Suka Tidak Suka, Nias Selatan Harus Siap Hadapi MEA

PROGRAM CALON KEPALA DAERAH

0
1434

TELUKDALAM, KABAR NIAS — Kabupaten Nias Selatan harus menyiapkan diri sebagai tempat tujuan wisata bagi masyarakat ASEAN. Sumber daya alam yang ada harus dijaga dan dibenahi serta penyiapan sumber daya manusia juga menjadi pekerjaan rumah pemimpin daerah yang terpilih nanti pada 9 Desember 2015. Diperlukan penciptaan produk berkualitas khas Nias Selatan yang bisa dipasarkan di negara-negara ASEAN.

Demikian benang merah dari adu program para pasangan calon bupati-calon wakil bupati Nias Selatan pada Debat Publik Tahap II yang digelar  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (21/11/2015) akhir pekan lalu, di Hal Delfas, Telukdalam, dengan mengangkat tema “Pembangunan Akses dan Kualitas Pelayanan Publik Berlandasan Keunggulan SDM dan SDA dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuju masyarakat Nias Selatan yang Sejahtera”.

Moderator debat kali ini adalah Drs. Syamsul Bahri, M.Si, dosen di Universitas Muslim Nusantara Alwasliyah Medan dan dosen Pascasarjana Universitas Negeri Medan (Unimed).

Pada pemaparan visi dan misi pasangan calon pasangan nomor urut 1, Lianus Ndruru-Thomas Dachi (Linmas) menyampaikan bahwa untuk menghadapi MEA perlu peningkatan SDM dengan cara melakukan pelatihan dan seminar untuk menghadapi pasar bebas di antara negara-negara anggota ASEAN khusus Nias Selatan.

“Hadapi MEA ini pembangunan infrastruktur di Nias Selatan, dimulai dari desa, harus disiapkan,” ujar Lianus.

[bctt tweet=”Hadapi MEA ini pembangunan infrastruktur di Nias Selatan, dimulai dari desa, harus disiapkan, ujar Lianus.”]

Sementara itu, pasangan Ideal-Siga, dalam pemamparan visi dan misinya, mengatakan, kehidupan ekonomi masyarakat Nias Selatan sangat jauh rendah dibandingkan dengan ekonomi ASEAN dan khususnya di Sumatera Utara.

“Untuk itu, guna menghadapi MEA, kita harus persiapkan sumber daya manusia. Sebenarnya isu MEA di Nias Selatan terlalu jauh karena ekonomi masyarakat Nias Selatan sangat rendah. Jangankan MEA, persaingan ekonomi di Sumatera Utara saja Nias Selatan masih sangat tertinggal sehingga pemilihan tema yang diambil oleh KPU sebenarnya untuk saat ini masih terlalu jauh,” ujarnya.

Idealisman menegaskan bahwa dirinya selama ini telah berhasil mempersiapkan SDM dengan melaksanakan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Nias Selatan.

Kelola Pariwisata

Adapun pasangan Hilarius Duha-Sozanolo Ndruru (HD-Sanolo) menyampaikan bahwa, di dalam visi dan misinya yang sering disebut dengan Siwa Sanuwu Sihönö yakni mewujudkan masyarakat yang maju, sehat dan cerdas dengan kepemimpinan melayani jujur dan sederhana.

“Dalam Siwa Sanuwu Sihönö, program menghadapi MEA telah tercantum, antara lain perbaikan kultur pemerintahan yang bersih yang berorientasi dengan pelayanan. Kami akan menyiapkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Dengan demikian Nias Selatan bisa siap dalam menghadapi MEA, terlebih-lebih dalam penyiapan sumber daya manusia, pengembangan usaha kecil-menengah serta peningkatan ekonomi berbasis desa, dan sektor pembangunan pariwisata,” ujar Hilarius Duha.

Kepada Kabar Nias, seusai debat, secara khusus Hilarius mengatakan, usaha kecil-menengah yang dibina dengan baik harus didorong untuk memenuhi pasar ASEAN.

“Kita harus bisa menciptakan produk yang bisa memasuki pasar ASEAN, kualitas dan kemasan produk perlu dirancang sedemikian rupa supaya bisa dilirik oleh masyarakat ASEAN. Tentu diperlukan riset dan kita undang ahlinya untuk bisa mewujudkan ini. Ini jauh lebih penting daripada kita menghabiskan anggaran untuk undang artis-artis,” ujar Hilarius Duha

[bctt tweet=”Kita harus bisa menciptakan produk yang bisa memasuki pasar ASEAN, kualitas dan kemasan produk perlu dirancang sedemikian rupa supaya bisa dilirik oleh masyarakat ASEAN. Tentu diperlukan riset dan kita undang ahlinya untuk bisa mewujudkan ini. Ini jauh lebih penting daripada kita menghabiskan anggaran untuk undang artis-artis, ujar Hilarius Duha.”]

Pasangan Hilarius juga akan serius mempersiapkan sekolah-sekolah kejuruan, terutama jurusan bahasa, sehingga para lulusan SMK ini bisa menguasai bahasa negara-negara ASEAN dengan baik. “Kita akan mendorong tersedianya program-program kursus bahasa asing sehingga penguasaan bahasa dikalangan siswa dan mahasiswa semakin baik di Nias Selatan,” kata Hilarius.

Sebagai tempat tujuan wisata, menurut HD, program kepariwisataan harus dikemas sedemikian rupa. “Sejumlah program wisata yang berkelanjutan akan kita kemas seapik mungkin dengan perencanaan yang matang serta promosi yang gencar dengan memanfaatkan teknologi serta pemasaran digital, seperti yang kita kenal dengan e-dagang,” ujarnya secara khusus kepada Kabar Nias.

Pasangan ini tak lupa menjanjikan penegakan hukum agar para investor asing yang mau melakukan investasi bisa tenang dan nyaman. Yang tak kalah penting adalah penyiapan mental masyarakat Nias Selatan dalam menghadapi MEA. “Kita akan membangun karakter masyarakat Nias Selatan yang beriman dan mengedepankan sikap takut akan Tuhan,” ujarnya.

Pasangan nomor urut 4, Hadirat Manaö-Pdt. Ami Hari Hondrö menyampaikan bahwa suka tidak suka MEA akan kita terima. “Untuk menghadapi MEA, Nias Selatan harus meningkatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam masyarakat Nias Selatan yang berbasis peningkatan ekonomi yang berdaya saing,” kata Hadirat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pemerintahan harus juga menjadi prioritas dalam menghadapi MEA. “Kami akan mereformasi dan menciptakan birokrasi yang berbasis pelayanan publik,” ujarnya.

Pantauan Kabar Nias, pelaksanaan debat publik berlangsung lancar, meskipun sejumlah insiden kecil terjadi, seperti keributan pendukung calon yang berpotensi mengganggu jalannya debat. Akan tetapi, berkat kesigapan pihak Polres Nias Selatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Robert Da Costa, keadaan debat bisa berlangsung kondusif.

Penulisan spanduk yang keliru, yang tertulis Masyarakat Ekonomi Asia, seharusnya Masyarakat Ekonomi ASEAN, disadari oleh pihak KPU sebagai sebuah kekeliruan dan pihak KPU menyampaikan permintaan maaf.

Ketua KPU Nias Selatan Alfian Zenius Dachi, dalam sambutannya, mengimbau agar masyarakat bisa menjadikan debat publik ini sebagai bahan dan acuan untuk mengambil keputusan akan memilih pasangan calon mana pada 9 Desember mendatang.