Kami Menginginkan Wali Kota Cerdas!

PEMIMPIN KOTA GUNUNGSITOLI

0
2071
Salah satu pojok Kota Gununsitoli, di sekitar Pasar Ya'ahowu. Kota yang tidak asri karena gersang tanpa pohon. —Foto: Apolonius Lase

Atribusi kota pada nama Kota Gunungsitoli apalagi diberi embel-embel Samaeri menumbuhkan banyak ekspektasi. Banyak mimpi agar kota ini menjadi tempat yang nyaman untuk didiami, kondusif untuk berusaha, dan menjadi tempat yang asyik buat dikunjungi para wisatawan.

Buat para peserta “lomba” pilkada, kita ingin menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan dan diadakan di Kota Gunungsitoli. Syukur-syukur catatan ini bisa menjadi “jualan” untuk menarik simpatik rakyat.

Pemerintahan yang bersih, kredibel, akuntabel, transparan, dan jujur adalah harapan semua warga Kota Gunungsitoli untuk dimiliki oleh pemimpinnya. Ini tak bisa ditawar-tawar. Jangan seperti selama ini, informasi program pembangunan tak mudah diakses oleh masyarakat. Mengapa? Ya, tanya saja kepada wali kota petahana yang juga ikut dalam perlombaan ini lagi.

Banyak selentingan wali kota selama ini jarang ada di tempat dan lebih banyak berada di luar daerah sehingga wartawan saja dan rakyatnya susah menemuinya. Hendaknya ini tidak terulang pada periode ke depan. Jika mau kunjungan ke luar daerah, wali kota dan jajarannya harus berani buka-bukaan di depan masyarakat, apa hasil dari perjalanan dinas yang dilakukan, laporkan secara gamblang kepada masyarakat. Itu baru namanya wali kota cerdas. Jika tidak, Anda cemen dan tak akan dipercaya rakyatmu.

Wali kota yang cerdas akan membuat sebuah website yang terintergrasi dengan semua program pembangunan Kota Gunungsitoli dan dibangun berdasarkan data (database) riil. Website ini menjadi satu pintu akses terhadap semua informasi terkait pembangunan, program-program pemerintah, pertanggungjawaban dan evaluasi program, serta ruang interaksi antara pemerintah dan rakyat.

Dengan kehadiran website itu, masyarakat Kota Gunungsitoli bisa mengawasi pekerjaan pemerintah daerah Kota Gunungsitoli sehingga roda pemerintahannya berjalan dengan baik, terhindari dari berbagai temuan korupsi dan masyarakat merasa memiliki kotanya.

Itu soal pemerintahan. Pokoknya, masyarakat Kota Gunungsitoli ingin para kepala dinas bekerja sesuai dengan target yang ditentukan di awal menjabat. Jangan seperti yang lalu-lalu, para pejabat dari awal hingga akhir jabatan tak kelihatan hasil kerjanya. Ini memalukan karena hanya bisa menjabat dan digaji tanpa ada hasil kerja yang memuaskan sehingga lebih pas disebut pemakan gaji buta.

Penataan Kota

Pasar penjualan ikan dan daging di kompleks Lagundri, dekat Pasar Ya'ahowu. Keberadaan pasar ini perlu ditinjau kembali. —Foto: Apolonius Lase
Pasar penjualan ikan dan daging di kompleks Lagundri, dekat Pasar Ya’ahowu. Keberadaan pasar ini perlu ditinjau ulang kembali. Pantai yang berada di belakang pasar ini menjadi kotor dan keindahannya tidak bisa dinikmati warga atau pendatang. —Foto: Apolonius Lase

Hal lain, di bidang penataan kota. Kita memang sangat menyayangkan selama lima tahun berlalu, tak ada pembangunan signifikan terjadi terkait penataan kota ini. Waktu pun terbuang sia-sia. Kalau boleh jujur, Kota Gunungsitoli malah terlihat semakin semrawut. Pemerintahan kota selama ini tak salah jika kita beri rapor merah terkait hal ini.

