aparat desa agar selalu melaporkan perkembangan banjir ini. [knc02w]