PILKADA SERENTAK 2015

Debat Kandidat Tahap Ketiga di Nias Barat Hampir Ricuh

0
934
Suasana debat publik antara pasangan calon Aine dan Fakhe tampak Ketua KPU Nias Barat Cakra Eli Gulö sedang memberikan pemahaman guna menenangkan situasi.

LAHÖMI, KABAR NIAS — Pelaksanaan debat tahap ketiga antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Nias Barat, Sabtu (5/12/2015), di Hall Tokosa, Onolimbu, hampir saja tidak terkontrol akibat ulah pendukung kedua kubu pasangan calon yang saling ejek.

Saat insiden tersebut, untuk menenangkan situasi agar konduktif, Ketua KPU Nias Barat Cakra Eli Gulö berusaha memberikan pemahaman tentang tujuan debat publik kepada hadirin.

“Saya mau menyampaikan kepada Bapak/Ibu, dan Sdr/i sekalian yang hadir di tempat ini bahwa tidak ada gunanya kita menjelek-jelekkan kedua pasangan calon ini karena, baik pasangan Aine maupun Fakhe, adalah sama-sama putra terbaik Nias Barat. Mereka ini mau dan bersedia mengabdikan diri demi daerah kita. Mereka saudara kita, jadi untuk apa kita menjelek-jelekkan mereka. Lebih baik marilah kita mendengarkan apa yang mereka sampaikan untuk kemajuan Nias Barat ke depan apabila salah satu dari mereka terpilih nantinya,” ujar Cakra Eli Gulö.

Ia berharap, debat publik yang dilaksanakan ini menjadi bahan dan acuan kepada masyarakat dalam mengambil langkah dan sikap untuk menentukan pilihannya pada 9 Desember mendatang.

Sementara itu, salah seorang tim sukses pasangan calon yang namanya tidak bersedia disebutkan menilai bahwa penyebab kericuhan pada debat publik ini ditengarai karena KPU Nias Barat sepertinya kurang persiapan dalam mengantisipasi jumlah masyarakat yang hadir.

“Menurut saya, penyebab kericuhan debat ini karena kedua kubu tim sukses saling ejek dan saling menyerang. Ditambah lagi karena ruangan disesaki oleh orang banyak. Sebaiknya, KPU harus membatasi pendukung calon yang boleh memasuki ruang debat,” ujar sumber Kabar Nias.

Narasumber Kabar Nias itu menyesali KPU Nias Barat yang sepertinya kurang persiapan dan tidak memedomani aturan pelaksanaan debat.

“Harusnya perlu persiapan untuk mengantisipasi antusiasme para pendukung kedua pasangan calon di Nias Barat ini. Bisa dibilang, kedua pasangan calon ini sama-sama memiliki pendukung fanatik. Sebaiknya, KPU menyediakan monitor di luar gedung agar orang yang berada di luar bisa mengikuti jalannya debat,” ujarnya

Dari pantauan Kabar Nias, pelaksanaan debat kali ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat Zemi Gulo, tokoh masyarakat Nias Barat FG Zebua, Fakhili Gulö, dan beberapa orang tokoh adat dan agama di wilayah Kabupaten Nias Barat. Diperkirakan jumlah yang hadir pada debat ini lebih kurang 2.000 orang dengan berbagai latar belakang status sosial. [knc07w]

Berita Terkait

Calon Pendamping Lokal Desa dari Nias Barat Ikuti Seleksi Be... TELUKDALAM, KABAR NIAS — 244 calon pendamping lokal desa (PLD) Kabupaten Nias Barat, Kamis (3/12/2015), mengikuti seleksi tahapan kedua, yakni seleksi...
Berkas Calon yang Kurang Bisa Dilengkapi hingga 28 Juli 2015 GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Bakal calon kepala daerah wajib memenuhi tiga syarat penting saat mendaftar di KPU, yaitu rekomendasi dari partai pengusung...
Dijaga 12 Personel Polisi, Rekapitulasi Suara di Lahömi Aman... LAHÖMI, KABAR NIAS — Pelaksanaan penghitungan surat suara pilkada di tingkat Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat, Sabtu (12/12), di Aula Kantor Cam...
37 Personel Polisi Amankan Kantor KPU Nias Barat LAHÖMI, KABAR NIAS – Sebanyak 37 personel Polri dikerahkan guna mengamankan Kantor KPU Nias Barat yang akan menggelar pendaftaran bakal calon kepala d...
Mencermati Gugatan Pilkada Kepulauan Nias di MK Oleh Fotarisman Zaluchu Putaran final Pilkada 2015 yang lalu ternyata tidak bisa diterima begitu saja oleh para kandidat Kepala Daerah di Nias, yang ...