KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN

Presiden Jokowi: Fokus pada Potensi Terbesar Nias, Pariwisata dan Perikanan

0
683
Jokowi didampingi oleh Direktur PLN, Bupati Nias Sökhiatulö Laoli, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno saat diwawancarai media massa, Jumat (19/8/2016), di kompleks proyek Pembangkit Listrik Bergerak Nias, di Gunungsitoli Idanoi. —Foto: Twitter @jokowi

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Pemerintah di kepulauan Nias diminta fokus untuk dua sektor yang menjadi potensi besar daerah ini, yakni pariwisata dan perikanan. Adapun terkait pembentukan Provinsi Nias merupakan sesuatu yang harus dihitung secara matang, apalagi moratorium pembentukan daerah otonomi baru masih belum dicabut.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat berkunjung di Pulau Nias dan mengadakan pertemuan dengan kepala daerah, tokoh masyarakat, Jumat (19/8/2016), di pendopo Kabupaten Nias, Gunungsitoli.

“Saat terbang dan masih di pesawat saya lihat, potensi terbesar (Pulau Nias), menurut saya, adalah, pertama, pariwisata dan yang kedua adalah perikanan. Dua ini kita harus fokus,” kata Jokowi yang didaulat mengenakan pakaian kebesaran tradisional Nias bersama Ibu Negara Nyonya Iriana Joko Widodo.

Presiden meyakini, jika fokus di dua sektor ini, pertumbuhan ekonomi di Nias akan meningkat tajam. Ia meminta agar investor pariwisata segera ditarik masuk ke Nias. Hotel-hotel harus dipersiapkan. Namun, ia juga mengingatkan terkait keamanan dan keterbukaan.

“Faktor keamanan sangat diperlukan. Faktor keterbukaan menerima investasi itu juga diperlukan. Faktor keterbukaan dalam menerima wisatawan-wisatawan ini juga harus terus disampaikan kepada masyarakat,” ujar Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, kedatangan Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba, Gubernur Sumatera Utara Tengku Nuradi, langsung memberi solusi pada sejumlah permasalahan yang dikeluhkan para kepala daerah di Pulau Nias. Tokoh Sumatera Utara lainnya, antara lain Firman Jaya Daely, Maruar Sirait juga tampak hadir menyambut dan mendampingi Presiden. 

Terkait untuk mendukung pariwisata dan perikanan, pada kesempatan itu, Jokowi langsung menambah pasokan daya listrik untuk Pulau Nias sebesar 25 megawatt (MW) dan akan bisa dimanfaatkan pada akhir Oktober 2016. Dengan demikian, kebutuhan listrik di Pulau Nias sebesar 50 MW sudah terpenuhi. Saat ini 27 MW sudah dioperasikan.

“Pada akhir tahun 2017, daya listrik akan saya tambah lagi 25 MW,” ujar Jokowi.

Dengan demikian, kata Jokowi, di Nias bisa dibangun gudang pendingin (cold storage) hasil perikanan sehingga bisa langsung diekspor ke negara-negara lain.

Selain listrik, Jokowi juga menyanggupi usulan penambahan panjang landasan pacu (runway) Bandar Udara Binaka menjadi 2.200 meter.  “Setelah itu ke depannya, ditingkatkan lagi menjadi 2.800 meter. Dengan begitu semua pesawat sudah bisa turun,” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Satu hal yang belum bisa dipastikan oleh Jokowi adalah tentang penyambungan jalan lingkar Nias sepanjang 45 km. “Belum saya sanggupi. Saya harus bicara dulu dengan menterinya (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). (Tapi) Itu (direalisasikan) tahun 2017. Tadi saya telepon (Menteri PUPR), tapi tidak kunjung nyambung-nyambung,” kata Jokowi.

Provinsi Kepulauan Nias

Pada akhir pidatonya, Jokowi menyinggung terkait usulan Nias dijadikan menjadi satu provinsi. Ia menegaskan bahwa ia tidak bisa didesak-desak secara politik terkait pembentukan otonomi baru.

Sebab, menurut Jokowi, pembentukan daerah otonomi baru harus betul-betul bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau saya konkret seperti itu. Kalau hanya desakan politik, mohon maaf. Saya tidak bisa didesak-desak,” ujarnya dengan serius.

Selain itu, Jokowi menyampaikan bahwa pembentukan daerah otonomi baru ini masih moratorium, masih belum dibuka.  “Saya akan berusaha membuat seleksi ketat akan kita hitung benar akan kita kalkulasi betul bahwa setiap rencana untuk otonomi baru, baik kabupaten/kota, maupun provinsi, itu kalkulasinya harus kalkulasi matang. Hitungannya juga hitungan yang detail dan matang. Jangan sampai penambahan itu hanya memberikan pembebanan,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan kunjungan ke Nias itu, Jokowi meninjau langsung proyek Pembangkit Listrik Bergerak Nias di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang sudah dimulai pada 1 Juni 2016. Presiden juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) berkapasitas 70 kilovolt Nias-Telukdalam sepanjang 110 km.

Pantauan Kabar Nias, di sejumlah media sosial masyarakat Nias sangat mengapresiasi kedatangan orang nomor satu di RI ini. Netizen mengharapkan para kepala daerah bisa segera fokus dan terus menunjukkan kerja nyata.


Pidato Lengkap Presiden Jokowi.