PERNYATAAN SIKAP

Mahasiswa Nias Barat Kehendaki Bupati yang Antikorupsi

0
849
Mahasiswa Asal Nias Barat yang berdomisili di Kota Gunungsitoli memberi dukungan kepada paslon AINE. Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Masyarakat Nias Barat membutuhkan pemerintahan yang serius memikirkan kesejahteraan masyarakat serta pemerintahan yang memiliki komitmen terhadap antikorupsi dan penciptaan tata kelola yang bersih.

Demikian kesimpulan dalam diskusi para mahasiswa asal Nias Barat yang tergabung dalam Barisan Relawan Gabungan Mahasiswa (Bargema) dengan tim sukses salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah Nias Barat yang dilaksanakan di aula Hotel Nias Palace, Minggu (29/11/2015) sekitar pukul 20.00.

Bargema menyatakan kebulatan tekad memberikan dukungan kepada pasangan calon bupati atau wakil bupati Nias Barat nomor urut 1 Adrianus Aroziduhu Gulö-Oneyus Halawa (AINE). “Masyarakat Nias Barat, termasuk kami, mahasiswa, menginginkan pemerintahan di Nias Barat yang anti terhadap korupsi. Lagipula kinerja calon AINE ini sudah dibuktikan selama menjadi Bupati Nias Barat. Bersih dan cukup bagus kinerjanya,” ujarnya.

Pengamatan Kabar Nias, pernyataan dukungan ini dihadiri sekitar 50 mahasiswa dihadiri oleh Ketua Tim Pemenangan Nitema Gulö—yang juga selaku Ketua DPRD Nias Barat—serta Yaredi Waruwu selaku dosen di IKIP Gunungsitoli.

Ketua Bargema Kemurahan Zai mengatakan, mereka selaku mahasiswa yang menjadi aset Kabupaten Nias Barat harus memahami visi dan misi calon dan harus menggunakan hak pilihnya. Sebagai agen perubahan mesti turun di tengah-tengah masyarakat menyosialisasikan calon pimpinan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Mahasiswa semestinya tidak alergi mendiskusikan politik. Dan tidak membutakan diri terhadap calon pimpinan daerah. Kami sudah memahami visi dan misi kedua pasangan calon di Nias Barat, tetapi setelah kami pertimbangkan secara ilmiah. Ternyata hanya pasangan AINE yang sudah membuktikan diri membangun Nias Barat. Calon bupati Pak AA Gulö selaku bupati saat ini telah terbukti membangun Nias Barat,” ujar Kemurahan yang disambut dengan riuh tepuk tangan.

Menurut mahasiswa jurusan Biologi di IKIP Gunungsitoli itu, kedua pasangan calon yang tengah bertarung saat ini pernah memimpin di Nias Barat. Kepemimpinan Faduhusi Daeli ketika menjabat Pj. Bupati Nias Barat, kisruh penerimaan CPNS 2009 sampai sekarang masih belum selesai, karena para korban masih menuntuk keadilan. “Kasus itu sampai melahirkan istilah ‘komputer lompat-lompat’ yang cukup familiar di kalangan masyarakat Nias Barat,” ujarnya.

Adapun AA Gulö yang masih menjabat bupati, menurut Kemurahan, memang pada awal-awal pemerintahannya beberapa program terlihat stagnan, tetapi secara perlahan grafiknya naik. “Jika dibandingkan dengan daerah pemekaran lainnya di Pulau Nias, hanya Nias Baratlah yang sudah membangun kantor pemerintahan, jalan penghubung dengan lebar 16 meter. Memberi beasiswa bagi calon sarjana sebanyak 272 orang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, mantan Ketua SMPT IKIP Gunungsitoli Soziduhu Gulö menyatakan kiranya mahasiswa tergiur dengan janji di alam mimpi. “Gunakan hak pilih dan sosialisasikan kekeluarga pimpinan yang sudah terbukti membangun,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung tiga jam itu, Nitema mengapresiasi dukungan mahasiswa. “Mahasiswa yang berpikir selektif tidak menginginkan pimpinan daerahnya yang berwatak koruptif”. Adanya pernyataan kepemimpinan AA Gulö gagal total atau “gatot”, menurut Ketua DPRD, itu fitnah dan sama sekali tidak berdasar.

“Sepersen pun tidak ada APBD Nias Barat kembali ke pusat. Adanya sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) setiap tahun dari sisa tender, retensi, cadangan gaji CPNS 2009. Dan silpa ini selalu digunakan pada tahun berikutnya. Bupati Nias Barat itu, tidak pernah membuat LPJ fiktif. Tidak menyusahkan pegawai. Jika benar, dinyatakan benar dan yang salah. Tidak dibenarkan,” kata Nitema.

Pada kesempatan itu, Nitema membacakan visi AINE terwujudnya Nias Barat yang maju, beriman, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Adapun misi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik mengembangkan jati diri masyarakat yang memiliki integritas. Meningkatkan sumber daya manusia di lingkup aparatur dunia usaha dan masyarakat. Meningkatkan pembangunan di segala bidang dengan mengutamakan pemerataan, nilai tambah produksi dan penghasilan serta membangun perekonomian yang tangguh, memanfaatkan seluruh potensi lokal yang ada dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Para mahasiswa minta pasangan AINE jika terpilih harus tetap berkomitmen untuk anti terhadap korupsi serta lebih atraktif lagi dalam menjalankan roda pembangunan. “Kelambatan pembangunan selama ini harus segera dicarikan solusi sehingga tidak terulang lagi. Kami mahasiswa akan mengawal dan tak akan memberikan ruang bagi segala tindakan pemerintah yang tidak berpihak pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat banyak,” kata Kemurahan. [knc02w]

Berita Terkait

Bupati Nias Barat: Defisit Anggaran 2017 Hanya Rp 6,3 Miliar LAHÖMI, KABAR NIAS — Besarnya nilai defisit yang dialami oleh pemerintah Nias Barat—yang cukup menarik perhatian masyarakat beberapa waktu terakhir—ke...
Pilkada Nias Barat Sudah Dekat, Kita Pilih Siapa? Oleh Postinus Gulö* Berada di negeri jauh di Roma-Italia, saya kadang-kadang mengingat kembali pesan seorang sahabat Ono Niha kepada saya: “… panda...
Mempertanyakan Sanubari Pemkab Nias Barat Tangani Korban Pen... Oleh Adrianus Aroziduhu Gulö Sungguh memprihatinkan bagi saya, orangtua yang punya anak perempuan, ketika membaca berita surat kabar harian Sinar ...
Pendamping Desa di Nias Barat Perlu Dievaluasi LAHOMI, NIAS — Etos kerja pendamping desa di Kabupaten Nias Barat dinilai kurang baik. Semestinya para pendamping kegiatan masyarakat desa tersebut be...
Dijaga 12 Personel Polisi, Rekapitulasi Suara di Lahömi Aman... LAHÖMI, KABAR NIAS — Pelaksanaan penghitungan surat suara pilkada di tingkat Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat, Sabtu (12/12), di Aula Kantor Cam...