Bandara Binaka Harus Segera Jadi Bandara Internasional

0
322
Menteri Pariwisata —Foto; Apolonius Lase

JAKARTA, KABAR NIAS — Target satu juta orang wisatawan yang datang ke Nias pada 2024 adalah sebuah keniscayaan dengan catatan, Bandar Udara Binaka segera dijadikan bandara internasional. Dengan begitu, penerbangan dilakukan langsung ke Nias (direct flight) tanpa harus transit ke daerah lain seperti sekarang ini.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Peluncuran Ya’ahowu Nias Festival (YNF) 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Ruang Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (25/6/2018) malam.

“Contoh daerah Banyuwangi dan Silangit. Setelah bandaranya bisa didarati pesawat berbadan lebar, kunjungan wisatawannya melonjak hingga 300 persen. PAD-nya juga langsung bertumbuh hingga 300 persen. Nias pasti bisa karena potensinya luar biasa. Penerbangan Jakarta-Nias, Bali-Nias, Singapura Nias, China bagian selatan-Nias, dan dari daerah lain sangat potensial jika bandar udaranya sudah siap ditingkatkan menjadi bandara internasional,” ujar Menteri Arief Yahya.

Panjang landasan Bandara Binaka saat ini baru 2.250 meter perlu ditambah menjadi 2.500 meter. Kemudian, lebar bandara yang sekarang 30 meter perlu ditingkatkan menjadi 45 meter. Begitu juga dengan ketebalan landas pacu (runway) yang sekarang masih PCN (pavement classification number) 30 seharusnya PCN 56. “Dengan demikian pesawat berbadan besar bisa mendarat di Binaka,” ujar Arief.

 

Pesawat Wings sedang bersiap untuk melakukan tinggal landas (take off) di Bandara Binaka, Gunungsitoli, beberapa waktu lalu.

Menurut Arief Yahya, solusinya adalah pemerintah daerah setempat perlu menyediakan lahan seluas 40 hektar.

“Sekarang ini kembali kepada bapak/bapak kepala daerah di Pulau Nias. Untuk membangun bandara bertaraf internasional tentu akan melibatkan banyak pihak. Pembangunannya adalah tanggung jawab Kemenhub. Di sini ada Pak Menteri Yasonna Laoli, ini harus dilaksanakan pada 2019. Tidak boleh tidak,” ujar Arief Yahya.

Pada 2017, wisatawan yang datang ke Nias mencapai 40.000 orang, 2018 ditargetkan 60.000 orang, dan 2019 menjadi 100.000 orang. Untuk 2024 ditargetkan 1 juta wisatawan datang ke Kepulauan Nias.

“Pada 2024 kita targetkan kunjungan wisatawan ke Nias mencapai 1 juta orang. Apabila dari 1 juta wisatawan tersebut, 10 persennya atau 100.000 adalah wisatawan mancanegara (wisman), akan diperoleh devisa langsung Rp 1,1 triliun dan ini akan menyejahterakan masyarakat Nias,” ujar Arief Yahya.

Arief menegaskan bahwa untuk penanganan bahan bakar pesawat jika kelak menjadi bandara internasional sudah dipersiapkan. “Sudah ada yang siap menjadi investor khusus fueling ini. Begitu juga dengan kantor imigrasi, sudah dipersiapkan oleh Kementerian Hukum dan Ham,” ujar Arief.

Berita Terkait

Produsen “Tuo Nifarö” Bentuk Asosiasi, Pemda Did... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Guna percepatan adanya Peraturan Daerah Kota Gunungsitoli yang mengatur tentang hak paten tuo nifarö (arak putih Nias), mas...
Empat Langkah Sukses Pemda Menarik Investor ke Pulau Nias Oleh Opy Eka Arman Zendratö Secara umum Pulau Nias masih belum tergolong sebagai daerah tujuan investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) ...
Ini Jawaban Hilarius Duha atas Pertanyaan Warganya JAKARTA, KABAR NIAS — Ada tiga pertanyaan yang disampaikan warga kepada Bupati Nias Selatan Hilarius Duha lewat rubrik "Lapor Pak! Lapor Bu!" di Kabar...
Nias Pulau Impian: “It is Too Good to be True(?)”... Oleh Memoriang Zebua Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Tidak juga ingin memberikan vonis atau penghakiman bagi siapa pun yang...
Penerbangan ke Nias Lumpuh akibat Kabut Asap GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan di Sumatera kini mengganggu sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Udara ...