OTOBIOGRAFI

Sanggar Ondröita Meriahkan Peluncuran Buku Adrianus A Gulö

0
1256
Penari-penari dari Sanggar Ondröita Lölöfitu Moi, Nias Barat, membawakan tarian fame'afo pada acara Bincang-Bincang dan Peluncuran Buku "Adrianus Aroziduhu Gulö, Anak Desa Terpencil yang Jadi Bupati". —Foto: Noveriaman Lase

LAHÖMI, KABAR NIAS — Seni budaya khususnya tari tradisional Nias yang dibawakan sanggar budaya “0ndröita” dari SMA Negeri 1 Lölöfitu Moi mendapat tempat pada acara pelaksanaan Bincang-Bncang dan Peluncuran Buku Otobiografi Adrianus Aroziduhu Gulö, Anak Desa Terpencil yang Menjadi Bupati yang diselenggarakan di Hall Hotel Tokosa di Onolimbu.

Gerakan-gerakan gemulai yang membawakan tarian, antara lain, tarian fame’e afo, dari sembilan penari yang semua perempuan diiringi 3 pemukul faritia (canang) dan dua penyanyi serta musik organ memukau hadirin yang memenuhi aula Hotel Tokosa yang berkapasitas lebih dari 500 orang.

Tarian moyo dan maola yang dikreasikan mengawali bincang-bincang buku otobiografi yang disusun oleh Apolonius Lase, yang juga penulis Kamus Li Niha-Indonesia.

“Dari sekian banyak seni budaya tradisional daerah Nias, tari moyo dan maola sungguh luar biasa. Pas dihati kalau dilaksanakan  dengan sungguh-sungguh dan penuh  persiapan matang sangat sesuai di acara daerah selain pada acara adat, memiliki nilai estetik dan filosofis,” ujar seorang kepala desa yang hadir, mengomentari penampilan anak-anak Sanggar Ondröita.

Informasi yang dikumpulkan Kabar Nias, Sanggar Ondröita adalah juara tarian pada saat Festival Budaya dan Seni Se-Kabupaten Nias Barat yang diselenggarakan beberapa waku lalu di Pantai Sirombu, Nias Barat.

“Kami diundang oleh Pak Adrianus Aroziduhu dalam kapasitas sebagai pribadi pada peluncuran ini. Sekolah kami senang mendapatkan perhatian dan bisa tampil di depan banyak orang. Sebenarnya, kami kurang persiapan, karena diberi tahu mendadak, tetapi sempat latihan sedikit, meskipun sebentar,” ujar salah seorang penari, yang juga siswa kelas X SMA Negeri Lölöfitu Moi.

Koordinator Sanggar Ondröita menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada mereka. “Mewakili sanggar Budaya Ondröita, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan bantuannya baik secara materi maupun moril dalam persiapan tarian moyo dan maola ini. Kepada Bapak AAG atas kesempatan yang diberikan dan juga bapak Kadis Pendidikan Nias Barat mengusulkan sanggar budaya Ondröita sebagai pembawa tari-tarian tradisional kebanggaan suku nias pada acara dimaksud. Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami sanggar budaya Ondroita SMAN 1 Lölöfitu Moi Kecamatan Lölöfitu Moi,” ujar koordinator Sanggar Budaya dan Seni Ondröita B. Halawa.

Ulas Buku

Setelah penampilan tarian yang berdurasi lebih kurang 1 jam itu, ulas buku otobiografi Adrianus Aroziduhu Gulö, Anak Desa Terpencil yang Menjadi Bupati pun dimulai. Pada acara itu sejumlah tokoh masyarakat dari semua kecamatan diundang oleh Adrianus Aroziduhu Gulö dan dibagikan satu buku. Pantauan Kabar Nias, tokoh yang mendapat buku adalah mereka yang mendapat surat undangan dari Adrianus.

“Saya mencetaknya terbatas. Itu sebabnya saat peluncuran dibagikan kepada yang punya undangan saja. Namun, barang siapa yang mau memesan dan tertarik untuk membaca cerita hidup saya, bisa dipesan dan akan saya cetak lagi. Saya hanya minta ganti ongkos cetak dan ongkos kirim saja,” ujar Adrianus.

Acara yang dibawakan secara rileks tersebut dimoderatori langsung oleh penyusun buku, Apolonius Lase, dengan narasumber dua orang, yaitu Faigiziduhu Martin Zebua, pensiunan PNS yang juga sahabat Adrianus, dan Pdt Kalebi Hia, mantan Eporus BNKP, berlangsung baik dan mendapatkan antusiasme dari peserta.

“Buku ini berisi cerita langsung dari AAG, juga berisi testimoni dari teman-temannya. Selain subyektif juga objektif karena penulis dipersilakan menulis apa adanya. Saya sangat termotivasi dengan hadirnya buku teman saya ini untuk bisa memiliki buku yang sama,” ujar FG Marthin Zebua.

Hal yang sama disampaikan Kalebi Hia, dari buku ini, generasi muda bisa belajar tentang keuletan, kedisiplinan, kesederhanaan yang berujung pada sebuah keberhasilan. “Buku ini sangat memotivasi dan mencerahkan serta patut dicontoh oleh para generasi muda yang sedang berjuang meraih mimpi-mimpi mereka,” kata Kalebi Hia.

Bagian buku yang menceritakan jalan hidup AAG sejak ia lahir hingga dia terpilih menjadi Bupati Nias Barat didiskusikan oleh kedua narasumber, ditambah dengan testimoni dari berbagai tokoh yang mengenal dan pernah bekerja sama dengan AAG.

 

Hadir dalam acara peluncuran itu, mewakili Pemerintahan Kabupaten Nias Barat, Wakil Bupati Hermit Hia. Ia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya dalam atas inisiatif Adrianus Aroziduhu, partnernya dalam memimpin Nias Barat.