TELUKDALAM, KABAR NIAS — Sebuah insiden pada masa tenang Pilkada Serentak di Nias Selatan, Senin (8/12/2015), calon bupati Nias Selatan Idealisman Dachi diusir dari kompleks kampus oleh mahasiswa karena dianggap melanggar ketentuan, melakukan berkampanye terselebung pada masa tenang di lingkungan kampus STIE, STIKIP, STIH, Telukdalam. Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Nias Selatan diminta merespons kejadian ini demi pelaksanaan pilkada yang bersih.

Dari video yang diunggah akun Nias Selatan di Youtube, Senin, terlihat Idealisman mengobrol dengan mahasiswa di kantin kampus dan meminta mahasiswa bersyukur sudah bisa sekolah. Dalam video itu Idealisman terlihat berdiskusi dengan seorang mahasiswa yang menyampaikan kekesalannya terkait kondisi di Nias Selatan saat ini.

“Pasti ada yang kecewa. Instruksi saya benar, tetapi di bawah bisa saja salah. Tetapi harus diakui bahwa Nias Selatan sudah ada perubahan. Kalian harus mengucap syukur bahwa kalian bisa bersekolah,” kata Idealisman merespons protes dari seorang mahasiswa.

Saat Idealisman sedang menyampaikan tanggapannya, tiba-tiba seorang mahasiswa bernama Hepi, langsung menggebrak meja tepat di depan Idealisman dan meminta Idealisman Dachi segera pergi dari lingkungan kampus itu karena dianggap melanggar peraturan bahwa tidak boleh berkampanye pada masa tenang.

“Ngapain kau di sini. Ini hari tenang. Kau tidak tahu peraturan? Jangan bodoh-bodohi masyarakat Nias Selatan! Jangan bodoh-bodohi mahasiswa. Sudah cukup USBM kau bodoh-bodohi,” ujarnya.

Idealisman akhirnya beranjak dan keluar dari kantin kampus tanpa bicara sedikit pun menuju mobil Camry hitam didampingi ajudannya.

Insiden ini sangat disesalkan terjadi karena seharusnya semua pihak harus menghormati ketentuan yang ada bahwa setiap calon kepala daerah tidak boleh mengadakan sosialisasi apa pun di masa tenang.

“Panwaslih Nias Selatan kita minta untuk segera menyelidiki kejadian ini. Kinerja Panwaslih Nias Selatan sangat memprihatinkan. Beberapa waktu lalu juga beredar video calon petahana membagi-bagikan uang, tetapi Panwaslih tidak melakukan tindakan apa-apa,” ujar seorang masyarakat Nias Selatan, Rabu pagi. [kncr01]

 

Berita Terkait

IDI Nias: RSUD Gunungsitoli Belum Layak GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah wakil kepala daerah di Pulau Nias pada Pilkada 2015 kemungkinan akan dilaksa...
210.623 Pemilih Tercatat dalam DPT Kabupaten Nias Selatan TELUKDALAM, KABAR NIAS — Setelah melakukan pencocokan data serta rekapitulasi ulang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Selatan menetapkan jumlah pemili...
Hari Pertama, Belum Ada yang Mendaftar di KPU Kota Gunungsit... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Hari pertama pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Minggu (26/7/2015), KPU Kota Gunungsitoli belum ...
Partai Gerindra Dukung Lianus Ndruru-Thomas Dachi TELUKDALAM, KABAR NIAS — Partai Gerindra mengarahkan dukungan kepada pasangan Lianus Ndruru-Thomas Dachi (LINMAS) untuk maju sebagai calon bupati dan ...
Alumni Fordem Nias Selatan: Hentikan Intoleransi dan Ambil A... TELUKDALAM, KABAR NIAS — Perhimpunan Alumni Forum Demokrasi Mahasiswa Nias Selatan menyatakan sikap politik untuk mendukung pemerintah pusat menghenti...