RUBRIK REMAJA PKPA

Mengenalkan Pendidikan Seks kepada Anak Sejak Dini

0
1725
Ilustrasi by Corbis

Dalam memberikan pendidikan seks kepada anak tentu kita harus melihat rentang usia anak, pemberian pendidikan yang tepat sesuai usia akan membantu anak untuk mengenali dan mencegah potensi kekerasan yang mungkin terjadi. Berbagai kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual terjadi kepada anak diusia dini, terjadi karena anak belum bisa mengenai titik-titik penting di tubuhnya dan mengenali emosi yang dia rasakan ketika titik itu disentuh.

Ketabuan orangtua juga menjadi faktor yang mendorong minimnya akses anak kepada informasi mengenai seksualitas. Sementara jika pendidikan seks ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif. Di sini peran orangtua benar-benar penting.

Berikut tips-tips dalam memberikan pendidikan seks sejak dini terhadap anak:

  1. Beri tahu anak tentang alat kelaminnya secara dini.

Dalam memberitahukan anak tentang alat kelaminnya gunakan bahasa baku, di sini sangat berguna apabila anak tertimpa masalah hukum yang berkaitan dengan masalah seks, anak dapat menyebutkan secara jelas dan tepat.

  1. Ajak anak mengenali bagian tubuhnya dan jelaskan fungsi setiap bagian dengan bahasa sederhana.

Katakan bahwa tubuhnya adalah karunia yang sangat berharga dan harus dijaga dengan baik.

  1. Bangun kebiasaan positif.

Misalnya, tidak berganti baju di tempat terbuka, tidak pipis di sembarang tempat, dan lain-lain.

  1. Tanamkan pentingnya menjaga organ tubuh tertentu.

Seperti alat vital, dari sentuhan orang lain. Tentu saja disertai penjelasan sederhana yang bisa ia terima dan mengerti dengan baik.

  1. Biasakan anak berpakaian sesuai identitas kelaminnya sejak dini.

Banyak kelalaian orang tua untuk hal ini. Mereka membuat anak perempuan menjadi tomboy dan anak laki-laki menjadi feminin. Dalam kondisi ekstrim, anak bahkan bisa mengalami kebingungan identitas seksual.

Cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak Anda :

  • Balita (1-5 tahun)

Untuk anak diusia ini, dapat dimulai  dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena jarak waktu perhatian anak biasanya singkat. Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis. Selain itu, jelaskan bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.

  • Usia 3-10 tahun

Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.

Contoh :

  • “Bayi berasal dari mana?”Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.
  • “Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?”Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.
  • “Mengapa bayi bisa ada di perut?”Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.
  • Usia Menjelang Remaja

Saat anak menjelang remaja, saatnya Anda mulai menerangkan kepada anak Anda mengenai menstruasi, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya. Dalam rentang usia ini, anak juga dapat diperkenalkan dengan tata cara merawat diri dan kebersihan organ reproduksi. Secara emosi, anak juga akan mengalami perkembangan dalam pola pikir, mulai mencari tahu mengenai pacaran dan hubungan dengan lawan jenis. Kontrol dan pengawasan orangtua sangat penting dalam masa-masa ini.

  • Usia Remaja

Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi. Orangtua juga diharapkan dapat lebih update terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang digunakan dan diakses oleh anak sehingga dapat memantau pertemanan, pergaulan dan situasi yang dihadapi oleh anak dalam kehidupan sehari hari diluar rumah.

Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak tumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks. Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain. Bahkan bisa lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau Internet yang informasinya mungkin salah dan menyesatkan.

Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat.