Friday, June 21, 2024
BerandaArtikelMereka Datang Membawa Kegembiraan

Mereka Datang Membawa Kegembiraan

Oleh : Adrianus Aroziduhu Gulo

==========

Pada peluncuran buku saya berjudul ”Apa Kabar Nias Barat” teman-teman pada datang untuk mengucapkan selamat  atas terbitnya buku saya yang kelima dan sambil kelakar mereka mengharap supaya ada buku yang keenam agar AAG rambutnya  pada putih semua.  Mereka senang,  saya pun senang  karena kami dalam keadaan sehat. Bapak Dr. Fg. Buulolo, M.Si teman waktu SMA Kristen BNKP Gunungsitoli berkenan memberi kata sambutan dan  bapak Hermit Hia S.IP teman sekantor pada Kesbangpol Kabupaten Nias dan pasangan saya waktu memimpin Kabupaten Nias Barat periode 2011-2016 dengan semboyan “Tulus Berbakti”, juga, memberi tanggapan saat ruang tanya jawab.

Selain itu hadir para mantan staf yang menjabat esolon II saat saya Bupati Nias Barat yaitu : Drs Atosokhi Daeli, Haogoaro Gulo, SAP, Rahmati Daeli, SKM, M.Kes, Foloaro Gulo, S.Pd, Drs Mareti Waruwu dan beberapa staf esolon III dan IV (maaf saya tidak sebut nama). Demikian juga hadir 4 orang pendeta yaitu: Pdt. Bagolo Hia, S.Th (mantan Ephorus ONKP, tinggal di Tugala Lahomi, sengaja datang ke Gunugsitoli untuk mengikuti peluncuran buku saya, luar bisa semangatnya), Pdt. Kalebi Hia, S.Th, M.Th (mantan Ephorus BNKP), Pdt. Dr. Dorkas Orienti Daeli M.Th ( mantan Sekretaris Umum BNKP) dan Pdt. Drs Afolo Daeli M. Min. Teman mantan anggota legislatip Nias dan Nias Barat yaitu : Orudugo Halawa, Ayinudin Hulu, Ir. Yasiduhu Gulo dan Oneyus Halawa, SE (pasangan saya waktu Pilkada 2015 yang disebut pasangan AINE, walaupun kami tidak berasil), tapi kami sudah menerima dengan lapang dada, karena kami yakin Tuhan memberikan yang terbaik kepada umatnya.

Kegembiraan semakin bertambah dengan hadirnya bapak Dr. Era Era Hia, M.Si Wakil Bupati Nias Barat dan menyampaikan kata sambutan pada acara  peluncuran buku tersebut dengan menyatakan (pointer) sebagai berikut: (1) Kami menyambut  baik dan bergembira atas peluncuran buku AAG, semoga buku ini menjadi referensi bagi semua pihak khususnya masyarakat Nias Barat dalam mengelola pemerintaahan ke depan terutama dalam penyusunan APBD agar defisit  tidak melebihi batas maksimal, (2) Secara sepentas buku AAG yang berjudul Apa Kabar Nias Barat telah memenuhi standar penulisan dengan mencantumkan referensi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta telah terbit ISBN (Internasional Standard Book  Number) oleh Perpustakan Nasional Republik Indonesia, (3) Apabila buku ini ada pihak lain yang keberatan dapat dibantah dengan menulis sebuah buku disertai referensi, data dan dalil, tidak cukup dibantah melalui omongan, (4) Kalau buku ini dicetak ulang disarankan agar memberikan kesimpulan dan kata penutup, (5) dan lain-lain.

Wakil Bupati Nias Barat, Dr. Era-era Hia, M.Si saat menyampaikan kata sambutan pada peluncuran buku AAG yang berjudul “Apa Kabar Nias Barat”

Tidak lupa menyebut tokoh senior yang hadir yaitu : Drs. Fg Martin Zebua (mantan Sekda Nias), Simeoni Gulo (pensiunan ASN), Adieli Gulo (mantan Sekum Sallom), Buala Zebua dan Abang Robert Murni Daeli beserta isteri. Sementara generasi milenial yang hadir dan memberi dukungan moral Yaitu : Syukur Gulo SH, Soziduhu Gulo, S.Pd., M.Pd, Peringatan Gulo, Yunuman Gulo-Frengki Gulo (Ketua dan Sekretaris Forum Mahasiswa Nias Barat) dan Atoni Waruwu. Sesungguhnya pada acara ini saya ajak cucu saya Dorotea Zendrato dan Paradina Zendrato, tapi karena lagi ujian naik kelas, akhirnya tidak jadi. Namun isteri saya Seditan Nehe dan anak saya Agnes Gulo, cucu kami Rima Hulu (cucu dari kakak saya perempuan) dan Boi Gulo (anak dari adik) tetap menemani sampai acara selesai.

