Pemerintah Daerah di Nias Saatnya Siapkan Tenaga Kerja Terampil

KETENAGAKERJAAN

0
1938
Sebanayk 75 putra-putri Nias dikirim ke Batam untuk bekerja di PT Philips. Pemerintah daerah harus terus memfasilitasi warga yang membutuhkan pekerjaan bisa bekerja, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. —Foto: Nitema Mandröfa

Oleh Nitema Mendröfa

Kita mengapresiasi kerja sama antara Kepala Dinas Sosial dan Tranmigrasi Kabupaten Nias dengan PT Philips di Batam yang sudah berlanjut beberapa tahun terakhir. Awal tahun ini Pemerintah Kabupaten Nias, melalui Dinas Sosial dan Tranmigrasi Kabupaten, kembali mengirimkan calon tenaga kerja di Batam.

Kini ratusan putra-putri Nias, terutama yang tamat SMA atau SMK, sudah bekerja di Batam dan bisa membantu dalam mencukupkan kebutuhan keluarga mereka di tengah-tengah lesunya perekonomian, terlebih-lebih karena harga karet yang merosot.

Sejak 2013, Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Nias telah mengirimkan 271 orang. Kemudian pada Kamis, 21 Januari 2016, kembali dikirim 75 putra-putri Nias ke Batam lewat Bandar Udara Binaka untuk bekerja di di PT Philips. Kerja sama pengiriman tenaga kerja ini, difasilitasi oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Batam, PT Danka Hurero.

Calon tenaga kerja yang dikirim ini sebelumnya melalui tahapan perekrutan dan mengikuti seleksi administrasi, wawancara, serta tes kesehatan yang dilakukan oleh PT Danka Hurero.

Menurut Kepala Dinas Sosial dan Tranmigrasi Kabupaten Nias Famahatő Mendrőfa, “Calon pekerja yang dikirim pada 2016 ini sebanyak 75 orang, di antaranya 10 laki-laki dan 65 perempuan.”

Para calon pekerjan ini rencananya akan dikontrak selama satu tahun dengan gaji sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) Riau sebesar Rp 3.150.000 per bulan. Adapun biaya tiket pesawat Gunungsitoli-Kota Batam, setengah ditanggung oleh PT Danka Hureko dan setengahnya ditanggung oleh calon tenaga kerja.

Wakil Bupati Nias Arosőkhi Waruwu juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Sosial dan Trasmigrasi Kabupaten Nias yang berkesinambungan mengirim calon tenaga kerja ke PT Philips Batam sejak tahun 2013 sampai sekarang.

“Hal ini salah satu cara menampung para penganggur yang memiliki keterampilan dan kemauan bekerja untuk bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan,” kata Arosökhi.

Ya, tentu selain menjadi pekerja di Batam, putra-putri Nias ini menjadi duta untuk membawa nama Nias. Etos kerja yang baik harus ditunjukkan sehingga nama baik Pulau Nias, khususnya pemerintahan Kabupaten Nias, juga menjadi baik.

Arosőkhi bahkan mengingatkan, selain menjaga nama baik suku Nias dan Pemerintah Kabupaten Nias, para pekerja ini agar memahami tugas dan pekerjaan, calon pekerja dari Nias ini juga harus memiliki motivasi bekerja yang tinggi, tidak malas-malasan, serta menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan keluarga selama berada di Batam.

Sekali lagi, kita menyambut positif upaya ini. Ini perlu dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Kita mendorong kelima pemerintah daerah di Pulau Nias untuk terus memikirkan dan memfasilitasi peluang-peluang untuk pengiriman tenaga kerja ini bagi putra-putri Nias yang membutuhkan pekerjaan.

Kepala daerah terpilih, yang sebentar lagi akan dilantik, kita harapkan sebaiknya segera mengeksekusi program penyiapan tenaga kerja terampil dan terlatih dari daerah masing-masing untuk bisa mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia di luar daerah, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Program ini mendesak dilakukan guna mengurangi angka pengangguran di Pulau Nias. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pendataan tentang jumlah angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan serta kemampuan yang dimiliki. Dari data itu, pemerintah baru merencanakan program pelatihan serta dalam waktu yang bersamaan mencari peluang-peluang lowongan pekerjaan.

Kita juga mengharapkan lembaga pendidikan yang ada, baik SMK maupun perguruan tinggi swasta, agar memiliki program yang bisa menelurkan lulusan yang benar-benar siap kerja serta bisa diandalkan karena dibekali ilmu yang sesuai dengan dunia kerja. Tentu ini akan berpengaruh pada perencanaan kurikulum pembelajaran yang sedapat mungkin sesuai dengan kekinian (update).

Selain itu, para diaspora Nias di mana pun juga perlu membantu untuk memberikan masukan serta informasi peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh putra-putri Nias dalam bekerja. Tak berkesalahan jika dibentuk forum informasi antara pemerintahan daerah dan diaspora Nias yang tersebar di mana pun berada. Lewat forum itulah kita harapkan para diaspora bisa berbagi informasi.

Warga Nias yang membutuhkan pekerjaan begitu banyak, tetapi diperlukan bantuan pemerintah daerah dan semua pihak untuk menuntun serta memfasilitasi. Hakikat pemerintah daerah sesungguhnya adalah ketika kehadirannya dirasakan saat warga masyarakat sangat membutuhkan. Akankah ini bisa dilaksanakan oleh pemerintahan daerah yang baru? Semoga….