PEMILU LEGISLATIF 2019

Dinilai Bermasalah, Perekrutan Anggota KPU Nias Selatan Dilaporkan ke KPU Pusat

0
34
Kantor KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol Jakarta. —Foto: Suara Kalbar via Google

JAKARTA, KABAR NIAS — Sejumlah warga Nias Selatan yang melamar menjadi calon anggota KPU Nias Selatan melaporkan panitia seleksi anggota KPU sekepulauan Nias kepada KPU Pusat. Mereka menduga panitia seleksi melakukan diskriminasi serta bertindak tidak adil dalam melakukan penyaringan calon. Diduga kuat, ada kelompok yang memengaruhi pansel sehingga hanya memilih orang-orang tertentu.

“Kami meminta KPU Pusat dan pihak terkait agar turun tangan dan kalau bisa melakukan penyaringan kembali anggota KPU, khususnya KPU Nias Selatan agar benar-benar berlangsung fair, jujur, dan adil. Sangat patut diduga bahwa ada permainan dalam proses perekrutan anggota KPU ini,” kata Xody Dachi, kepada Kabar Nias, Senin (23/7/2018) malam, saat berada di Jakarta untuk menyampaikan laporan ke KPU Pusat dan instansi terkait lainnya.

Xody mengatakan, pihaknya telah menyampaikan protes dan mempertanyakan perlakuan ketidakadilan yang mereka alami langsung kepada panitia seleksi di Medan. Akan tetapi, keluhan mereka tidak ditanggapi. Alasan pansel menggugurkan sejumlah calon, antara lain, akibat berkas administrasi belum terpenuhi.

“Padahal, jelas-jelas, saat pendaftaran, kami sudah memenuhi semua syarat administrasi. Ada check list-nya. Tanda terima penyerahannya ada. Namun, dikatakan, kami tidak lolos karena berkas administrasi kami kurang lengkap. Saat kami tunjukkan buktinya bahwa sudah diserahkan, mereka beralasan di file mereka tidak ada. Ada apa ini, kok file kami bisa hilang,” ujarnya.

Xody dan rekan-rekannya meminta agar KPU memintai pertanggungjawaban tim seleksi serta panitia seleksi di daerah yang diduga bertindak tidak adil dan memanipulasi berkas sehingga yang diloloskan adalah orang-orang tertentu saja.

“Dugaan kami, ini erat sekali kaitannya dengan peran kelompok atau oknum yang ingin mengambil keuntungan agar berkuasa pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang. Ini patut diduga karena kenyataannya yang diloloskan adalah orang-orang yang diduga berafiliasi dengan seseorang. Untuk itu kami mohon KPU dan semua pihak terkait untuk turun tangan meninjau kembali perekrutan KPU di Nias Selatan. Jika ini dibiarkan, kita sangat khawatir hasil Pemilu 2019 penuh dengan unsur manipulasi dan keberpihakan pada satu kelompok tertentu. KPU perlu menyelidiki apakah ada dugaan suap dalam penetapan anggota KPU ini karena ini sangat santer dan kini menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Xody.

Seperti diketahui, dalam sejarah pelaksanaannya, pemilihan umum di Nias Selatan hampir selalu bermasalah dan menjadi sorotan hingga tingkat nasional. Pengamatan Kabarnias.com, masyarakat Nias Selatan meminta pemerintah pusat agar tidak membiarkan hal ini berulang terus. Semua potensi penyelewengan sebaiknya diatasi sejak dini, mulai dari penetapan personel pelaksana pemilihan umum.

Berita Terkait

Polres Nias Selatan Deklarasikan Pilkada Damai TELUKDALAM, KABAR NIAS — Untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dalam rangka pemilihan kepala/wakil kepala daerah ...
Masyarakat Menaruh Harapan Besar pada “Kabinet” ... Pilkada 2015 di Nias Selatan yang mengantar pasangan Hilarius Duha-Sozanolo Ndruru menjadi bupati dan wakil bupati memberi harapan baru bagi seluruh m...
Kapolres Nias Selatan Ajak Masyarakat Berantas Narkotika TELUKDALAM, KABAR NIAS — Kapolres Nias Selatan AKBP Robert K Aritonang mengajak elemen masyarakat memerangi narkotika serta tidak mencoba-coba untuk m...
Membangun Pulau Nias dengan Konsep “Nias Raya” Oleh Apolonius Lase Kita menunggu putusan Mahkamah Konsitusi yang akan mengadili sengketa yang dilaporkan oleh empat pasangan dari empat daerah di ...
25 Juni, Festival Ya’ahowu Nias 2018 Diluncurkan di Ke... JAKARTA, KABAR NIAS — Festival Ya'ahowu Nias atau Ya'ahowu Nias Festival 2018 akan diluncurkan Senin, 25 Juni 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Ged...