Garuda Persiapkan Penerbangan Langsung Jakarta-Nias

TRANSPORTASI UDARA

0
705
Branch Manager Garuda Indonesia Nias saat menghadiri perhelatan Nias Pro 2018, di Pantai Sorake. —Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA, KABAR NIAS — Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) saat ini sedang mempersiapkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Nias dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Rute Jakarta-Nias diperkirakan akan dilayani pesawat jenis CRJ Bombardier/Explore Jet. Sementara untuk menyiasati bertambahnya wisatawan ke Nias, frekuensi penerbangan Garuda dari Medan ke Nias kini menjadi 12 kali per minggu.

Hal itu disampaikan Branch Manager Garuda Indonesia Nias Bernardus M Mapram IM yang akrab disapa Benny, kepada Kabar Nias, Sabtu (25/8/2018) malam.

“Garuda sudah melakukan survei dan landas pacu yang kini sudah 2.250 meter memungkinkan untuk didarati oleh pesawat jenis CRJ Bombardier/Explore Jet berkapasitas 96 tempat duduk. Direncanakan, penerbangan dilakukan 3 kali seminggu. Soal tarif masih belum ditentukan. Adapun perjalanan Jakarta-Nias ditempuh selama 2 jam 20 menit,” ujar Benny.

Namun, menurut Benny, untuk waktu penerbangan langsung Jakarta-Nias itu ditentukan oleh kesiapan beberapa support, yang sedang dilengkapi, salah satunya pihak Pertamina sedang mempersiapkan pengadaan avtur. “Setelah semua sudah beres, Garuda akan melakukan penerbangan langsung Jakarta-Nias. Mudah-mudahan segera terealisasi sebelum perhelatan Festival Nias Ya’ahowu (16 November),” ujarnya.

Saat ditanya soal kesiapan Bandara Binaka, Benny mengatakan, dirinya tidak berwenang menjelaskan itu. “Soal itu, lebih baik langsung saja ke pihak Bandara, saya tidak bisa menjawab soal sarana dan prasarana,” ujarnya.

Tambah Frekuensi

Sementara itu, melihat bertambahnya jumlah wisatawan yang melintasi rute Medan-Nias, Garuda sudah menambah frekuensi penerbangan dari Kualanamu ke Nias, dari 9 kali menjadi 12 kali per minggu sejak 23 Juli 2018.

“Mulai Senin (23/7/2018), penambahan frekuensi Medan-Nias dari 9 kali menjadi 12 kali per Minggu, dilayani menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. Penambahn ini adalah salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa,” kata Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia Nina Sulistyowati, seperti dikutip dari rilis pers yang diterima Kabar Nias, Sabtu malam.

Pesawat Garuda sedang mendarat di Binaka. —Foto: Dokumen Pribadi

Menurut dia, penambahan frekuensi ini juga untuk mengoptimalkan pangsa pasar potensial. Sebab, Nias adalah salah satu destinasi wisata baru yang potensial. Permintaan penerbangan menuju Nias pun semakin meningkat.

“Dengan tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 75 persen, Nias merupakan pangsa pasar yang berpotensi bagi Garuda Indonesia. Makanya kami berharap kiranya dapat mengakomodasi permintaan penumpang dan potensi iklim investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan industri pariwisata Nias,” kata Nina

Ditambahkan Benny, penyelenggaraan acara seperti Nias Pro 2018 (24-28 Agustus 2018) dan disusul lagi dengan Festival Ya’ahowu Nias yang digelar pada 16-20 November 2018 membuat jumlah pengguna jasa penerbangan Garuda makin banyak.

“Penambahan frekuensi penerbangan Medan-Nias ini dilakukan seterusnya,” kata Benny.

Penerbangan tambahan Garuda dilayani melalui penerbangan GA 7118 yang berangkat pukul 13.15 setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.

Bandara internasional

Menteri Pariwisata Arief sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Garuda Indonesia. Dengan aksesbilitas yang makin mumpuni, pembangunan pariwisata di Nias akan semakin cepat.

“Aksesibilitas adalah salah satu kunci utama dalam pengembangan pariwisata. Dengan penambahan frekuensi penerbangan ini, pariwisata Nias akan semakin terbuka,” ujar Menpar Arief.

Baca juga: Bandara Bina Harus Menjadi Bandara Internasional

Selain itu, Menpar juga mendorong untuk mempercepat pemugaran Bandara Nias. Sehingga Bandara Nias berubah status menjadi bandara internasional.

“Kalau soal atraksi saya tidak khawatir terhadap Nias. Atraksinya sudah kelas dunia. Daerah ini memiliki pantai Sorake masuk 10 besar tempat surfing di dunia. Bahkan, nomor 2 terbaik setelah Hawaii. Untuk itu Nias membutuhkan bandara internasional sehingga ada penerbangan internasional langsung menuju Nias,” kata Menpar Arief Yahya.

Berita Terkait

Pariwisata Kepulauan Nias Menggeliat, Ini Harapan Masyarakat TELUKDALAM, KABAR NIAS — Festival Ya'ahowu Nias—sebagai salah satu dari 100 wonderful events Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata—pa...
Sedikit Cerita soal Cikal Bakal Taman Ya’ahowu Oleh Adrianus Aroziduhu Gulö, Pemerhati Sosial; Bupati Nias Barat Periode 2011-2016 Gempa bumi magnitudo (M) 8,7 yang terjadi di Nias pada 28 Maret ...
Museum Pusaka Nias Butuhkan Dana Partisipasi Masyarakat GUNUNSITOLI, KABAR NIAS — Museum Pusaka Nias genap 20 tahun usianya. Tempat tujuan wisata andalan Kota Gunungsitoli dan kepulauan Nias ini ingin meray...
Nias Harapkan Segera Menjadi Destinasi Utama Pariwisata MEDAN, KABAR NIAS — Tari perang dan atraksi lompat batu mewakili Pulau Nias menyemarakkan Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2015...
Wajah Kelabu “Sila’i” dan “Sibolowua... Oleh Happy Suryani Harefa Barangkali semua orang pernah menyaksikan seorang duta wisata melakukan kampanye atau promosi wisata di radio, di televis...