SOSIALISASI PROGRAM

HD-Sanolo Deklarasikan “Siwa Sanuwu Sihönö” di Börönadu

0
1603

BÖRÖNADU, KABAR NIAS — Calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan Hilarius Duha-Sozanolo Ndruru, mendeklarasikan misi atau program yang mereka usung ketika nanti dipercaya sebagian besar masyarakat Nias Selatan menjadi pemimpin di Kabupaten Nias Selatan periode 2016-2021, di Tugu Tua Tödö Hia, di Desa Börönadu, Kecamatan Börönadu, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (18/9/2015).

Sembilan program atau misi itu yang diberi nama “Siwa Sanuwu Sihönö” itu dibacakan oleh Hilarius Duha di hadapan masyarakat Desa Börönadu yang sebelumnya menyambut kedatangan pasangan ini dengan tari-tarian perang.

Desa adat dan kampung leluhur orang Nias, Desa Börönadu, dijadikan sebagai tempat deklarasi, menurut Hilarius Duha, sebagai simbol bahwa warga Nias Selatan harus ingat dan terus menjaga budaya leluhurnya.

“Leluhur kita berasal dari desa adat ini, Desa Börönadu. Di tempat ini kita bermula. Di sini juga nenek moyang memulai peradaban kita. Karena itu, pasangan kami, HD-Sanolo mendeklarasikan 9 program besar kami bersama semua warga Nias Selatan, yaitu Siwa Sanuwu Sihönö, di sini, hari ini, di Tugu Börönadu,” ujar Hilarius Duha yang langsung membacakan dengan tegas isi ke-9 program atau misi yang dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan semua warga Nias Selatan itu.

Pendeklarasian Siwa Sanuwu Sihönö ini menandai jadwal kampanye pasangan nomor urut 3 itu di daerah Börönadu sekitarnya seperti yang dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Pantauan Kabar Nias, untuk menuju Desa Börönadu diperlukan usaha dan tenaga yang ekstra karena akses jalan yang rusak parah. Sebagian besar badan jalan menuju desa budaya ini hanya berupa batu-batu onderlaag yang tidak beraspal. Sejumlah badan sungai juga dilewati tanpa jembatan.

Dalam poin 2 Siwa Sanuwu Sihönö, yang berbunyi: Pemerataan pembangunan dengan skala prioritas yang berbasis desa. HD-Sanolo berjanji untuk membereskan pembangunan berbagai infrastruktur di desa-desa, termasuk jalan menuju Desa Börönadu ini.

photo_2015-09-19_22-00-41

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir dalam deklarasi ini, menyampaikan berbagai harapan kepada pasangan HD-Sanolo agar apa yang dijanjikan kepada masyarakat, yang dibuat dalam 9 program, Siwa Sanuwu Sihönö, benar-benar dilaksanakan kelak.

“Kami sudah cukup lelah untuk menunggu pembangunan di daerah kami ini. Kami ingin bukti sekarang ini bukan lagi janji-janji surga,” ujar salah seorang tokoh yang menyampaikan nasihat dan harapan-harapan kepada pasangan HD-Sanolo.

Hilarius Duha menyatakan bahwa poin pertama dari 9 programnya adalah hal yang paling penting saat ini mendesak dilaksanakan di Nias Selatan, yaitu membangun kultur pemerintahan yang bersih, mandiri, transparan, dan berorientasi dalam pelayanan.

“Kita menempatkan ini sebagai nomor 1 bukan tanpa alasan. Ini yang paling penting saat ini, pelaksanaan pemerintahan harus transparan, harus bersih dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Tugas kami adalah melayani masyarakat dengan jujur dan mengedepankan kesederhanaan,” kata mantan Kepala Subdirektorat Cyber Crime Polda Metro Jaya tersebut.

Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Hilarius Duha yang didampingi oleh Sozanolo Ndruru menegaskan bahwa jika ia dipercaya oleh masyarakat Nias Selatan, program pendidikan dan kesehatan gratis adalah salah satu program yang terkandung dalam Siwa Sanuwu Sihönö.

“Kalau selama ini masih ada pungutan, jika kami dipercaya dan terpilih, kami jamin tidak akan terjadi pungutan apa pun dan akan diprioritaskan pemberian program pendidikan gratis kepada keluarga yang kurang mampu dan siswa yang berprestasi karena gratis itu bukanlah kepada anak pejabat, seperti yang terjadi selama ini. Gratis hanya dinikmati anak pejabat,” kata Hilarius.

Hilarius juga berjanji akan memaksimalkan potensi pariwisata di seluruh Nias Selatan sebagai sumber utama PAD. “Pariwisata adalah sumber utama PAD Nias Selatan. Hal ini harus kita maksimalkan dan kelola sedemikian rupa, termasuk potensi di daerah Börönadu ini. Poin 7 dari Siwa Sanuwu Sihönö adalah mengembangkan potensi pariwisata yang berbasis pada sumber daya alam dan kebudayaan,” kata Hilarius meyakinkan masyarakat.

Perlu diketahui, desa tua Börönadu sangat berpotensi menjadi daerah tujuan wisata yang bisa mendatangkan devisa bagi Nias Selatan. Diperlukan langkah-langkah yang nyata dan segera untuk merekonstruksi kondisi desa budaya ini. Tidak jauh dari desa Börönadu, potensi wisata lainnya, yakni keberadaan Air Terjun Helaowö.