TAHAPAN PILKADA

Di Kota Gunungsitoli, Pasangan Makmur Urut 1, Laso Urut 2

0
2230

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Pencabutan nomor urut calon wali kota/wakil wali kota Gunungsitoli periode 2016-2021 dilaksanakan di aula Hotel Wisma Soliga, Selasa (25/8/2015). Pasangan Martinus Lase-Kemurnian Zebua (Makmur) mendapatkan nomor urut 1 dan Lakhömizaro Zebua-Sowa’a Laoli (Laso) nomor urut 2.

Seusai pencabutan nomor urut, Ketua KPU Kota Gunungsitoli Sökhi’atulö Harefa membacakan hasil pengundian itu sambil mengetuk palu.

Pengamatan Kabar Nias, saat pengundian berlangsung, pendukung setiap calon hanya diperkenankan masuk sebanyak 30 orang dengan menggunakan tanda pengenal dari KPU. Hal ini untuk mengantisipasi tidak terjadinya gesekan.

Pengambilan nomor urut diawali dengan pasangan Laso kemudian disusul Makmur. Tampak setiap pendukung bersorak-sorak dan menyanyikan yel-yel untuk menyemangati pasangan yang mereka usung.

Tak kalah dari pendukung Makmur, pendukung Laso juga bersorak-sorak sambil melambaikan bendera kecil yang memuat foto Laso nomor urut 2.

Pantauan Kabar Nias, acara itu dihadiri 5 komisioner KPU Kota Gunungsitoli, Ketua Panwaslih Kota Gunungsitoli Ofredi Harefa, Wakil Wali Kota Aroni Zendratö, Kapolres Nias AKBP Yofie Girianto Putro, Sekda Kota Gunungsitoli.

Setelah kedua pasangan calon mendapat nomor urut, KPU Kota Gunungsitoli menetapkan dalam sebuah surat keputusan Nomor: 65/Kpts/KPU-K.Gst.072.68075/2015 yang dibacakan Sekretaris KPU Gunungsitoli Satimböwö Zebua.

Berharap Tetap Nomor 1

Dalam kesempatan itu, Martinus Lase mengatakan, siapa pun pemenang nantinya merupakan yang ditentukan Tuhan. “Kita semua bersaudara. Kedua pasangan calon sudah dewasa dalam berpolitik,” ujarnya.

Martinus juga mengucapkan selamat kepada Laso mendapatkan nomor urut 2. “Sebelumnya ketika saya menang wali kota nomor urut 2 dan pencalonan kali ini saya mendapat nomor urut 1. Semoga saya bisa menjadi nomor satu di Gunungsitoli ini,” ujar Martinus Lase

Sementara Lakhömizaro, yang ditemani Sowa’a, mengucapkan terima kasih kepada KPU Gunungsitoli yang sudah bekerja sesuai aturan. “Mendapatkan nomor urut 2 merupakan kehendak Tuhan,” kata Lakhömizaro.

Menurut Lakhömizaro, nomor urut merupakan identitas calon untuk dikenal masyarakat. Untuk itu, harus mengikuti prosesdur kampanye. “Kota Gunungsitoli adalah rumah semua masyarakat,” ujar Lakhömizaro.

Dana Kampanye

Sebelum pencabutan nomor urut, Sökhi’atulö mengingatkan kepada calon agar segera menyerahkan laporan dana kampenya untuk dapat diketahui publik.

“Penyerahan laporan dana kampanye pertama paling lambat 26 Agustus 205,” ujar Sõkhi’atulö.

Herman Jaya Harefa, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, yang juga merupakan tim sukses Makmur tidak telihat hadir saat pencabutan nomor urut tersebut. [knc02w]

Berita Terkait

Wali Kota Gunungsitoli Belum Terapkan Perda OPD GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Wali Kota Gunungsitoli hingga kini masih belum menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD...
Rumah Milik Elison Hia dan Toko UD Elva Terbakar GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Lantai 2 dan 3 rumah milik Elison Hia di Jalan Diponegoro No 203, Landatar, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, hangus terba...
100 Persen Dana Hibah Sudah Diterima KPU Kota Gunungsitoli GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Dana hibah sebesar Rp 13,2 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Gunungsitoli sudah diterima 100 perse...
Membangun Pulau Nias dengan Konsep “Nias Raya” Oleh Apolonius Lase Kita menunggu putusan Mahkamah Konsitusi yang akan mengadili sengketa yang dilaporkan oleh empat pasangan dari empat daerah di ...
PNS di Gunungsitoli yang Bolos Tanpa Izin Akan Diberi Sanksi GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Pegawai negeri sipil di jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli yang tidak masuk kerja tanpa izin pada hari pertama setelah li...