Beranda Featured Adrianus Aroziduhu Gulö: Pengabdian Sepanjang Hayat

Adrianus Aroziduhu Gulö: Pengabdian Sepanjang Hayat

0
Adrianus Aroziduhu Gulö: Pengabdian Sepanjang Hayat
AAG menyerahkan buku karyanya kepada para sahabat beberapa waktu lalu.

Mantan Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö sepertinya tak pernah berhenti untuk mengabdikan dirinya buat negeri ini. “Ini pengabdian sepanjang hayat.” Begitu ia sampaikan kepada Kabar Nias saat bertemu beliau pertengahan November 2018 lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang mendorong Bapak berminat untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPRD di Sumut mengingat bukankah semua Bapak sudah berikan untuk negeri?

Bagi saya pengabdian itu adalah sepanjang hayat. Ketika raga ini masih kuat, pikiran masih bisa berpikir, artinya ada banyak hal yang bisa saya lakukan untuk sesama, untuk bangsa ini, untuk daerah, dan untuk keluarga. Kebetulan dari Pengurus DPD PD Sumut menawarkan kepada saya untuk maju sebagai calon di DPRD Sumut. Tawaran itu pun saya terima. Ini bentuk kepercayaan partai kepada saya. Saya sangat menghargai kepercayaan ini. Selain itu, teman-teman dan kolega saya juga banyak yang mendorong saya untuk maju. Bahkan, masyarakat yang saya temui pun menginginkan saya untuk menjajaki sebagai senator di Sumatera Utara.

Bagaimana sikap keluarga ketika mereka mengetahui bahwa Bapak mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Sumatera Utara?

Saya memberi tahu kepada istri, kepada anak saya, Agnes dan keluarganya, juga kepada keluarga besar kami yang lain bahwa ada penugasan dari partai. Jika nanti diberi kepercayaan oleh rakyat, saya akan menempati nomor urut satu untuk Dapil 8 DPRD Sumatera Utara. Istri saya, Ina Agnes, pada dasarnya menyerahkan keputusan maju atau tidak maju itu kepada saya. “Jika dirasa masih kuat, ya, silakan saja.” Begitu kata istri saya.

Agnes juga berpendapat. Anak pertama saya itu memang sempat memberikan pendapat yang berbeda. Ia menyarankan saya agar berpikir ulang. Ia meminta saya lebih baik menikmati masa pensiun, misalnya dengan jalan-jalan keluar negeri atau bahkan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat, seperti menjadi dosen. Atau fokus untuk menjadi pengacara bagi orang-orang yang miskin yang membutuhkan bantuan hukum. Namun, kata Agnes, semua diserahkan ke tangan saya.

“Jika Papa sudah mantap, ya, saya dukung saja yang terbaik buat Papa. Saya berdoa Papa sukses. Kita serahkan semua perjuangan ini ke tangan Tuhan,” kata Agnes.

Jadi, dari sisi keluarga besar, pada dasarnya mereka mendukung saya untuk maju sebagai anggota legislatif.

***

Setelah gagal pada kontestasi Pilkada Nias Barat pada tahun 2015, AAG mengikuti Pendidilan Kursus Profesi Advokat (PKPA) selama 5 minggu di Medan pada September Oktober 2016. Kemudian ia juga mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh indonesia oleh Peradi Pusat dan AAG ikut ujian di Medan pada Oktober 2017. Hasilnya, AAG dinyatakan lulus pada Desember 2017. Setelah itu, ia mengikuti pelantikan Advokat oleh Peradi Pusat dan pengambilan Sumpah Avokat oleh ketua Pengadilan Tinggi Medan pada Februari 2018).

Kemudian dia mengurus kartu tanda pengenal advokat (KTPA) dan diterbitkan pada Maret 2018. Pada September, AAG membuka kantor advokat di Gunungsitoli beralamat di Jalan Diponegoro Km 5,5. Menurut AAG, ia telah berkomitmen untuk menjadi pengacara bukanlah untuk memperkaya diri. Dia hanya ingin mengabdikan diri menolong masyarakat bawah yang memerlukan bantuan hukum. Selama ini, banyak warga masyarakat yang tidak bisa mendapat keadilan dalam penegakan hukum karena takut menggunakan jasa pengacara yang bayarannya mahal.

“Saya membantu mereka yang memerlukan pertimbangan hukum. Jika setelah berdiskusi dan saya mengerti duduk soal permasalahan mereka, saya akan mencoba membantu mereka apakah mereka perlu maju hingga ke pengadilan atau berhenti saja,” kata AAG.

Jika menjadi anggota DPRD Sumatera Utara, apa yang menjadi program Bapak?

