BENCANA BANJIR

Kembali Meluap, Normalisasi Idanömola Mendesak Dilakukan

0
329
Ilustrasi. Kondisi jalan di Bawölato saat banjir beberapa waktu lalu.

BAWÖLATO, KABAR NIAS — Setelah hujan hampir enam jam, Selasa (3/11/2015), Sungai Idanömola di Kecamatan Bawölato, Kabupaten Nias, kembali meluap dan menggenangi rumah warga di Desa Si’öfa’ewali. Banjir ini terus terjadi setiap kali hujan terus-menerus selama beberapa jam. Normalisasi sungai yang terus dijanjikan oleh pemerintah daerah harus segera dilakukan.

Kabar Nias yang berada di lokasi terpaksa mengurungkan niat untuk kembali ke Gunungsitoli karena akses terputus. Rumah-rumah warga di Desa Si’öfa’ewali hampir semua tergenang. “Kami tak bisa tidur dan untuk masak pun juga sudah susah karena dapur tergenang air. Kami minta agar pemerintah daerah segera mencari solusi dari bencana rutin ini.

Kepala BPBD Nias Elizaro Waruwu yang dihubungi Kabar Nias mengaku telah mendapatkan informasi terkait banjir ini. “Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Bupati Nias,” ujar Elizaro.

Elizaro mengaku belum tahu apa yang bisa dilakukan untuk penduduk yang sedang kena banjir ini. “Belum, belum ada rencana apa yang akan dilakukan untuk banjir ini,” kata Elizaro.

Kepala Desa  Si’öfa’ewali Sinuyu Ndruru mengaku sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah agar mereka bisa segera terbebas dari bencana banjir setiap musim hujan. “Pemerintah daerah janganlah hanya janji-janji terus,” ujarnya.

Kepala Desa Tagaule Benazisökhi Zai kepada Kabar Nias mengatakan dia terjebak banjir di tengah jalan. Mobil pikap yang ia kendarai tak bisa lewat akibat banjir. Untuk menuju Desa Tagaule, desa yang ada di pinggir pantai, warga mesti melewati Desa Si’öfa’ewali. “Kami menunggu realisasi janji pemerintah itu agar daerah kami bisa terbebas dari banjir,” ujarnya.

Informasi yang diterima Kabar Nias, Pemerintah Kabupaten Nias mendapatkan dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kabupaten Nias Barat masing-masing sebesar Rp 7,8 miliar. Penandatangan penerima dana hibah ini dilakukan di Jakarta pada awal Oktober 2015.  [knc02w]