CUACA BURUK

Asap Kembali “Singgahi” Pulau Nias, Warga Mengeluh Sesak Napas

0
1658
Kabut asap kembali "singgah" di Pulau Nias. Situasi di Kota Gunungsitoli, Sabtu (19/9/2015). —Foto: Onlyhu Ndraha

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Kabut asap yang diperkirakan dari luar Pulau Nias terpantau cukup pekat di atas wilayah Kota Gunungsitoli, Sabtu (19/9/2015). Sejumlah penerbangan sejak Sabtu pagi hingga siang ke Binaka dari Kualanamu ditunda. Adapun sebagian warga Kota Gunungsitoli mulai mengeluh sesak napas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli diminta segera turun tangan untuk membagikan masker kepada masyarakat di Kota Gunungsitoli.

Soziduhu Lömbu, Kepala BPBD, mengatakan meskipun kabut asap yang tengah menyelimuti Kota Gunungsitoli belum mengancam kesehatan masyarakat, pihaknya telah bersiaga untuk melakukan penanggulangan. BPBD sedang menunggu konfirmasi dari BMKG terkait asap ini.

“Kami telah menyiapkan masker untuk segera dibagikan kepada masyarakat jika kabut asap ini sudah mengancam kesehatan,” ujar Soziduhu kepada Kabar Nias, Sabtu (19/9/2015) lewat telepon seluler.

BPBD Kota Gunungsitoli meminta warga segera melapor jika mengalami sesak atau perih mata akibat kabut asap.

Pengamatan Kabar Nias sejak pagi hari asap semakin pekat dan mulai mengganggu pemandangan. Jarak pandang sangat terganggu. Kepada pengendara diminta berhati-hati. Di media sosial Facebook, masyarakat Kota Gunungsitoli mengeluhkan, mereka mulai terganggu dengan keberadaan asap.

Ditengarai Soziduhu, asap ini bukan hanya berasal dari luar, melainkan juga sebagian berasal dari kebakaran lahan di daerah pegunungan di Kota Gunungsitoli. Hal ini yang menambah kepekatan asap.

“Di daerah pegunungan di Gunungsitoli, ada sebagian warga yang membakar lahannya karena hari Sabtu ini tengah kemarau. Kami sedang mengamati hal ini,” kata Soziduhu.

Seperti diketahui, sejumlah lahan di daratan Pulau Sumatera tengah terbakar dan asap dari pembakaran lahan itu menyebar ke wilayah lain, termasuk ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Diduga kuat, asap yang menyelimuti wilayah Pulau Nias berasal dari pembakaran lahan di Sumatera tersebut.

Sementara itu, keberadaan kabut asap telah menunda penerbangan dari Kualanamu menuju Bandara Binaka, Gunungsitoli. Pantauan Kabar Nias, seyogianya sudah 4 penerbangan tiba ke Bandara Binaka, tetapi sejak Sabtu pagi hingga siang hari tak ada satu pun pesawat, baik Wings Air maupun Garuda, yang mendarat. [knc022/knc03w]

Berita Terkait

Bupati Nias: Banjir di Bawölato Belum Masuk Kategori Bencana... BAWÖLATO, KABAR NIAS – Pemerintah Kabupaten Nias menyatakan banjir yang melanda dua desa di Bawölato belum tergolong kategori bencana sehingga korban ...
Desa Lagasi Mahe dan Si’öfa Ewali Terendam Banjir BAWÖLATO, KABAR NIAS — Hujan yang terus-menerus turun sejak Sabtu tengah malam hingga Minggu (13/9/2015) subuh mengakibatkan Idanö (Sungai) Mola melua...
Sungai Gidö Si’ite Juga Meluap GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Desa Hetalu, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Rabu (16/9/2015) pagi, juga terendam banjir dengan ketinggia...
Penerbangan ke Nias Lumpuh akibat Kabut Asap GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan di Sumatera kini mengganggu sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Udara ...
Pdt Herman Baeha Masih Belum Ditemukan JAKARTA, KABAR NIAS — Hingga Kamis (23/6/2016), keberadaan Pendeta Herman Baeha, anggota DPRD Nias Utara yang juga pendeta emeritus GKI Serang, Banten...