KRISIS LISTRIK DI NIAS

Pemuda Peduli Nias Berdemo di Jakarta Hari Ini

1
1557
Anak muda Nias yang tergabung dalam Pemuda Peduli Nias akan menggelar aksi damai hari ini, Rabu (6/4/2016), di Jakarta.

JAKARTA, KABAR NIAS — Prihatin dengan nasib keluarga dan saudara-saudara mereka di Pulau Nias yang menderita karena krisis listrik, warga Nias di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang bergabung dalam Pemuda Peduli Nias, berkumpul dan melakukan aksi damai di Jakarta, Rabu (6/4/2016). Adapun bantuan genset dari PLN yang didatangkan dari luar Pulau Nias belum juga menyelesaikan krisis listrik yang ada hingga saat ini.

“Aksi damai ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib keluarga dan saudara-saudara kami di Pulau Nias yang sedang kesulitan karena pemadaman listrik sejak Jumat, akhir pekan lalu. Mari para pemuda Nias bergabung dengan kami. Titik kumpul di Epicentrum, Jakarta, mulai pukul 11.00,” kata Derman Laoli, salah satu penggerak aksi.

Pemuda Peduli Nias ini secara spontan menyusun rencana untuk mengadakan aksi sejak Senin (4/4/2016). Gerakan ini viral dan langsung mendapatkan respons dari sejumlah generasi muda Nias di Jabodetabek karena memiliki kepedulian yang sama yang dilakukan dengan tulus tanpa embel-embel membawa label organisasi.

Tujuan aksi untuk mendesak dan menggugat PLN dan pemerintahan pusat agar segera melakukan tindakan-tindakan segera guna mengatasi dan memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Nias dalam waktu 1 x 24 jam.

“Kami meminta kepada pemerintah pusat agar tidak lagi terjadi pemadaman seperti yang sedang terjadi sekarang di Pulau Nias. Kerugian masyarakat sudah begitu besar. Untuk itu kami minta PLN harus mengganti kerugian yang diakibatkan pemadaman listrik ini,” ujar salah satu koordinator aksi, Yones Laia. Pemuda Peduli Nias juga berencana akan mendatangi Komisi VII DPR yang membawahi energi.

Krisis listrik di Nias mendapat respons dari berbagai komunitas Nias di berbagai tempat. Organisasi HIMNI kemarin mendatangi kantor PLN Pusat. Demikian juga masyarakat Nias Barat yang ada Jabodetabek.

Mantan anggota DPR, Firman Jaya Daely, mengatakan, dirinya terus melakukan lobi kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan kelistrikan di Pulau Nias agar krisis listrik bisa segera teratasi.

“Saya sudah berkomunikasi dan berbicara langsung dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan. Adapun Menteri ESDM Sudirman Said masih di luar kota. Mereka dalam waktu dekat dan dalam kesempatan pertama akan segera menghubungi PLN dan pihak-pihak terkait untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan kelistrikan ini,” ujar Firman kepada Kabar Nias.

Bantuan Genset 

PT PLN (Persero) lewat press rilis yang dikirimkan Agung Murdifi, Manajer Senior Public Relations, kepada wartawan menyatakan akan terus melakukan penanggulangan krisis listrik di Pulau Nias. Sebanyak 17 genset yang dikirim dalam dua gelombang sudah tiba di Pulau Nias dengan kapasitas total 1,2 MW dan telah dipasang.

“Upaya lain yang akan dilakukan PLN adalah melakukan negosiasi dengan pemilik mesin baik di Amerika maupun perwakilan di Indonesia; Melakukan mobilisasi genset yang berada di langsa sebesar 12 MW ke Pulau Nias; Melakukan pembelian mesin PLTD sebesar 10 MW ke Pulau Nias. Diharapkan mesin tersebut dapat segera operasi pada hari Minggu (10/4),” ujar Agung.

Untuk diketahui, saat ini Nias mengalami krisis listrik sebesar 20 MW dari total beban puncak sebesar 24 MW.

Sementara itu, masyarakat meminta kepada PLN agar penggunaan genset jangan hanya ditujukan untuk para pejabat, tetapi juga kepada masyarakat bawah.

Putra Nias, Yeremia Hia, yang juga anggota DPRD Banten, meminta agar para pemda di Pulau Nias serta PLN berkoordinasi meminta bantuan dari TNI dan kepolisian untuk mengatasi krisis listrik di Pulau Nias. [knc01r]

  • S. O. Elman Zalukhu

    Penting bagi kita untuk melakukan riset terkait permasalahan utama PLN di Nias dan juga kepulaian Nias. Aku fikir perlu ada yang benar-benar memfokuskan untuk hal ini, tentunya bagi yang berada di bidang ini. Terima Kasih.