Buruan Daftar, “Try Out” Masuk Perguruan Tinggi Diadakan di Kepulauan Nias

0
526

JAKARTA, KABAR NIAS — Menyiasati dampak dari pandemi Covid-19, khususnya di bidang pendidikan, Ikatan Pemuda Nias Indonesia (IPNI) dan GEMA NIAS (Generasi Muda NIAS) bekerja sama menggelar try out bagi siswa kelas III SMA sederajat yang ingin mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi.

“Kita tak pernah menyangka bahwa wabah pandemi Covid-19 ini memaksa kita sebegitu kerasnya untuk berubah. Dalam banyak aspek kehidupan salah satunya dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, proses belajar-mengajar dipaksa untuk berhenti bertemu secara langsung, proses tatap muka dihentikan dan terpaksa dilangsungkan secara dalam jaringan (daring) itu pun bagi yang mampu mengaksesnya,” ujar Ketua IPNI Vicensius Manuela dalam rilis yang dikirimkan kepada Kabarnias, Senin (4/5/2020).

Ketua IPNI Vicensius Manuela

Menurut Vicensius, IPNI dan GEMA NIAS melihat ini sebagai sebuah problem dengan dampak yang tinggi bagi pelajar di Nias. Khususnya bagi siswa kelas III SMA/sederajat yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Mereka kehilangan kesempatan untuk latihan dan belajar tambahan, baik di sekolah ataupun pada lembaga bimbingan belajar komersil lainnya, di mana biasanya waktu—waktu ini (April-Juni) adalah waktu mereka bisa mencari belajar tambahan dan latihan masuk perguruan tinggi Negeri.

“Persoalan inilah yang menggerakkan IPNI dan GEMA untuk mencari solusi dari persoalan tersebut. Proton atau Program Online Try Out Ono Niha, adalah solusi yang ditawarkan. Kami menyiapkan serangkaian kegiatan yang kami harapkan dapat membantu siswa/I SMA untuk tetap mendapatkan pelatihan dan pelajaran tambahan dalam situasi yang sulit ini,” kata Vincensius.

Kelas Motivasi

Program ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, Program pertama adalah Kelas Sharing dan Motivasi Bersama Jaya Setiawan Gulo (ASN Inspiratif Indonesia) pada 11 Mei 2020. Pada tahap ini sesi diskusi akan diadakan secara konferensi video melalui aplikasi Google Meets. Pada sesi ini peserta dapat langsung berdiskusi dan berbincang secara langsung dengan pemateri. Namun, bagi yang belum dapat mengikuti secara langsung, tidak perlu khawatir, sebab rekaman materinya akan diunggah di media sosial milik IPNI dan GEMA Nias.

Ketua Umum GEMA Nias Apriaman Lase

Kemudian, akan dilaksanakan pada 31 Mei 2020 secara serentak. Panitia telah menyediakan soal dan sistem simulasi ujian yang dirancang menyerupai ujian masuk perguruan tinggi nasional sebagai standar acuan. “Artinya, ini akan melatih peserta dengan standar dan sistem ujian yang akan diujikan nantinya. Dan terakhir, Pengumuman dan pemberian pembahasan soal pada tanggal 3 Juni 2020,” ujar Ketua Umum GEMA Nias Apriaman Lase.

Berhadiah 

“Kami mengundang lulusan SMA, terutama yang baru saja lulus, yang ingin mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, berlatih dan belajar bersama kami. Program ini kami adakan secara Cuma-cuma. Kawan-kawan tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun, kebahagiaan dan kesuksesan kawan-kawan masuk perguruan tinggi idaman adalah bayaran yang kami butuhkan dan jelas itu tidak ternilai,” imbau Vicensius.

Dijelaskan Vicensius, para peserta hanya perlu memiliki niat dan komitmen dan yang paling penting adalah memiliki gawai Android dan paket data untuk dapat mengerjakan setiap soal yang yang diberikan.

Di samping itu, panitia juga menyediakan apresiasi berupan insentif untuk tambahan beli buku untuk yang masuk dalam peringkat 3 besar. Setiap peserta juga akan mendapatkan sertifikat daring dan juga merchandise lainnya. “Dalam pelaksanaan ini, panitia menargetkan total peserta 750 orang dari seluruh siswa SMA se-Kepulauan Nias. Bahkan kami membuka kesempatan bagi siswa/I kelas II SMA/SMK untuk menguji kemampuannya sembari mengenal dan berlatih untuk ikut ini,” kata Apriaman.

Untuk pelaksanaan ini panitia akan membuka tautan pendaftaran melalui grup WhatsApp untuk dapat mengisi identitas diri dan mendapat informasi yang dibutuhkan. Bagi yang berminat untuk mendaftarkan diri dapat bergabung melalui tautan https://chat.whatsapp.com/JVPSMY9ynz35VbBqGhk4eb. Pendaftaran ini penting sebab panitia akan melakukan pendataan terlebih dahulu dan peserta akan menerima sandi untuk dapat mengikuti try out nantinya. Selain itu, setiap calon peserta juga diminta untuk terus mengikuti informasi melalui media sosial IPNI dan GEMA Nias.

Bantuan Semua Pihak

Untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan ini, menurut panitiia, jelas membutuhkan koordinasi dari pihak pemerintah. Dalam waktu dekat panitia akan menyurati cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara urusan SMA/SMK untuk dapat membantu mengomunikasikan program ini hingga di tiap sekolah.

“Kami pun percaya bahwa program ini akan membantu pelajar untuk dapat mengukur kemampuan dirinya dalam rangka meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Vicensius.

Dijelaskan Vicensius, program ini merupakan alternatif program di masa yang akan datang untuk membantu proses belajar-mengajar. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar sudah menjadi keharusan. Jadi, bukan tidak mungkin program ini jika telah dilaksanakan dan terus dikembangkan akan berubah menjadi lebih beragam dari sisi program dan bentuknya. Bahkan, panitia juga membuka diri untuk diberii saran dan kritik dalam pelaksanaan kegiatan ini agar dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Proton

Ada filosofi dari nama yang dipilih, yakni proton. Atom dalam teorinya disebutkan bahwa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Proton adalah partikel pembentuk atom dengan muatan positif. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Suatu atom akan bermuatan positif jika elektron dari atom tersebut pindah atau dilepaskan ke atom yang lain sehingga jumlah elektron di atom tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah proton pada atom tersebut.

Vicensius mengatakan, “Tiap-tiap kita adalah atom tersebut, kewajiban kita adalah memastikan bahwa proton ada di dalam diri kita dengan cara mengurangi elektron hingga kita bermuatan positif. Kemalasan, ketidakdisiplinan dan berbagai sifat negatif lainnya adalah elektron berlebih yang membuat kita menjadi atom dengan senyawa yang tidak seimbang. Kita tidak dapat menggapai cita-cita karena kelebihan sifat buruk. Untuk menjadi baik sebenarnya tidak perlu berbuat hal besar untuk menjadi positif, cukup kurangi/hilangkan sifat negatif saja dan proton akan muncul dengan sendirinya dalam hidup kita.”