Masyarakat kota ingin ada taman untuk rekreasi dan ruang berinteraksi bagi warga yang nyaman, asri, dan manusiawi dengan dilengkapi tempat duduk, wahana bermain, tempat berolahraga, serta fasilitas umum lainnya. Taman ini harus didesain sedemikian rupa oleh ahli di bidangnya sehingga nyaman juga bagi warga berkebutuhan khusus atau mengalami disabilitas. Pembangunan taman ini tidak boleh hanya diserahkan kepada pemenang tender tanpa diawasi apakah sudah sesuai dengan desain yang diinginkan.

Jalan-jalan di Kota Gunungsitoli harus ditata, diperlebar, serta ditanami pohon-pohon yang asri sehingga kota ini terlihat sejuk. Diberi ruang kepada pedestrian (pejalan kaki).

Keberadaan pasar-pasar tradisional perlu dibangun menjadi pasar yang layak dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagaimana layaknya pasar. Jangan dibangun karena menyesuaikan keterbatasan dana yang ada, tetapi dibangun berdasarkan kebutuhan akan pasar yang bersih dan lengkap serta nyaman.

Kita juga menginginan pemimpin Kota Gunungsitoli yang cerdas sehingga bisa menata Sungai Nou, dinormalisasi, dibuatkan jalan inspeksi yang lebar sehingga masyarakat tidak lagi terkena banjir setiap musim hujan. Kemudian Sungai Nou bisa menjadi tempat interaksi dan tempat wisata. Buatlah peraturan daerah khusus Sungai Nou untuk perawatan sungai ini sehingga terjamin kebersihannya.

Pembangunan jalur hijau dan jalan sepanjang pinggir pantai harus bisa diwujudkan. Rumah-rumah yang selama ini membelakangi laut, kini harus menghadap laut. Sesungguhnya, keindahan pantai yang dianugerahi Tuhan selama ini kita telah sia-siakan. Kita sudah tak bisa main di pantai lagi karena sampah dan kotoran manusia bertebaran.

Jadi, jika Anda wali kota yang cerdas, bangunlah pariwisata dengan menjual keindahan pantai yang kita miliki. Jalan di pinggir pantai serta jalur hijau, sekali lagi, segera diterapkan. Mungkin di masa Anda hasilnya tidak dinikmati oleh masyarakat, tetapi paling tidak Anda meletakkan fondasi untuk diteruskan oleh siapa pun pengganti Anda sehingga anak cucu kita menikmati hasilnya.

Kebutuhan MICE

Kemudian, wali kota yang cerdas akan membangun sebuah gedung yang representatif, didesain sedemikian rupa sehingga menjadi tempat pertemuan, tempat perhelatan acara besar, pameran-pameran, seperti yang lazim kita kenal selama ini sebagai gedung untuk kebutuhan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Sehingga orang-orang luar Nias bisa direkomendasikan mengadakan pertemuan di Gunungsitoli Convention Center (GCC) atau Nias Convention Center (NCC) karena mereka mendapatkan bonus kesejukan, kenyamanan, dan keindahan Pulau Nias, khususnya Kota Gunungsitoli.

Suasana lalu lintas di Kota Gunungsitoli di Jalan Sirao, —Foto: Apolonius Lase
Suasana lalu lintas di Kota Gunungsitoli di Jalan Sirao, —Foto: Apolonius Lase

Semenjak gempa besar 28 Maret 2005, yang meruntuhkan dua bioskop yang cukup “bersejarah” di Kota Gunungsitoli, warga Kota Gunungsitoli tak pernah lagi bisa menonton film kesayanganya. Generasi muda Kota Gunungsitoli mesti diberi ruang untuk belajar dan membuka cakrawala dengan membangun sebuah bioskop. Dengan demikian, kaum muda dan semua warga Kota Gunungsitoli bisa tercerahkan dan terbuka wawasannya untuk bisa melihat dunia luar melalui film.

Hal yang tak kalah penting adalah membangun gedung olahraga (GOR), perpustakaan umum, serta gedung kebudayaan. Pembangunan mental dan kecerdasan warga, terutama generai muda Kota Gunungsitoli, sangat dibutuhkan sehingga kota ini berkembang menjadi kota yang bermartabat, menjunjung tinggi nilai-nilai positif, seiring jiwa dan jasmani yang sehat serta intelektualitas yang memadai.

