OBITUARI

Selamat Jalan Pak Hekinus Manaö…

1
2128
Hekinus Manaö —Foto: http://www.feb.ub.ac.id/

JAKARTA, KABAR NIAS — Setelah dirawat beberapa waktu atas penyakit yang dideritanya, putra kebanggaan Nias, Dr Hekinus Manaö (60), mengembuskan napas terakhir, Sabtu (19/3/2016) pukul 00.01 di Rumah Sakit Medistra, Tebet, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Mantan Direktur Eksekutif Bank Dunia itu meninggalkan tiga anak dan satu istri.

Informasi yang diperoleh Kabar Nias, Hekinus akan dikuburkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Selasa, 22 Maret 2016 pukul 10.00. Hingga berita ini ditayangkan, jenazah lulusan doktoral Business Administration, Cleveland State University, Ohio, AS, ini masih disemayamkan rumah duka di Jalan Janur Kuning I Blok BA7 Nomor 19 Sektor 1E, Gading Serpong, Banten.

Adapun pada 20-22 Maret, dari informasi yang dihimpun Kabar Nias, jenazah Hekinus akan disemayamkan di rumah duka di RS Kanker Dharmais, Jalan S Parman 84-86, Jakarta.

10644365_1241500995864685_7447467514746924015_o
Foto: Akina Sangkan via Facebook

Hekinus yang lahir di Desa Bawömataluo, Fanayama, Nias Selatan, pada 14 Juli 1956 itu menderita kanker lidah. Ia Sempat berobat di Singapura selama beberapa waktu.

Ery Harefa, kerabat korban, kepada Kabar Nias, mengatakan, “Pak Hekinus sejak menderita penyakit itu, hanya bisa mengonsumsi makanan dalam bentuk cairan yang dimasukkan lewat selang. Dia juga tidak bisa ngomong. Apalagi setelah kepulangan dari Singapura kedua kali, sudah enggak bisa ngomong sama sekali. Penyakitnya pun sudah menyebar hingga ke paru-paru.”

Gejala penyakit Hekinus, kata Ery, sebenarnya sudah dirasakan sekitar tiga tahun lalu saat bertugas di Amerika Serikat. Namun, karena kesibukan, gejala itu terabaikan. “Mulai terasa lagi ada benjolan pada sekitar Juli 2015, setelah pulang dari Nias,” ujar Ery.

Dalam kondisi seperti itu, Hekinus praktis mengandalkan komunikasi melalui tulisan dengan keluarga. “Namun, semakin ke sini, tangan Bapak Hekinus melemah dan tidak kuasa menulis. Bahkan, dua minggu terakhir harus masuk ICU dan sama sekali tidak bisa berkomunikasi,” ujar Ery.

Viral

Informasi berpulangnya suami dari Inti Zebua ini, sepanjang hari Sabtu, viral di media sosial, baik di Twitter maupun di Facebook. Tak terkecuali teman-teman almarhum dari alumni dari STAN.

Akun Facebook milik ono niha juga menyampaikan ungkapan dukacita yang mendalam atas kepergian tokoh yang menginspirasi ini karena pencapaiannya yang besar.

Festy Sarumaha menulis, “Sudah mengakhiri pertandingan dengan baik. Menjadi inspirasi, khususnya untuk orang-orang Nias meraih banyak prestasi yang bisa diukir. Damai di Rumah yang kekal Abang Ama Jesse. Kelak ada pertemuan yang indah di sana”.

Turunan Gulö, dalam statusnya menuliskan: “Putra Nias kaliber internasional. Kami merasa sangat kehilangan. Turut berduka cita sedalam2nya.”

Yosafati Waruwu menuliskan, “Turut berdukacita. Ono Niha kehilangan salah seorang putranya yang mendunia di bidang keuangan dan perbankan. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi Ono Niha. Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin…”

Ahli di Bidang Keuangan

Selama hidupnya, ayah dari Jesse Manaö, Elisabeth Manaö, dan Jeremy Manaö, ini dikenal telah mendapatkan pencapaian yang tinggi, terutama di bidang yang ia geluti, yakni bidang keuangan. Ia juga sudah malang melintang mengabdi di berbagai jabatan. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan pada Ikatan Akuntan Indonesia; pernah menjadi Inspektur Jenderal Departemen Keuangan; Komisaris PT Kereta Api (Persero); Ketua Tim Pelaksana State Audit Reform Project; Anggota Tim Kerja Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

Sebelum menjadi Direktur Eksekutif Bank Dunia pada 8 Oktober 2010, Hekinus pernah menjadi anggota Tim Kerja & Ketua Tim Pengadaan Proyek Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara; serta menjadi Liaison Officer pada Dewan Pengarah Badan Rehabilitasi & Rekonstruksi Aceh dan Nias.

Hekinus juga tercatat sebagai pengajar dan dosen pembimbing Program Doktor Pascasarjana Studi Manajemen dan Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Universitas Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai DKI Jakarta.

Hekinus menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas pada Maret 1984 di SMA BNKP Gunungsitoli. Ia kemudian melanjutkan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Jakarta, dengan mengambil program Diploma IV Bidang Akuntansi. Kemudian menempuh studi lanjutan di Fakultas Ekonomi Ekstensi, Universitas Indonesia (1981-1986).

Pada 1990, Hekinus studi ke Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, AS, mengambil Master of Accountancy.

Kehilangan Besar

Kepergian Hekinus adalah kehilangan besar bagi negeri ini. Menteri Keuangan Agus Martowadojo, ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan, sadar betul akan kemampuan Hekinus Manaö sehingga diusulkan untuk menduduki jabatan penting di Bank Dunia.

Putra terbaik Nias ini kini sudah tiada. Ia meninggalkan sejumlah prestasi yang tercatat rapih dalam perjalanan bangsa ini.

Yann Martel, dalam bukunya Life of Pi menuliskan, “Kematian selalu membuntuti Kehidupan dengan begitu dekat, bukanlah karena keharusan biologis, melainkan karena rasa iri. Kehidupan ini begitu indah, sehingga maut pun jatuh cinta padanya. Cinta yang pencemburu dan posesif, yang menyambar apa pun yang bisa diambilnya.” Selamat jalan Pak Hekinus…..

Berita Terkait

Dosen Yunisman Gulö Berpulang, STIE Pembnas Nias Berduka GUNUNGSITOLI UTARA, KABAR NIAS — Ketua Jurusan Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Nasional Nias (Kaprodi STIE Pembnas) Yu...
Pejuang Sejati Itu Selesaikan Perlombaannya… Oleh Apolonius Lase Di sebuah sore, pada awal Maret 2016, sebuah panggilan masuk di telepon seluler saya. "Pak Lase, apa kabar? Apakah bisa kita ke...