Alarm Buat Semua, Ada Potensi Gempa Bertenaga Besar Terjadi

0
68

Ada alarm yang perlu diperhatikan oleh semua penduduk yang tinggal di daerah yang wilayah kediamannya termasuk jalur cincin api. Gempa kuat bertenaga besar hingga magnitudo (M) 8,8 berpotensi terjadi menyusul gempa M 6,7 yang terjadi pada pukul 04.38 di pantai selatan Nias Selatan, Sumatera Utara, Senin (14/3/2022).

Peringatan ini disampaikan oleh Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Daryono. Dikutip dari Kompas.id, Daryono mengatakan, di Zona Seismic Gap atau zona kosongan gempa besar yang ada  di Kepulauan Mentawai bagian utara menyimpan potensi gempa tenaga besar.

“Apakah ini gempa pembuka (gempa M 6,7  yang terjadi Senin) atau bukan, hal ini sulit diprediksi. Namun, ini menjadi alarm bahwa di zona ini ada tenaga besar yang belum lepas,” kata Daryono kepada Kompas.id.

Alarm serius

Daerah-daerah di sepanjang jalur cincin api perlu terus waspada, termasuk Kepulauan Mentawai, kepulauan Nias, dan jejeran pulau-pulau sepanjang Pulau Sumatera. Kesiagaan terhadap mitigasi bencana harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah.

Ingatan kolektif kita terhadap berbagai peristiwa gempa yang pernah melanda daerah ini menjadi pengalaman berharga untuk sigap menghadapi segala kondisi yang akan terjadi. Tak lekang dari ingatan kita semua bahwa pada Rabu, 28 Maret 2005 sekitar pukul 23.00 gempa besar mengoyak keheningan malam. Gempa yang dalam bahasa Nias disebut siheu atau ndruru danö meluluhlantakkan gedung-gedung dan rumah-rumah penduduk. Ratusan orang dinyatakan tewas. Sebelumnya, pada 26 Desember 2004, gempa disertai tsunami juga melanda Aceh dan wilayah sekitar di bagian barat NKRI ini.

Peringatan soal adanya potensi gempa susulan besar hendaknya ditanggapi dengan bijaksana. Tidak perlu panik tingkat akut juga. Hanya perlu diingatkan, masyarakat di Kepulauan Mentawai dan juga di Kepulauan Nias perlu menyiapkan diri secara individu dan keluarga untuk segera bertindak tepat saat gempa besar terjadi. Mungkin ada yang sangking sering mengalami gempa merasa peringatan ini angin lalu saja, tidak memperhatikan kesiapan diri dan keluarga seandainya bencana itu datang. Sikap ini harus segera disingkirkan.

Salah seorang siswi SMP terjatuh di lantai saat pelaksanaan simulasi gempa dalam rangka peringatan 11 tahun gempa Nias yang dilaksanakan Sigana di Kota Gunungsitoli beberapa minggu yang lalu. Foto dokumen facebook Daniel Gunawan.

Hal yang utama diperhatikan adalah jalur evakuasi. Kalau gempa terjadi setiap individu perlu tahu tempat titik kumpul yang aman. Kesiapan alat penerangan darurat menjadi sangat penting karena biasanya saat gempa besar terjadi, pasokan listrik akan terganggu. Siapkan senter! Ingat, yang utama adalah menjaga keselamatan jiwa. Kemudian, tahu jalan menuju tempat ketinggian, terutama yang dekat dengan pesisir pantai, bila tsunami terjadi.

Tidak berkesalahan jika di setiap keluarga melakukan simulasi yang menggambarkan sedang terjadi gempa, baik pada waktu malam maupun waktu siang. Dengan begitu, semua anggota keluarga memiliki kesamaan persepsi soal respons apa yang akan dilakukan saat gempa besar itu benar-benar datang. Barang penting apa yang harus dipersiapkan mulai sekarang dipikirkan dan dicek keberfungsiannya.

Kita dorong setiap kluster, setiap kelompok, setiap organisasi sosial masyarakat, seperti organisasi keagamaan, untuk saling mengingatkan dan segera merespons alarm ini. Dengan begitu, seandainya siheu tiba, kita semua selamat. Kerugian bisa ditekan seminimal mungkin. (Apolonius Lase)