Baca juga:  Wabup Nias Selatan Saksikan Pembagian Daging dan Telor Kepada Keluarga Beresiko Stunting

Menulis Gampang-gampang susah

Saudara Apolonius Lase editor buku saya, menghimbau kepada peserta terutama yang masih muda agar menulis pengalaman hidupnya sebagaimana AAG, karena tujuan menulis adalah : Memberikan informsi, membujuk, mendidik dan menghibur. Naurah  Risadamayati menyatakan : “Dengan menulis kita bisa menuangkan ide kita, lalu apa yang ada dipikiran kita akan menjadi bukti nyata, dengan demkian  kita ikut berkonribusi dalam lingkungan sekitar kita “(perpunas .go.id). Menulis dapat membangun perabadan manusia. Dengan menulis bisa tinggalkan legasi kepada generasi berikutnya. Maka suku-suku yang banyak penulisnya budaya mereka semakin kokoh.

Selanjutnya, seorang peserta menanyakan pengalaman saya menulis. Saya jawab sesuai apa yang saya alami : “ Memang menulis gampang-gampang susah”. Namun ide menulis saya muncul saat : (1) Selesai baca sebuah buku dan berita di media cetak/elektronik, (2) Saat diskusi atau selesai diskusi, misalnya diskusi dengan Mayjen Christian Zebua dkk,  saya tulis dua artikel yaitu : Apa Susahnya Membangun Jalan Provinsi di Nias dan Caleg Berebut Hati Rakyat, (3) Menghadapi tantangan, contoh saat  DPRD  mengajukan hak angket, saya tulis buku Lima Tahun Yang Menantang  dan dituduh penyebab  defisit APBD  2016, saya tulis buku Apa Kabar  Nias Barat (yang diuncurkan hari ini), (4) Berkompetisi, misalnya saat pilkada 2015 saya buat buku berjudul “Berjuang Dalam Pilkada” saat ikut Pileg 2019 , saya tulis buku berjudul “ Demokrasi Kita Masih Abu-Abu” (akan terbit), (5) Sakit, saat saya kena Covid 19 pada Agustus 2021 saya tulis buku “Saling Curiga Karena Covid 19 ( akan dicetak), (6) Jalan-jalan/tour/piknik, (7) Selesai merenung, (8) dan lain-lain.

Kuncinya ialah harus memulai menulis minimal judulnya dulu, walaupun dalam proses penulisan judul bisa berubah. Selesai atau tidak selesai tulisan itu adalah masalah lain. Sekarang  ada puluhan judul tulisan saya yang lagi mandek, contoh pengalaman tour saya ke Yerusalam dan Eropah. Tapi saya punya prinsip kalau sudah memulai kemungkinan selesai, kalau orang lain bisa saya juga bisa, kalau gagal coba lagi (kecuali kalau itu diluar kemampuan), tidaktersinggung  tulisan saya dikoreksi bahkan ada yang dikembalikan oleh redaktur.

Kata bijak “Langkah pertama selalu yang paling sulit, tetapi begitu kamu mengambil langkah pertama  segalanya akan menjadi lebih mudah sejak saat itu”. Akhirnya saya mengucapkan terima kepada saudara Apolonius Lase atas kesediaan mengedit buku saya dan datang ke Gunungsitoli untuk menyukseskan peluncuran buku tersebut. Juga rasa terima kasih kami sampaikan  bapak/ibu/sdr/i dan semua pihak  yang hadir saat peluncuran buku saya, semoga kegembiraan yang dirasakan saat itu bergema dan berlanjut.

 

==========

Penulis adalah merupakan Pemerhati Sosial

==========

kabarnias.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan aslinya, belum pernah dimuat ke media lain. Tulisan disertai dengan lampiran identitas seperti KTP/SIM, foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan). Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan anda ke email : kabarniascom@gmail.com

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments