Otawa Institute Adakan “Workshop” Pendekatan PAIKEM, 7 Oktober

KEPENDIDIKAN

0
286
Suasana diskusi Pandangan Otawa Institute terhadap pelaksanaan pendidikan di Kota Gunungsitoli di aula Nusa Lima, Minggu (25/9/2016) yang dipandu Fatizondra Harefa selaku Ketua Badan Pendidi LPM Otawa Isntitute. Foto Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI IDANOI, KABAR NIAS – Lembaga Pendidikan Masyarakat (LPM) Otawa Institute menilai pelaksanaan kurikulum di Kota Gunungsitoli masih amburadul, ada yang menggunakan Kurikulum 2013 (K13) dan ada pula yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan sumber daya pengajar dirasa perlu pelaksanaan workshop pembelajaran berdasarkan pendekatan Paikem.

Hal ini disampaikan Fatizöndra Harefa, Ketua Badan Pendiri LPM Otawa Institute, di aula Nusa Lima dalam sebuah acara diskusi Pandangan Otawa Institute terhadap Pelaksanaan Pendidikan di Kota Gunungsitoli, Minggu (25/9/2016).

“Dari hasil pengamatan kami, pelaksanaan kurikulum di Kota Gunungsitoli tidak merata. Ada yang menggunakan K13 dan ada juga KTSP. Selain itu, SDM  pengajar juga perlu ditingkatkan,” kata Fatizöndra.

Mantan Direktur PDAM Tirta Umbu itu memaparkan, sistem pembelajaran pendekatan Paikem meliputi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, tenaga pengajar mesti dibekali. Akhir-akhir ini, kebanyakan siswa menganggap belajar di sekolah sebagai momok yang menakutkan, bukan hal yang menyenangkan menyalurkan bakat dan minat.

Untuk itu, lelaki yang akrab disapa Ama Mosi Harefa itu mengimbau kepada semua guru, dosen, pelaku pendidikan nonformal, dan masyarakat pemerhati pendidikan untuk mengikuti acara dimaksud yang sudah didukung Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli melalui surat rekomendasi Nomor 421/3142-KPMP/2016.

Ditambahkan Pimpinan Pengurus Otawa Institute Lutherman Harefa, workshop tersebut diselenggarakan pada 7 Oktober 2016 di gedung Gereja BNKP Mada, Jl Kalimbungö No 18, Desa Sifalaete Tabaloho, Kota Gunungsitoli. Peserta akan mendapat seminar kit, snack, hanya dengan investasi Rp 130.000.

“Dari hasil diskusi dengan Kadis Pendidikan Kota Gunungsitoli, nilai sertifikat itu sebesar 0,19,” kata Luther.

Bertindak sebagai narasumber pada workshop tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Faoziduhu Telaumbanua dengan topik “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik” dan Henoki Waruwu, Rektor IKIP Gunungsitoli, yang membahas “Penerapan Pembelajaran dengan Pendekatan PAIKEM”. Adapun sebagai pembanding anggota DPRD Kota Gunungsitoli dan Asiyanti Saidah Tanjung, alumni University of Japan, Jepang. [knc02w]