TRANSPARANSI PEMERINTAHAN

Bupati Nias Barat Laporkan Kinerja Lewat Buku

0
963
Bupati Nias Barat Aroziduhu Gulö (kanan) menjelaskan kepada masyarakat yang hadir soal kinerjanya selama memimpin Nias Barat. —Foto: Aminudin Hia

LAHÖMI, KABAR NIAS — Penerbitan buku 5 Tahun yang Menantang (Catatan AA Gulö Bupati Nias Barat, 2011-2016) dipandang sebagai hal positif positif karena menjadi salah satu perwujudan transparansi dalam pemerintahan bersih seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Keterbukaan Informasi Umum (KIP).

Demikian benang merah yang disampaikan oleh dua pembedah buku karya Bupati Nias Barat periode 2011-2016 Aroziduhu Gulö, yaitu EC. Pudjiachirusanto (praktisi media yang sekaligus sebagai editor buku tersebut) dan Henoki Waruwu (dosen IKIP Gunungsitoli), Selasa (10/11/2015), di Aula Hotel Tokosa, Onolimbu, Lahömi, Nias Barat.

“Umumnya kepala daerah enggan dan atau susah membuka dapurnya secara gamblang, apalagi lewat buku. Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö adalah pengecualian. Dia telah membuka kotak pandora lewat penulisan buku. Pengalamannya selama memimpin Nias Barat ia tuangkan secara gamblang,” kata EC. Pudjiachirusanto, yang akrab dipanggil Pudji.

Untuk diketahui pada 8 September 2015, AA Gulö meluncurkan buku autobiografinya, Adrianus Aroziduhu, Anak Desa Terpencil yang Menjadi Bupati, yang ditulis oleh Apolonius Lase. Buku yang dibedah ini adalah karya AA Gulö sendiri berupa catatan dan pengalaman selama menjadi Bupati Nias Barat.

Pudji mengatakan bahwa seyogianya pemerintah daerah harus secara jujur melaporkan kinerjanya kepada masyarakat, apalagi melalui buku. “Budaya menulis ini mesti terus ditularkan sehingga seseorang tidak hanya sekadar menyampaikan secara verbal tetapi tercatat dan menjadi fakta sejarah,” ujarnya.

Pudji mengingatkan bahwa buku bisa saja mengandung pro dan kontra. “Jika ada yang kontra terhadap isi buku harus diluruskan oleh yang kontra dengan membuat buku juga,” ujar mantan Pemimpin Redaksi Majalah Warisan Indonesia itu.

Hal yang sama disampaikan Henoki. “Kita masyarakat Nias, terlebih-lebih kalangan akademisi, sangat mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Bapak Bupati AA Gulö ini. Mudah-mudahan menjadi pemantik bagi kepala daerah yang lain serta para akademisi di bidang apa pun untuk mulai tergerak menulis buku,” ujar Henoki.

Henoki menguraikan substansi dari buku yang diterbitkan oleh Yayasan Delasiga pimpinan Fönaziduhu Marundrury tersebut, yakni, antara lain, pada bab pendahulu penulis menyampaikan ungkapan perasaannya saat awal-awal menjadi bupati, kemudian tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas pemerintahan, ketidakharmnonisan dalam partainya, dan sejumlah permasalahan yang timbul di legislatif dan masyarakat.

“Dalam buku ini, penulis mengungkapkan idealismenya bahwa setiap melaksanakan tugas harus mengacu kepada perundang-undangan,” kata Henoki.

Menurut Henoki, buku ini sangat bermanfaat untuk memberikan informasi berbagai tantangan yang dialami oleh penulis selama menjadi bupati sehingga menjadi pedoman, evaluasi, dan acuan bagi pemimpin selanjutnya.

“Buku ini juga memberikan informasi kepada pemangku kepentingan di Nias Barat tentang hal-hal yang terjadi selama kepemimpinan AA Gulö. Dengan demikian masyarakat bisa mengetahui secara gamblang apa saja kemajuan yang sudah dilaksanakan selama ini. Ini sangat menginspirasi kepada semua pembaca,” ujar Henoki.

