AKSI KEMANUSIAAN

GMKI Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

0
123
Ketua GMKI Cabang Gunungsitoli Dedi Lestari Ndraha menyerahkan bantuan yang mereka kumpulkan dari dermawan kepada korban, Faigizaro Zebua, Senin (8/1/2018). —Seiman Lase

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Gunungsitoli menyerahkan seluruh bantuan yang telah dikumpulkan melalui Posko GMKI kepada korban kebakaran rumah, Faigizaro Zebua alias Ama Delta (55), warga Desa Tumöri, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Senin (8/1/2018).

Bantuan yang diserahkan GMKI berupa sejumlah bahan kebutuhan pokok, pakaian, dan uang tunai sebesar Rp 3,3 juta. Bantuan diserahkan langsung oleh ketua GMKI cabang Gunungsitoli Dedi Lestari Ndraha yang didampingi para pengurus GMKI, puluhan senior dan aktivis GMKI. Bantuan ini dikumpulkan GMKI dari para dermawan termasuk dari para senior GMKI yang bersimpatik, baik lewat posko maupun dari para pengguna jalan.

“Sebagai bentuk simpatik, kami tergerak mengumpulkan bantuan dengan turun di jalanan dan juga melalui posko kami. Kami berharap keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi,” ujar Dedi sesaat sebelum menyerahkan bantuan.

Pengurus Pusat GMKI, Yanuserius Zega, menyampaikan agar insiden naas ini menjadi pengalaman berharga dan perhatian bagi PLN serta semua pihak terkait agar lebih intens meninjau dan memonitoring aliran listrik ke rumah warga yang dapat mengancam keselamatan.

“Kami mendengar bahwa ada ledakan pada meteran listrik milik PLN saat menyalakan lampu listrik di daerah ini yang diduga menjadi sumber api dan menghanguskan rumah hingga menewaskan dua orang. Kami meminta agar PLN lebih intens meninjau keamanan aliran listrik. Semoga kejadian ini menjadi pengalaman berharga,” kata Yanuserius.

Seusai menerima bantuan, Faigizaro menyampaikan terima kasih atas bantuan dan uluran tangan dari GMKI dan para dermawan. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami sangat berterima kasih atas segala usaha GMKI membantu kami,”ujarnya.

“Terus terang saya belum mampu membangun kembali karena tak punya dana untuk membeli bahan bangunan. Sementara kami menumpang di rumah keluarga yang lain.”

— Faigizaro Zebua

Pantauan Kabar Nias, hingga Senin, di lokasi kebakaran masih belum ada pembangunan kembali. Korban tentu masih membutuhkan bantuan berupa bahan bangunan agar mereka bisa segera membangun rumah.

“Terus terang saya belum mampu membangun kembali karena tak punya dana untuk membeli bahan bangunan. Sementara kami menumpang di rumah keluarga yang lain,” ujar Faigizaro didampingi istri, anak, dan keluarganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Faigizaro hangus terbakar pada Jumat (5/1/2018) sore. Kebakaran ini diduga kuat akibat hubungan pendek arus listrik. Dua orang tewas dalam insiden ini, yaitu Samilö’ö Telaumbanua (98) dan Sadiami Zebua (65). Keduanya ibu dan kakak kandung Faigizaro.

Hingga berita ini ditayangkan, Kabar Nias belum berhasil mengonfirmasi pihak Polres Nias terkait hasil penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

Berita Terkait

GMKI Gunungsitoli Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran di T... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Guna membantu korban kebakaran rumah di Desa Tumöri, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, yakni keluarga Faigiz...
Rumah Produksi Lilin di Tabita Terbakar, Dua Orang Terluka GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Dua orang terluka bakar serius dalam insiden kebakaran rumah produksi dan penyimpanan lilin di St Clarista Kompleks Tabita,...
Kapolres Nias Selatan: Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki TELUKDALAM, KABAR NIAS — Kepolisian Resor Nias Selatan sedang menyelidiki kasus terbakarnya kantor/posko KNPI Telukdalam, Nias Selatan. Belum ditemuka...
Ini Catatan Kebakaran di Gunungsitoli Selama 2011-2015 Sejak 2011 hingga sekarang setidaknya telah terjadi 19 peristiwa kebakaran di Kota Gunungsitoli. Tercatat dari semua peristiwa itu satu peristiwa mere...
BPBD Kota Gunungsitoli Cari Solusi untuk Korban Tabrakan Mob... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli Soziduhu Lömbu mengakui jika pihaknya saat memadamkan k...