Bupati Nias Barat: Tak Ada Dana yang Dikembalikan ke Pusat

KEUANGAN DAERAH

0
1415
Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö

LAHÖMI, KABAR NIAS — Tak ada sedikit pun dana kas Kabupaten Nias Barat yang sudah masuk lalu dikembalikan lagi ke pusat karena gagal proyek. Sisa lebih penghitungan anggaran akan tetap disimpan di kas daerah dan ditambahkan pada APBD tahun berikutnya.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö saat bedah buku karyanya Lima Tahun yang Menantang, Selasa (11/11/2015). Adrianus menyampaikan klarifikasi dari berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait hal ini.

“Pada saat-saat kampanye dalam rangka pilkada ini, masyarakat Nias Barat diberi informasi-informasi yang salah oleh pihak-pihak tertentu. Yang kasihan adalah masyarakat Nias Barat. Mereka diberi informasi yang salah. Yang lebih kasihan adalah pihak-pihak yang sengaja menebarkan informasi yang tidak benar ini yang berusaha meraih simpatik masyarakat lewat fitnah,” kata Adrianus.

Dalam kesempatan itu, Adrianus mengimbau kepada tokoh masyarakat dan media massa agar memberikan informasi tentang ini kepada masyarakat Nias Barat.

“Saya mohon kepada para tokoh masyarakat dan juga kepada media massa agar memberi tahu kepada masyarakat bahwa pernyataan ‘uang kas daerah Nias Barat dikembalikan ke pusat (Jakarta)’ adalah tidak benar. Itu adalah fitnah dan tidak mendasar. Kasihan masyarakat dibodoh-bodohi. Jika ada dana untuk proyek dan proyeknya misalnya gagal, uang itu tidak dikembalikan ke pusat. Itu tetap ada di rekening kas daerah dan jadi sisa lebih penghitungan anggaran atau yang disebut dengan silpa.”

Dalam kesempatan itu, Adrianus Aroziduhu Gulö membagikan selebaran berupa data perkembangan pembangunan di Nias Barat, termasuk dana silpa dari tahun ke tahun.

“Kami sadar betul bahwa banyak kekurangan selama kami menjabat, tetapi masyarakat juga silakan menilai apa hasil kerja kami. Namun, yang perlu diingat bahwa Nias Barat adalah daerah otonomi baru dengan berbagai permasalahan, terutama sumber daya manusia. Saya punya prinsip bahwa SDM di Nias Barat harus jadi perhatian khusus. Kemudian, saya bertanggung jawab menyelamatkan uang negara. Buat apa uang negara habis, tetapi tidak ada wujudnya. Saya sama sekali tak mau itu. Saya tahu, saya tidak populer karena menyelamatkan uang negara, bagi saya tidak apa-apa. Ini prinsip. Uang negara harus untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok atau pribadi,” kata Adrianus.