PEMERINTAH DAERAH

Ada Ekspektasi Tinggi kepada Faduhusi-Khenoki

0
1718
Pasangan Fakhe berfoto bersama dengan Prof Dr Fakhili Gulö. —Foto: Kabarnias.com/Apolonius Lase

Oleh Apolonius Lase
Menyambangi tempat pelantikan para kepala daerah dari Pulau Nias di Kementerian Dalam Negeri, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/4/2016), ada pemandangan unik. Begitu masuk tempat pelantikan, puluhan karangan bunga yang dipajang di luar gedung hampir semua ditujukan kepada pasangan Bupati-Wakil Bupati Nias Barat Faduhusi Daely-Khenoki Waruwu.

Batin saya bertanya, ada apa ini. Mengapa pasangan lain tidak mendapatkan karangan bunga? Terlepas apakah ada event organizer yang mengatur sedemikian rupa sehingga pasangan ini mendapatkan karangan bunga, kemungkinan pasangan lain tidak sempat dibuatkan karangan bunga karena waktu yang sangat mepet. Sebab, bukankah pelantikan diumumkan begitu mendadak, hanya sehari sebelum hari-H?

Batin saya pun bergejolak hingga saya sampai pada sebutir titik di mana saya menyimpulkan bahwa ini adalah semiotika, sebuah tanda. Dari antara semua pasangan kepala daerah yang dilantik Jumat sore itu, pasangan Faduhusi-Khenoki memang istimewa. Paling tidak dari jumlah karangan bunga yang ditujukan kepada mereka. Selain itu, saya juga melihat, dari media sosial, Facebook misalnya, warga banyak memberikan ekspektasi yang tinggi kepada pasangan ini. Apalagi keduanya tergolong yang cukup aktif memutakhirkan status mereka di Facebook.

Sejumlah harapan diberikan kepada kedua pasangan ini. Sekali lagi, ada ekspektasi yang tinggi untuk bisa membawa Nias Barat ke arah yang lebih baik, seperti slogan yang mereka usung, Nias Barat Berdaya.

Pasangan dengan nama julukan “Fakhe” ini patut berbangga karena paling tidak mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat lewat karangan bunga dan respons di Facebook. Mereka seakan mendapatkan tambahan amunisi, tambahan semangat, untuk secara meyakinkan memulai pekerjaan sebagai pelayan masyarakat di Nias Barat.

Hampir semua fans atau pendukung pasangan Fakhe memimpikan Nias Barat lebih baik. Itu bisa kita lihat dari berbagai pesan-pesan viral di media sosial. Mereka mengharapkan Fakhe langsung bekerja dan segera membuahkan hasil, yakni perubahan.

Dukungan yang “begitu besar”, paling tidak dari dua indikator di atas, akan bisa menjadi pendorong semangat, tetapi di sisi lain juga bisa menjadi bumerang bagi keduanya. Ketika ekspektasi tinggi dari pendukung serta katakanlah dari seluruh masyarakat Nias Barat tidak tercapai, akan ada kekecewaan. Fakhe yang sekarang dielu-elukan, dipuji setinggi-tingginya, ke depan akan dicemooh dan akan kehilangan kepercayaan dari publik.

Menarik untuk diingatkan kepada pasangan ini bahwa Anda berdua mendapatkan dukungan besar. Terbukti Anda bisa meraih kemenangan saat Pilkada 2015 yang lalu dan itu tak bisa dimungkiri. Kita berharap pasangan ini secara bijaksana mengelola harapan tinggi dari masyarakat ini.

Hal prioritas yang harus segera dieksekusi oleh Fakhe adalah bagaimana pengelolaan keuangan bisa dilakukan dengan transparan dan jauh dari tindak pidana korupsi. Seperti pesan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo seusai pelantikan bahwa mesti ada sigergisitas dari semua pemangku kepentingan di Nias Barat untuk melaksanakan setiap program pembangunan.

Transparansi pemerintah daerah adalah tuntutan zaman ini. Kita berharap Fakhe mengusung pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Berani memublikasikan setiap programnya kepada masyarakat karena masyarakat memang berhak mengetahuinya. Setiap rupiah dari APBD harus berani diumumkan kepada publik karena itulah wujud transparansi.

Khenoki Waruwu kepada penulis, lewat perbincangan di telepon, pernah mengatakan bahwa setelah menjabat, tidak ada yang akan mereka tutup-tutupi. “Jangan ragu untuk bertanya kepada kami,” kata Khenoki ketika itu.

Pembangunan sejumlah infrastruktur baik jalan kabupaten dan jalan kecamatan maupun jembatan sudah menunggu tindakan nyata dari pasangan ini. Kurangnya pengawasan dan ketegasan yang disuarakan oleh pasangan ini terhadap rivalnya, pemerintahan terdahulu, saatnya dibuktikan.  Kita asumsikan pasangan Fakhe telah memiliki solusi terhadap semua yang mereka anggap sebagai kekurangan  pada pemerintahan terdahulu.

Kualitas pendidikan yang masih di bawah harapan adalah juga tantangan pasangan Fakhe di Nias Barat. Diperlukan kreativitas pemimpin untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan kualitas tentu tidak hanya didukung oleh rencana pemberian pembebasan biaya terhadap terhadap anak didik, tetapi para guru yang memiliki kompetensi dan integritas justru menjadi kunci.

Kita tidak menutup mata bahwa Faduhusi memiliki segudang pengalaman kala menjadi menjabat Sekda di Nias Selatan. Kita harapkan ia juga sudah belajar banyak agar kondisi kependidikan yang karut-marut di Nias Selatan dengan “program pendidikan gratis”-nya tidak akan terulang di Nias Barat. Ini penting kita ingatkan.

Keberadaan Profesor Fakhili Gulö, sebagai tokoh yang mengenal betul masalah pendidikan, dan kebetulan mendukung total pasangan Fakhe, menjadi harapan untuk mempraktikkan semua gagasanya dalam memajukan pendidikan di Nias Barat.

Saya sudah sedikit banyak berbincang-bincang dengan Profesor Fakhili terkait permasalahan pendidikan di Nias Barat. Sejumlah gagasan dan ide brilian sang profesor sangat menarik untuk segera diaplikasikan di Nias Barat. Saya pribadi menaruh harapan besar akan ada perubahan di bidang pendidikan ini.

Menata birokrasi yang efektif dan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat juga menjadi tantangan Fakhe. Kita tidak mengharapkan penempatan orang karena tergantung kedekatan, karena balas budi, atau yang lebih ekstrem karena mampu bayar fulus.

Semangat yang berapi-api, dukungan dan ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi harus segera diterjemahkan dalam hasil kerja yang nyata bukan hanya dalam kata-kata semata. Masyarakat menunggu dan melihat jika Anda berhasil maka Anda akan terus mendapat simpatik dari masyarakat. Kita tunggu apakah Nias Barat akan Berdaya sesuai ekspektasi masyarakat? Kita tunggu saja.

Selamat bertugas Fakhe!

Berita Terkait

Kepala Sekolah SMPN 5 Sirombu Dilaporkan ke Inspektorat SIROMBU, KABAR NIAS — Diduga melakukan penyelewengan dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun anggaran 2015, Urapi Hia, Kepala Se...
Wali Kota Gunungsitoli Perketat Aturan Perjalanan Dinas di J... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Aturan perjalanan dinas yang dilakukan di jajaran PNS di Kota Gunungsitoli akan ditinjau ulang dan diperketat. Wali Kota ak...