SINODE ISTIMEWA

Lolos PNS, Bendahara Pusat ONKP Diganti Lewat Sidang Sinode

2
1051
Acara pembukaan Sidang Sinode Istimewa pemilihan bendahara pusat gereja ONKP PAW di Setrum ONKP Tugala Lahomi, Kecamatan Sirombu —Foto: Aminudin Hia

SIROMBU, KABAR NIAS – Karena lolos PNS Kategori II, Bendahara Pusat Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) Pdt Radieli Gulö digantikan oleh Pdt Saradödö Gulö lewat sidang sinode istimewa yang dilaksanakan 18-19 Juli 2015 di gedung Setrum ONKP Pusat di Tugala Lahömi, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat.

“Sidang sinode ini diselenggarakan karena seorang pengurus Badan Pekerja Harian atas nama Redieli Gulö, beberapa waktu lalu, telah meletakkan jabatannya berhenti sebagai Bendahara Pusat ONKP kepada  Eporus. Mengingat jabatan yang ditinggal ini sangat penting demi pelayanan sehingga disesuaikan dengan tata gereja, kepengurusan BPH ONKP mengadakan sidang sinode istimewa,” ujar Budieli Hia, Sekretaris Umum Panitia Sidang Sinode Pemilihan Bendahara Pusat Gereja ONKP PAW, kepada Kabar Nias, Sabtu.

Berhentinya Bendahara Pusat ONKP, kata Budieli, bukan karena ada masalah, melainkan karena telah lulus kategori 2 di Kabupaten Nias Barat, beberapa waktu lalu. Radieli Gulö masih menyisakan masa jabatan 2 tahun lagi.

Pantauan Kabar Nias, pemilihan Bendahara Pusat ONKP dilangsungkan melalui voting. Dua calon memperoleh dukungan atas guru jemaat/penatua utusan setiap gereja dan pendeta ONKP di seluruh Nusantara. Pdt Saradödö Gulö memperoleh dukungan 69 suara, unggul satu suatu suara atas Pdt. Semi Hia yang mendapat dukungan 68 suara.

Bersinergi

Hadir dalam acara ini Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö dan Wakil Bupati Nias Barat Hermit Hia, perwakilan Gubernur Sumatera Utara, tokoh masyarakat Nias Faduhusi Daeli, dan sejumlah unsur muspika Kecamatan Sirombu.

Bupati Nias Barat Aroziduhu Gulö, dalam kata sambutannya mengatakan, menyambut baik tujuan pelaksanaan Sidang Sinode ONKP ini dalam hal pemilihan kelengkapan kepengurusan BPH Gereja ONKP untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaat dalam pembangunan iman yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa program gereja sudah bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Nias Barat, misalnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan kesehatan.

“Masyarakat yang beriman, mandiri, dan sejahtera apabila pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran agama sepenuhnya diaktualisasikan dalam kehidupan nyata. Sebagai lembaga agama (religi) harus mampu memerankan fungsinya sebagai agen sosial yang dinamis,” kata Adrianus. [knc07w]

Berita Terkait

ONKP Galang Bantuan Pengadaan Alkitab Berbahasa Nias dan Buk... JAKARTA, KABAR NIAS — Guna mencukupi kebutuhan 5.000 eksemplar Alkitab berbahasa Nias dan 5.000 buku lagu, lembaga gereja Orahua Niha Keriso Protestan...