Jika Anda wali kota cerdas, bangunlah GOR yang menyediakan berbagai fasilitas olahraga sehingga warga Kota Gunungsitoli bergairah untuk berolahraga serta bisa terhindar dari berbagai kegiatan-kegiatan yang tidak positif dan produktif.

Penyediaan perpustakaan umum menjadi kebutuhan warga di zaman ini karena daya serta kemauan membaca sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan gadget (gawai) daripada mengisi otaknya dengan membaca buku. Salah satu alasannya, ketidaktersediaan ruang baca serta lemahnya daya beli masyarakat terhadap buku. Pembangunan perpustakaan umum salah satu solusinya.

Pusat Kebudayaan dan Kesenian

Lagi-lagi jika Anda calon wali kota cerdas, buatlah gedung yang digunakan sebagai pusat kebudayaan dan kesenian. Ini akan membuat masyarakat Anda kreatif dan semakin menghargai budaya serta seni kita sebagai orang Nias.

Kemudian di bidang pariwisata, wali kota yang cerdas akan menyatukan visi dan misi dengan pemimpin daerah lainnya di Pulau Nias terkait pelaksanaan kepariwisataan di Pulau Nias dan di Gunungsitoli. Sebab, hemat saya, pariwisata di Pulau Nias tidak boleh dilakukan secara sendiri-sendiri, semau udelnya setiap kepala daerah saja, tetapi harus benar-benar menjadi perencanaan yang melibat semua pemangku kepentingan se-Pulau Nias.

Pariwisata itu tidak hanya sekadar pembenahan tempat wisata, tetapi juga terkait dengan kuliner, kerajinan tangan, ketersediaan hotel, infrastruktur atau akses menuju tempat wisata, promosi, serta juga berbagai insentif lain yang bisa diberikan kepada setiap wisatawan yang datang. Sebab, tujuan utama dari pembangunan pariwisata ini adalah bagaimana daerah merenggut keuntungan, menambah penghasilan daerah, yang berujung pada bagaimana menyejahterakan rakyat, dengan cara menerima uang dari wisatawan sebanyak mungkin sebanding dengan jasa dan pelayanan yang disediakan serta diberikan.

Soal pariwisata ini mungkin kita akan bahas secara khusus di kesempatan lain. Akan tetapi, yang harus kita ingatkan bahwa wali kota yang cerdas harus memiliki konsep kepariwisataan seperti yang diuraikan di atas. Tak salah jika pemda di seluruh Nias menyewa ahli di bidang pariwisata untuk membuat grand design pembangunan pariwisata di Pulau Nias.

Oh ya, hal yang paling penting dilakukan di Kota Gunungsitoli adalah bagaimana masyarakat disediakan fasilitas air bersih yang cukup serta energi listrik yang memadai. Wali Kota cerdas akan melakukan terobosan terkait air ini dengan mencari sumber air yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat se-Kota Gunungsitoli mungkin dengan memanfaatkan teknologi.

Kesediaan tenaga listrik juga menjadi tugas wali kota ke depan sehingga masyarakat kota Gunungsitoli tidak merasakan pemadaman listrik seperti minum obat, padam minimal tiga kali sehari.

Pesan ini hendaknya dibaca atau disampaikan kepada para calon pemimpin di Kota Gunungsitoli, yaitu Lakhömizaro-Sowa’a Laoli, Martinus Lase-Kemurnian Zebua, dan Yuliman Zendratö-Ilham Mendröfa.

Tidak semua keinginan masyarakat Kota Gunungsitoli tercantum di tulisan ini. Jika Anda calon wali kota yang cerdas, bisa mengambil hati masyarakat dengan mengusung sejumlah usulan pembangunan di atas. Jika Anda berjanji bisa melakukan dan mengiming-imingi kami untuk melakukan hal di atas, kami masyarakat Gunungsitoli akan memilih Anda. Namun, dengan catatan, Anda yakinkan kami bahwa Anda tidak hanya membual, tanpa menggenapi janji.

Kami menunggu siapa di antara pasangan calon ini yang cerdas. Warga Kota Gunungsitoli akan memilih Anda.