Pertama, saya akan berjuang dan mendukung dengan segala cara untuk menjadikan Provinsi Kepulauan Nias. Perjuangan Provinsi Kepulauan Nias ini harus dilakukan dari segala lini. Kita masyarakat Nias harus benar-benar bersatu untuk berjuang agar daerah kita menjadi daerah otonomi baru. Dari DPRD Sumut harus ada gerakan dan program agar pemerintah pusat segera menetapkan Kepulauan Nias jadi provinsi.

Di sela-sela sosialisasi kepada masyarakat soal programnya jika terpilih menjadi anggota DPRD Sumut, AAG menyempatkan diri berpelesir ke luar negeri sekadar untuk menyegarkan pikiran.

Kedua, saya akan berjuang agar anggaran buat Kepulauan Nias dari Provinsi Sumatera Utara meningkat. Hal ini akan berhubungan langsung dengan program-program yang diajukan oleh kepala daerah di Kepulauan Nias. Paling tidak, saya akan mengawal semua pengajuan anggaran ini sehingga tidak dipangkas.

Ketiga, pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Nias adalah keharusan. Saya akan mendorong program peningkatan kualitas pendidikan di daerah kita. Pembenahan infrastruktur, seperti gedung atau ruang belajar serta peningkatan kualitas para guru dan penguatan gerakan literasi dengan penyediaan bahan bacaan di setiap sekolah.

Apa harapan Bapak kepada masyarakat di Dapil 8 Sumut ini?

Pilihan tentu ada di tangan masyarakat kita semua. Masyarakat kita bebas memilih siapa saja. Namun, saya pribadi berharap masyarakat di seluruh Kepulauan Nias menjatuhkan pilihan kepada saya.

Sekarang masyarakat cenderung menyamakan preferensi pilihan mereka dengan pilihan pada Pilpres. Bagaimana pendapat Bapak terkait hal ini?

Saya sering mendapatkan pertanyaan yang sama terkait hal ini, apalagi kenyataannya di Kepulauan Nias preferensi politiknya sudah sangat jelas. Saya beri tahu bahwa partai saya telah membebaskan kadernya di daerah-daerah untuk menentukan pilihan. Tugas kami kader Partai Demokrat adalah bagaimana kami bisa meningkatkan keterpilihan partai karena ini sangat berguna secara nasional. Bagi saya, pada saatnya masyarakat mengerti, saya mendukung siapa pada pemilihan Presiden 2019.

Beberapa kali terlihat Bapak bertemu dengan Bapak Mayjen TNI (Purn) Christian Zebua yang juga maju di DPR Senayan. Apakah ini artinya Bapak sejalan dengan beliau soal pilihan presiden?

Saya tak perlu menjawab ini. Saya dengan Bapak Christian Zebua itu sudah berteman sangat lama. Beliau adalah tokoh masyarakat Nias yang sangat membanggakan kita semua. Saya mendoakan beliau untuk bisa terpilih pada Pileg 2019 sebab dengan begitu, perjuangan Provinsi Kepulauan Nias yang diemban melalui Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) jauh lebih efektif jika beliau ada di Senayan.

Apa harapan Bapak kepada para rival Bapak yang juga maju ke Sumut?

Prinsip saya, seperti saya pernah menuliskannya di Kabarnias.com juga, mari kita bersaing sehat. Tak perlu saling menjelekkan. Siapa pun nanti yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, kita akan mendukung sepenuhnya. Masyarakat kita sudah mulai melek politik. Tugas kita atau kami para caleg untuk terus mengedukasi, tidak sebaliknya, membodohi dengan menyebarkan informasi bohong. Itu harapan saya. Meskipun sepertinya rival, tetapi bagi saya, hubungan pertemanan tidak boleh terputus. Jika kita berteman, tetaplah kita berteman.

Apa harapan Anda kepada masyarakat di seluruh Kepulauan Nias, juga kepada para anak muda kaum milineal?

Harapan saya, semoga saudara-saudara saya masyarakat Nias terus membangun pemikiran positif. Cara pandang positif membuat kita melangkah ke depan, bukan mundur atau jalan di tempat. Apa pun profesi kita, apa pun bidang yang menjadi keahlian kita, semoga setiap kita melakukan yang terbaik.

Untuk anak-anak saya kaum milineal, saatnya memanfaatkan waktu untuk belajar sebanyak-banyaknya. Saya tahu kondisi mungkin sering menjadi penghalang. Namun, jika ada kemauan keras, pasti kalian bisa berhasil. Perbanyak baca buku. Teruslah menulis. Saya sudah coba dan saya berhasil bikin 4 buku. Para anak muda, ayo kita majukan literasi di Kepulauan Nias. Saya senang jika ada anak muda mau menulis….

Salam saya buat seluruh masyarakat Nias. Tuhan memberkati kita semua.