KECELAKAAN LAUT

Tim SAR Gabungan Temukan Pdt Herman Baeha di Perairan Pulau Asu

0
3656
Bupati Nias Utara Marselinus Ingati Nazara (baju putih berjaket hitam) sedang berdiskusi dengan tim SAR gabungan di dermaga Pulau Asu, Jumat (24/6/2016). —Foto: Dokumentasi Pos SAR Nias (via Facebook).

SIROMBU, KABAR NIAS — Setelah melakukan pencarian sejak Kamis, 23 Juni 2016, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah anggota DPRD Nias Utara yang juga pendeta emeritus GKI Serang, Banten, Pdt Herman Baeha, di perairan Pulau Asu, kepulauan Hinako, Nias Barat, Sabtu (25/6/2016) pukul 14.15.

Informasi ini disampaikan oleh Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli melalui pesan di akun Facebook-nya, Sabtu siang. “Informasi terkini pada pukul 14.15 hari ini, Sabtu, Pdt Herman Baeha telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perairan Pulau Asu. Saat ini sedang dievakuasi menuju Pulau Hinako setelah itu menuju Pelabuhan Sirombu dan selanjutnya akan menuju Kota Gunungsitoli,” demikian disampaikan Faduhusi.

Informasi ini menjawab penantian masyarakat termasuk netizen di media sosial yang sejak Kamis menunggu kabar keberadaan Pdt Herman Baeha. Seperti diketahui, empat penumpang perahu lainnya, yaitu dua pengemudi perahu atas nama Syanan Marundruri dan Jimmy Harefa, Pdt Budieli Hia, serta Pdt Saroziduhu Marundruri, berhasil selamat dari musibah kecelakaan laut tersebut. (Baca: Pdt Herman Baeha Masih Belum Ditemukan)

Bupati Nias Barat itu menyampaikan terima kasih atas segala usaha dan upaya yang dilakukan oleh semua pihak hingga menemukan korban. “Kepada seluruh tim yang telah berusaha dan berupaya dalam pencarian hingga ditemukan korban, Pemerintah Kabupaten Nias Barat mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Ia juga tidak lupa menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa terhadap keluarga Pdt Herman Baeha. “Semoga Keluarga yang ditinggal diberi ketabahan menghadapi musibah ini.”

Hingga hari kedua Jumat operasi pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Posko SAR Nias, TNI AL, dan nelayan setempat mengaku kesulitan dalam melakukan pencarian korban. “Kendala tim di lapangan, yakni hujan deras, arus laut yang kuat dan cuaca tidak menentu sehingga menghambat proses pencarian,” ujar salah satu anggota tim dari Basarnas Nias.

Pantauan Kabar Nias, Bupati Nias Utara Maselinus Ingati Nazara tampak terus memberikan dukungan langsung kepada tim SAR gabungan. Tidak hanya itu, warga dan sejumlah hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja melakukan doa bersama di dermaga Pelabuhan Sirombu untuk keselamatan Herman Baeha, Kamis. (Baca: Doa Bersama demi Keselamatan Pdt Herman Baeha). [knc01r]

Berita Terkait

Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Empat Warga di Nias Utara Hila... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Empat warga yang menuju Pulau Wunga, Minggu (17/7/2016), di perairan Samudra Hindia, Kabupaten Nias Utara, dilaporkan hilan...
Digulung Ombak Saat Memancing, Fa’atulö Bu’ulölö... LÖLÖWA'U, KABAR NIAS — Fa'atulö Bu'ulölö (40), warga Desa Hilimböwö Siwalawa, Kecamatan Lölöwa'u, Nias Selatan, yang hilang digulung ombak saat memanc...
Perahu Terbalik, Dua Babinsa Pulau Terluar Nias Gagal Bertem... KABAR NIAS, TELUKDALAM — Dua bintara pembina desa (babinsa) yang bertugas di Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, yaitu Serda Harpen Simangunsong dan ...
Kronologi Kecelakaan Laut Perahu Cepat yang Ditumpangi Babin... KABAR NIAS, GUNUNGSITOLI — Dari Kota Gunungsitoli, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Letkol (Inf) Y Reymond Purba menjelaskan secara rinci kro...
Tiga dari Empat Korban Tenggelam di Afulu Sudah Ditemukan GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Tiga dari empat korban kecelakaan laut yang terjadi di Afulu, Minggu (17/7/2016), yaitu Akdun Kaiman Zebua (40), Salim (36)...