PARIWISATA KEPULAUAN NIAS

Menteri Pariwisata Luncurkan Festival Ya’ahowu Nias dan WSL 2018

0
36

JAKARTA, KABAR NIAS — Setelah tercatat sebagai bagian dari “100 Calender of Event Wonderful Indonesia”, Festival Ya’ahowu Nias (YNF) dan World Surfing League (WSL) 2018 di Telukdalam Nias Selatan, diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/6/2018) malam.

“Kepulauan Nias layak dikembangkan menjadi destinasi utama kelas dunia dan diproyeksikan tahun 2024 akan dikunjungi 1 juta wisatawan. Untuk itu, Festival Ya’ahowu Nias 2018 dan World Surfing League (WSL) 2018 di Pantai Sorake secara resmi diluncurkan,” kata Arief Yahya.

Menpar menyatakan, masuknya Festival Ya’ahowu Nias—sebelumnya bernama Pesta Ya’ahowu—ke dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia adalah melalui penelitian saksama dari tim Kemenpar yang diketuai oleh Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

“Kunci menjadi destinasi utama kelas dunia adalah meningkatkan fasilitas unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesbilitas). Untuk atraksi Nias mempunyai keunggulan budaya (culture) dan alam (nature). Festival Ya’ahowu Nias 2018 yang masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) dan event World Surfing League (WSL), cukup kuat untuk mendatangkan wisatawan. Apalagi, Pantai Sorake Nias masuk 10 tempat surfing terbaik dunia. Event world surfing yang berlangsung di sana akan mendatangkan banyak wisman,” kata Menpar Arief Yahya.

Owo Voice—sanggar pimpinan seniman Constant Giawa—menyumbangkan lagu dalam acara peluncuran Ya’ahowu Nias Festival 2018, Senin (25/6/2018). Foto: Dokumentasi Panitia YNF 2018

Ditambahkan Arief, dari sisi amenitas cukup dibangun homestay sebagai akomodasi yang cocok di sana, sedangkan untuk aksesibilitas Nias harus memiliki bandara internasional. (Baca juga: Bandara Binaka Harus Segera Jadi Bandara Internasional).

“Para wisatawan mancanegara itu lebih senang menginap di homestay daripada hotel bintang lima. Jadi, perlu diperbanyak pembangunan homestay di Kepulauan Nias,” ujar Arief Yahya.

Hadir pada acara itu Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, dan pada acara itu menyampaikan sambutan mewakili tokoh masyarakat Nias. Ia mengajak pemerintah daerah (4 kabupaten dan 1 kota) dan masyarakat Nias bergandeng tangan memajukan pariwisata.

“Festival Ya’ahowu Nias 2018 menjadi agenda pariwisata andalan Nias harus diselenggarakan secara konsisten dan terus ditingkatkan kualitasnya. Juga World Surfing League sebagai event yang membawa Nias dikenal ke seluruh dunia,” kata Yasona Laoly.

Bupati Nias Selatan Hilarius Duha mengatakan, Festival Ya’ahowu Nias 2018 akan berlangsung di Nias Selatan pada 16-20 November 2018, sedangkan Nias World Surfing League di Pantai Saroke akan berlangsung 24-28 Agustus 2018 mendatang. “Dua event andalan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias,” kata Hilarius Duha.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menkumham Yasonna Laoli, Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Asep Muhammad, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha saat memberikan keterangan pers, Senin (25/6/2018). —Foto: Kabarnias.com/Apolonius Lase

Menurut Hilarius, persiapan perhelatan acara ini terus dilakukan. Sebanyak 136 homestay di Nias Selatan terus berbenah dan sebagian ada yang sedang dibangun. “Kita akan terus lakukan persiapan-persiapan. Tentu panitia lokal akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar serta pihak-pihak lain agar acara ini sukses,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada diaspora Nias, yang terus memberikan masukan-masukan membangun demi suksesnya acara ini. “Ini saat yang tepat bagi para diaspora Nias untuk kembali melihat kampung halaman. Para agen perjalanan tentu kita harapkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk membawa klien mereka jalan-jalan ke Pulau Nias. Kami siap menerima kedatangan Anda semua,” kata Hilarius.

Festival Ya’ahowu Nias 2018 menargetkan sekitar 50.000 pengunjung. Para wisatawan ini akan menikmati berbagai rangkaian ancara di antaranya; pameran pembangunan, produk unggulan dan kuliner Nias; Ya’ahowu Nias parade (pawai budaya keliling kota Telukdalam dengan menampilkan busana daerah dari setiap peserta, kendaraan hias, marching band); atraksi budaya dari kabupaten kota se-Kepulauan Nias (famozi göndra, orahu, fame afo, dan atraksi budaya lainnya);

“Akan ada festival lompat batu kolosal yang oleh 100 pelompat batu dan akan dicatatkan dalam rekor MURI. Selain itu, festival kuliner seperti Sea Food & Barbeque Festival; serta lomba volley pantai,” kata Hilarius Duha.

Sekretaris Umum Panitia Ya’ahowu Nias Festival 2018 Anggreani Dachi—yang juga Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Nias Selatan—mengatakan, pelaksanaan YNF 2018 akan mengajak serta melibatkan semua komunitas untuk berpatisipasi. “Kami akan dengan tangan terbuka bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk menyukseskan acara besar ini. Kami tunggu sumbangsih serta masukan-masukan dan ide-ide kreatif agar tujuan besar kita mendatangkan 50.000 wisatawan bisa tercapai,” ujar Anggreani kepada Kabarnias.com.

Berita Terkait

Nias Selatan Promosikan Destinasi Wisata di PRSU 2017 MEDAN, KABAR NIAS — Setelah vakum sejak 2011, Kabupaten Nias Selatan kembali ikut memeriahkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara 2017 yang digelar mulai ...
Pengembangan Destinasi Pariwisata di Kepulauan Nias Moderator/Penanggap Utama: Dr Fönali Lahagu Co-Moderator: Agus Peterson Sarumaha Bidang pariwisata merupakan salah satu bidang unggulan untuk mend...
Bandara Binaka Harus Segera Jadi Bandara Internasional JAKARTA, KABAR NIAS — Target satu juta orang wisatawan yang datang ke Nias pada 2024 adalah sebuah keniscayaan dengan catatan, Bandar Udara Binaka seg...
25 Juni, Festival Ya’ahowu Nias 2018 Diluncurkan di Ke... JAKARTA, KABAR NIAS — Festival Ya'ahowu Nias atau Ya'ahowu Nias Festival 2018 akan diluncurkan Senin, 25 Juni 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Ged...
Turis Asing Alami Perlakuan Kurang Menyenangkan di Pulau Asu... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Seorang turis asing asal Brasil, Gilberto Bezerra De Abreu (35), mengalami perlakuan kurang simpatik dari seorang warga Pul...