PEMILU LEGISLATIF 2019

Dinilai Bermasalah, Perekrutan Anggota KPU Nias Selatan Dilaporkan ke KPU Pusat

0
105
Kantor KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol Jakarta. —Foto: Suara Kalbar via Google

JAKARTA, KABAR NIAS — Sejumlah warga Nias Selatan yang melamar menjadi calon anggota KPU Nias Selatan melaporkan panitia seleksi anggota KPU sekepulauan Nias kepada KPU Pusat. Mereka menduga panitia seleksi melakukan diskriminasi serta bertindak tidak adil dalam melakukan penyaringan calon. Diduga kuat, ada kelompok yang memengaruhi pansel sehingga hanya memilih orang-orang tertentu.

“Kami meminta KPU Pusat dan pihak terkait agar turun tangan dan kalau bisa melakukan penyaringan kembali anggota KPU, khususnya KPU Nias Selatan agar benar-benar berlangsung fair, jujur, dan adil. Sangat patut diduga bahwa ada permainan dalam proses perekrutan anggota KPU ini,” kata Xody Dachi, kepada Kabar Nias, Senin (23/7/2018) malam, saat berada di Jakarta untuk menyampaikan laporan ke KPU Pusat dan instansi terkait lainnya.

Xody mengatakan, pihaknya telah menyampaikan protes dan mempertanyakan perlakuan ketidakadilan yang mereka alami langsung kepada panitia seleksi di Medan. Akan tetapi, keluhan mereka tidak ditanggapi. Alasan pansel menggugurkan sejumlah calon, antara lain, akibat berkas administrasi belum terpenuhi.

“Padahal, jelas-jelas, saat pendaftaran, kami sudah memenuhi semua syarat administrasi. Ada check list-nya. Tanda terima penyerahannya ada. Namun, dikatakan, kami tidak lolos karena berkas administrasi kami kurang lengkap. Saat kami tunjukkan buktinya bahwa sudah diserahkan, mereka beralasan di file mereka tidak ada. Ada apa ini, kok file kami bisa hilang,” ujarnya.

Xody dan rekan-rekannya meminta agar KPU memintai pertanggungjawaban tim seleksi serta panitia seleksi di daerah yang diduga bertindak tidak adil dan memanipulasi berkas sehingga yang diloloskan adalah orang-orang tertentu saja.

“Dugaan kami, ini erat sekali kaitannya dengan peran kelompok atau oknum yang ingin mengambil keuntungan agar berkuasa pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang. Ini patut diduga karena kenyataannya yang diloloskan adalah orang-orang yang diduga berafiliasi dengan seseorang. Untuk itu kami mohon KPU dan semua pihak terkait untuk turun tangan meninjau kembali perekrutan KPU di Nias Selatan. Jika ini dibiarkan, kita sangat khawatir hasil Pemilu 2019 penuh dengan unsur manipulasi dan keberpihakan pada satu kelompok tertentu. KPU perlu menyelidiki apakah ada dugaan suap dalam penetapan anggota KPU ini karena ini sangat santer dan kini menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Xody.

Seperti diketahui, dalam sejarah pelaksanaannya, pemilihan umum di Nias Selatan hampir selalu bermasalah dan menjadi sorotan hingga tingkat nasional. Pengamatan Kabarnias.com, masyarakat Nias Selatan meminta pemerintah pusat agar tidak membiarkan hal ini berulang terus. Semua potensi penyelewengan sebaiknya diatasi sejak dini, mulai dari penetapan personel pelaksana pemilihan umum.

Berita Terkait

Dua Komisioner Panwaslih Nias Selatan Sampaikan Laporan ke K... TELUKDALAM, KABAR NIAS — Hak tidak dibayarkan, komisoner Panwaslih Kabupaten Nias Selatan melaporkan kepala sekretariat Panwaslih ke Kejaksaan Negeri ...
Bantuan Pemerintah Pusat Dibutuhkan untuk Benahi Pantai Sora... SORAKE, KABAR NIAS — Pelaksanaan Kontes Surfing Nias Selatan Terbuka (Nias Selatan Open Surfing Contest/NSOSC) 2017 di Pantai Sorake, Kabupaten Nias S...
Alat Rusak, Pengurusan Dokumen Kependudukan di Nias Selatan ... FANAYAMA, KABAR NIAS — Pengurusan berbagai dokumen kependudukan di Nias Selatan terhambat akibat kerusakan pada alat. Kerusakan ini telah dilaporkan k...
Ini Sikap Pemkab Nias Selatan Terkait Kasus Mahasiswa Unpri TELUKDALAM, KABAR NIAS — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan tidak bisa langsung membayarkan utang biaya kuliah dan biaya asrama para mahasiswa yang bel...
Tingkatkan SDM, Pemkab Nias Selatan Kerja Sama dengan ITB JAKARTA, KABAR NIAS — Selama lima tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama di bidang...