Laporkan Kinerja

Dalam buku AA Gulö dibeberkan mengenai visi-misi saat menjadi Bupati Nias Barat periode 2011-2016. Pada saat bedah buku tersebut, Bupati Nias Barat secara terbuka membagikan laporan yang diberi judul Data Perkembangan Pembangunan di Wilayah Kabupaten Nias Barat periode 2011-2015.

Data yang dituangkan dalam dua lembaran kertas tersebut dibagikan kepada sekitar 500 warga yang diundang pada acara tersebut.

“Sebagai pertanggungjawaban saya di akhir saya menjabat untuk periode ini, adalah kesempatan baik bagi saya untuk sekaligus melaporkan kepada masyarakat Nias Barat tentang berbagai hal yang sudah kami lakukan. Hal ini sekaligus menjawab berbagai tudingan dari luar yang terus melakukan penyebaran-penyebaran informasi yang keliru. Untuk itu, kami akui, kami tidak sempurna, tetapi masyarakat berhak mendapatkan informasi ini supaya mereka bisa menilai kinerja kami,” kata AA Gulö yang didaulat membeberkan sejumlah hal dalam acara itu.

AA Gulö mengatakan bahwa dirinya harus menjelaskan kepada masyarakat soal kesalahkaprahan informasi yang beredar di masyarakat, terutama terkait pengembalian uang Nias Barat yang dihebohkan kembali ke pusat.

“Informasi yang harus diluruskan dan diberitahukan kepada masyarakat. Tolong media massa membantu menyampaikan hal ini. Uang daerah yang sudah masuk ke kas daerah tidak pernah dikembalikan ke pusat. Bahwa jika ada proyek yang putus kontrak dan ada sisa, uang itu dikembalikan ke kas daerah dan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). Untuk silpa tahun 2014 sejumlah Rp 58.548.589245,06. Silpa untuk 2015 akan diketahui setelah tahun berakhir,” ujar AA Gulö.

Ada beberapa hal mengapa ada silpa, dijelaskan AA Gulö, yaitu karena kelebihan atau sisa tender, proyek tidak bisa dilaksanakan karena berbagai faktor, sisa kelebihan gaji PNS/CPNS, putus kontrak dan tidak dapat dibayarkan, cadangan gaji CPNS 2009 yang bermasalah, dan adanya retensi atau utang kepada pihak ketiga.

“Syukur kepada Tuhan, Kabupaten Nias tidak defisit. Pembayaran gaji pegawai terus lancar. Sejumlah pembangunan juga sudah terlaksana dan terlihat hasilnya. Pembangunan kantor bupati, pembangunan kantor DPRD, rumah dinas bupati dan wakil bupati Nias Barat sudah selesai tahun 2013 dan 2014 lalu. Nias Barat harus berbangga. Jika kita membandingkan dengan daerah-daerah di Pulau Nias, kita Nias Barat-lah yang sudah membuktikan pembangunan ini.  Dan kita juga harus berbagga dengan akan diresmikan dan dioperasionalkan kantor 15 SKPD yang berada satu kompleks dengan kantor bupati,” ujar AA Gulö.

Hadir dalam acara bedah buku yang dipandu oleh moderator Apolonius Lase (Pemimpin Redaksi Kabar Nias), para SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Sekretaris Daerah Zemi Gulö, anggota DRPRD, ketua DPRD Nias Barat Nitema Gulö, mantan anggota DPRD Oneyus Halawa yang kini maju bersama AA Gulö, tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama, para camat dan kepala daerah, mantan Sekda Kabupaten Nias FG. Marthin Zebua, Eporus Gereja ONKP Fatieli Gulö, Ketua PKK Nias Barat Seditan Nehe, dan sejumlah jurnalis dari berbagai media.

“Saya yakin tujuan Bapak Bupati Nias Barat menyusun buku ini tentunya dilakukan untuk memberikan kita ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya sebuah tanggung jawab pada tugas yang diemban dan menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Zemi Gulö dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Nias Barat. [knc07w]