Cegah Virus Korona Masuk ke Kepulauan Nias

0
32

Virus korona jenis baru, Covid-19, sudah membuat dunia gempar. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghentikan pergerakan virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China, dan telah banyak merenggut korban jiwa.

Penularan virus korona ini bisa terjadi lewat kontak dengan penderita serta lewat udara yang membawa droplet dari penderita (cairan yang keluar saat seseorang bersin atau batuk yang terbawa oleh udara).

Pemerintah kini melakukan berbagai upaya agar virus itu tidak terus menulari warga dengan membatasi dan menunda berbagai acara yang mengumpulkan massa. Bekerja dari rumah kini sudah diberlakukan, bahkan sekolah-sekolah diliburkan selama 14 hari ke depan. Kegiatan-kegiatan ibadah pun ditiadakan sementara, selama dua pekan.

Bagaimana penanganan korona di Kepulauan Nias? Saat Kabar Nias tiba ke Nias pada Kamis, 12 Maret 2020, tak ada penapisan (skreening) di pintu masuk Bandara Binaka. Orang yang baru datang dengan leluasa masuk saja tanpa diperiksa suhu tubuhnya. Ketersediaan cairan antiseptik (hand sanitizer) di tempat publik seperti bandara itu juga tidak terlihat.

“Sejauh ini belum ada instruksi dari atas terkait pemeriksaan suhu tubuh atau lainnya. Alatnya juga belum tersedia. Mungkin karena setiap orang yang masuk di Nias sudah melalui pemeriksaan sebelumnya di bandara di Kualanamu, Padang, atau Soekarno Hatta,” kata seorang petugas di Bandara Binaka yang tidak ingin namanya disebutkan.

Hal yang sama juga terjadi di pintu masuk melalui pelabuhan laut. Tidak ada penapisan. Suster Klara Duha, yang beberapa waktu lalu baru saja menggunakan jasa angkutan laut itu untuk perjalanan ke Nias, mengaku tidak melihat pengecekan suhu tubuh.

“Hanya usul saya mengenai virus korona, yang sedang bergerak mencari mangsanya, sekiranya ada kesehati dan kesepikiran para pimpinan yang ada Pulau Nias ini, empat bupati dan satu wali kota sepakat buat larangan pesawat terbang dari Jakarta dan Medan tidak mendarat di Nias beberapa waktu ini demi mencegah kehadiran korona di Pulau Nias kita yang tercinta ini,” kata Klara Duha.

Kutip dari Kompas.id

Jaga Kesehatan

Pantauan Kabar Nias, masyarakat di Kepulauan Nias sebenarnya sudah mulai resah dan khawatir jika ada terduga Covid-19 masuk ke Nias dan menulari orang lain. Kesadaran menggunakan masker juga sudah mulai tumbuh.

Ada harapan agar para kepala daerah di Pulau Nias segera melakukan penanggulangan korona seperti halnya yang dilakukan oleh daerah lain, seperti Surabaya atau Jawa Tengah.

Kita sangat menyayangkan, keterlambatan respons yang dilakukan oleh pemerintah daerah soal penanggulangan korona ini. Sebab, pemerintahan daerah bertanggung jawab untuk keselamatan masyarakatnya.

Setiap warga kini didorong untuk terus waspada. Hindari sementara tempat kerumunan, tetap jaga kesehatan dengan berolahraga, konsumsi makanan sehat. Pakai masker jika berada di luar ruang.

Satu hal yang penting juga diingatkan, jaga jari dan jempol untuk berita hoaks terkait korona. Informasi satu pintu penanganan korona perlu dibuat sehingga setiap informasi yang hendak dibagikan diverifikasi terlebih dahulu. (Apose)