TRANSPORTASI UDARA

Garuda Persiapkan Penerbangan Langsung Jakarta-Nias

0
50
Branch Manager Garuda Indonesia Nias saat menghadiri perhelatan Nias Pro 2018, di Pantai Sorake. —Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA, KABAR NIAS — Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) saat ini sedang mempersiapkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Nias dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Rute Jakarta-Nias diperkirakan akan dilayani pesawat jenis CRJ Bombardier/Explore Jet. Sementara untuk menyiasati bertambahnya wisatawan ke Nias, frekuensi penerbangan Garuda dari Medan ke Nias kini menjadi 12 kali per minggu.

Hal itu disampaikan Branch Manager Garuda Indonesia Nias Bernardus M Mapram IM yang akrab disapa Benny, kepada Kabar Nias, Sabtu (25/8/2018) malam.

“Garuda sudah melakukan survei dan landas pacu yang kini sudah 2.250 meter memungkinkan untuk didarati oleh pesawat jenis CRJ Bombardier/Explore Jet berkapasitas 96 tempat duduk. Direncanakan, penerbangan dilakukan 3 kali seminggu. Soal tarif masih belum ditentukan. Adapun perjalanan Jakarta-Nias ditempuh selama 2 jam 20 menit,” ujar Benny.

Namun, menurut Benny, untuk waktu penerbangan langsung Jakarta-Nias itu ditentukan oleh kesiapan beberapa support, yang sedang dilengkapi, salah satunya pihak Pertamina sedang mempersiapkan pengadaan avtur. “Setelah semua sudah beres, Garuda akan melakukan penerbangan langsung Jakarta-Nias. Mudah-mudahan segera terealisasi sebelum perhelatan Festival Nias Ya’ahowu (16 November),” ujarnya.

Saat ditanya soal kesiapan Bandara Binaka, Benny mengatakan, dirinya tidak berwenang menjelaskan itu. “Soal itu, lebih baik langsung saja ke pihak Bandara, saya tidak bisa menjawab soal sarana dan prasarana,” ujarnya.

Tambah Frekuensi

Sementara itu, melihat bertambahnya jumlah wisatawan yang melintasi rute Medan-Nias, Garuda sudah menambah frekuensi penerbangan dari Kualanamu ke Nias, dari 9 kali menjadi 12 kali per minggu sejak 23 Juli 2018.

“Mulai Senin (23/7/2018), penambahan frekuensi Medan-Nias dari 9 kali menjadi 12 kali per Minggu, dilayani menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. Penambahn ini adalah salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa,” kata Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia Nina Sulistyowati, seperti dikutip dari rilis pers yang diterima Kabar Nias, Sabtu malam.

Pesawat Garuda sedang mendarat di Binaka. —Foto: Dokumen Pribadi

Menurut dia, penambahan frekuensi ini juga untuk mengoptimalkan pangsa pasar potensial. Sebab, Nias adalah salah satu destinasi wisata baru yang potensial. Permintaan penerbangan menuju Nias pun semakin meningkat.

“Dengan tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 75 persen, Nias merupakan pangsa pasar yang berpotensi bagi Garuda Indonesia. Makanya kami berharap kiranya dapat mengakomodasi permintaan penumpang dan potensi iklim investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan industri pariwisata Nias,” kata Nina

Ditambahkan Benny, penyelenggaraan acara seperti Nias Pro 2018 (24-28 Agustus 2018) dan disusul lagi dengan Festival Ya’ahowu Nias yang digelar pada 16-20 November 2018 membuat jumlah pengguna jasa penerbangan Garuda makin banyak.

“Penambahan frekuensi penerbangan Medan-Nias ini dilakukan seterusnya,” kata Benny.

Penerbangan tambahan Garuda dilayani melalui penerbangan GA 7118 yang berangkat pukul 13.15 setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.

Bandara internasional

Menteri Pariwisata Arief sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Garuda Indonesia. Dengan aksesbilitas yang makin mumpuni, pembangunan pariwisata di Nias akan semakin cepat.

“Aksesibilitas adalah salah satu kunci utama dalam pengembangan pariwisata. Dengan penambahan frekuensi penerbangan ini, pariwisata Nias akan semakin terbuka,” ujar Menpar Arief.

Baca juga: Bandara Bina Harus Menjadi Bandara Internasional

Selain itu, Menpar juga mendorong untuk mempercepat pemugaran Bandara Nias. Sehingga Bandara Nias berubah status menjadi bandara internasional.

“Kalau soal atraksi saya tidak khawatir terhadap Nias. Atraksinya sudah kelas dunia. Daerah ini memiliki pantai Sorake masuk 10 besar tempat surfing di dunia. Bahkan, nomor 2 terbaik setelah Hawaii. Untuk itu Nias membutuhkan bandara internasional sehingga ada penerbangan internasional langsung menuju Nias,” kata Menpar Arief Yahya.

Berita Terkait

Bebalazi Hulu dan Pinta Zendratö, Duta Wisata Kota Gunungsit... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Bebalazi Firman Hulu dan Pinta Hasrat Zendratö dinobatkan sebagai Duta Wisata Kota Gunungsitoli 2016 setelah menyisihkan 14...
Nias Pulau Impian: “It is Too Good to be True(?)”... Oleh Memoriang Zebua Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Tidak juga ingin memberikan vonis atau penghakiman bagi siapa pun yang...
Obyek Kebudayaan di Kabupaten Nias Didata GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Nias membentuk tim pend...
Produsen “Tuo Nifarö” Bentuk Asosiasi, Pemda Did... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Guna percepatan adanya Peraturan Daerah Kota Gunungsitoli yang mengatur tentang hak paten tuo nifarö (arak putih Nias), mas...
Kedutaan Besar Australia: Nias, Pulau yang Nyaman Dikunjungi GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Kepulauan Nias dengan keindahan pantai, wisata budaya yang unik, dan masyarakat yang ramah, adalah pulau yang aman dan nyam...