DPRD Sumut: Batas Wilayah di Pulau Nias Harus Dipasangi Pilar

KUNJUNGAN KERJA

0
1276

ONONAMÖLÖ, KABAR NIAS — Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara berkunjung di Pulau Nias, Kamis (20/8/2015), guna membahas tapal batas antardaerah Kabupaten/Kota di kepulauan Nias. Terkait ini, DPRD Sumut mendorong pemasangan pilar setiap batas wilayah untuk menghindari konflik.

Pertemuan yang dipusatkan di aula Kantor Bupati Nias, Jalan Pelabuhan Udara (Pelud) Binaka, Desa Ononamölö, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, itu dihadiri oleh wakil dari lima pemerintahan daerah di Pulau Nias.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara Tony Togatorop mengatakan, salah satu persoalan yang sering terjadi selama ini adalah adanya batas wilayah yang belum diberikan pilar atau tanda perbatasan wilayah oleh setiap pemerintah daerah.

“Jika pemerintah kabupaten dan kota tidak sinkron dalam penetapan batas wilayah masing-masing, utamanya wilayah desa yang belum terakomodasi pemasangan batas wilayah, sangat berpengaruh dari berbagai faktor juga dapat memicu terjadinya masalah di tengah-tengah masyarakat,” ujar Tony.

Sementara itu, Wakil Bupati mendorong pembentukan tim terpadu. “Kelima Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias diupayakan dapat membentuk tim terpadu sehingga dalam menetapkan batas wilayah turut bersama-sama melihat lokasi dan melakukan pemasangan pilar sebagai batas wilayah,” ujar Wakil Bupati Nias Arosökhi Waruwu dalam sambutannya.

Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang berkunjung di Kepulauan Nias, Kamis (20/8/2015), yaitu Ketua Tony Togatorop (Fraksi Hanura), Sekretaris Rony Reynaldo Situmorang (Fraksi Demokrat), Anggota Sampang Malem (fraksi Golkar), Putri Susi Melani Daulay (Fraksi Golkar), Sarma Hutajulu (Fraksi PDI-P), Herman Sembiring (Fraksi PDI-P), Sutrisno Pangaribuan (Fraksi PDI-P), H Ajie Karim (Fraksi Gerindra), H Burhanuddin Siregar (Fraksi PKS), Anhar A Monel, MAP (Fraksi Nasdem). [knc01w]